"PANCASILA" merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. "UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945" merupakan hukum dasar dalam Peraturan Perundang-undangan. "NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA" merupakan konsensus dalam mewujudkan perjuangan bangsa Indonesia yang bersatu. "BHINNEKA TUNGGAL IKA" merupakan solusi dari kemajemukan bangsa.

Senin, 01 Februari 2010

SISTEM PELAYANAN INFORMASI DAN PERIZINAN INVESTASI SECARA ELEKTRONIK

Senin, 01 Februari 2010

SPIPISE bertujuan untuk mewujudkan layanan perizinan dan non-perizinan yang mudah, cepat, tepat, transparan dan akuntabel. Begitu efektifnya tujuan yang ingin dicapai, sehingga sistem elektronik ini akan menciptakan integrasi data dan layanan (perizinan dan non-perizinan) sehingga mampu meningkatkan keselarasan kebijakan dalam layanan antar-instansi pemerintah pusat dan daerah.

SPIPISE memiliki 3 (tiga) menu utama, yakni: Informasi Penanaman Modal, Pelayanan Penanaman Modal dan Pendukung. Pada menu Informasi Penanaman Modal, masyarakat dapat mengakses:
  1. Peraturan perundang-undangan penanaman modal;
  2. Potensi dan peluang penanaman modal;
  3. Daftar bidang usaha tertutup dan daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan;
  4. Jenis, tata cara proses permohonan, biaya dan waktu pelayanan perizinan dan non-perizinan;
  5. Tata cara pencabutan perizinan dan non-perizinan;
  6. Tata cara penyampaian laporan kegiatan penanaman modal;
  7. Tata cara pengaduan terhadap layanan penanaman modal;
  8. Data referensi yang digunakan dalam layanan perizinan dan non-perizinan penanaman modal;
  9. Data perkembangan penanaman modal, kawasan industri, harga utilitas, upah dan tanah;
  10. Informasi perjanjian internasional di bidang penanaman modal;
Pada menu Pelayanan Penanaman Modal, investor akan disuguhi informasi tentang:
  1. Pelayanan perizinan dan nonperizinan;
  2. Pelayanan penyampaian LKPM;
  3. Pelayanan pencabutan serta pembatalan perizinan dan nonperizinan;
  4. Pelayanan pengenaan dan pembatalan sanksi;
  5. Aplikasi antar-muka antara SPIPISE dan sistem pada instansi teknis serta intansi terkait lainnya;
  6. Penelusuran proses pelayanan permohonan perizinan dan non-perizinan;
  7. Jejak audit (audit trail);
Pada menu Pendukung, informasi yang tersaji berupa:
  1. Pengaturan penggunaan jaringan elektronik;
  2. Pengelolaan keamanan sistem elektronik dan jaringan elektronik;
  3. Pengelolaan informasi yang ditampilkan National Single Window for Investment (NSWi);
  4. Pengaduan terhadap pelayanan perizinan dan non-perizinan dan masalah dalam penggunaan SPIPISE;
  5. Pelaporan perkembangan penanaman modal dan perangkat analisis pengambilan keputusan yang terkait dengan penanaman modal;
  6. Pengelolaan pengetahuan sebagai pendukung analisis dalam pengambilan putusan pengembangan kebijakan penanaman modal;
  7. Penyediaan panduan penggunaan SPIPISE.
Untuk menghindari penyalahgunaan informasi SPIPISE akan membatasi sebagian hak akses masyarakat. Investor dapat dengan bebas mengakses keseluruhan isi pada menu Informasi Penanaman Modal. Pada menu Pelayanan Penanaman Modal, masyarakat hanya dapat mengakses pada sub-menu Pelayanan Perizinan dan Non-perizinan, khususnya pada pilihan: Pendaftaran Penanaman Modal.

Sementara pada menu Pendukung, masyarakat dapat mengakses dengan bebas
sub-menu Panduan Penggunaan SPIPISE serta sub-menu Pelayanan Pengaduan Terhadap Pelayanan Perizinan Non-Perizinan.

Meskipun bersifat digital (
paperless), pengaduan yang disampaikan melalui SPIPISE tetap harus direspon dalam waktu yang cepat. Secara otomatis SPIPISE akan mengirimkan tembusan pengaduan tersebut kepada BKPM dan instansi daerah yang berwenang menangani penanaman modal. Setelah menerima tembusan pengaduan, BKPM dan instansi daerah harus merespon dalam waktu 2 (dua) hari kerja.

Investor dapat meminta hak akses kepada BKPM atau instansi daerah yang berwenang di bidang penanaman modal dan telah mengoperasikan sistem tersebut. Dokumen yang harus dibawa untuk mengajukan hak akses berupa dokumen perusahaan dan dokumen penanggung jawab sebagai pimpinan perusahaan bersangkutan.

Dengan menggunakan SPIPISE, Komunikasi elektronik dapat dilakukan oleh penyelenggara SPIPISE melalui e-mail atau akun (yang diperoleh ketika mengajukan hak akses) penanam modal. SPIPISE juga mampu mencetak nomor perusahaan dan secara otomatis akan diberikan kepada investor. Syaratnya perusahaan investor tersebut harus memiliki badan hukum ketika memproses perizinan dan nonperizinan penanaman modalnya. Namun kepada penanam modal yang belum memiliki badan hukum, nomor perusahaan akan diberikan kemudian pada saat memperoleh Izin Prinsip Penanaman Modal (Izin Usaha).

Kelengkapan berkas (dokumen) pendukung yang dibutuhkan dalam mengajukan Pendaftaran Penanaman Modal dapat dikirim secara elektronik. Namun untuk dokumen tertentu yang tidak dimungkinkan, pengirimannya secara manual ke alamat PTSP nasional yang menjadi tujuan investor.

Setelah pemrosesan selesai, surat perizinan dan nonperizinan secara elektronik langsung disampaikan ke e-mail atau akun penanam modal. Sementara dokumen cetak (
hard copy) perizinan dan nonperizinan yang telah ditandatangi kepala instansi penanaman modal yang bersangkutan dapat diambil oleh investor. Jika dalam waktu 14 (empat belas) hari dokumen tersebut tidak diambil, kantor PTSP akan mengirimnya ke alamat korespondensi penanam modal melalui pos.

Jika PTSP nasional mengalami hambatan koneksi dengan jaringan SPIPISE, permohonan perizinan dan nonperizinan penanaman modal tetap berlangsung manual melalui
front office dan back office di masing-masing PTSP. Tenggang waktu pemrosesan tetap berjalan seperti biasa yang dihitung setelah berkas permohonan perizinan dan nonperizinan diterima dengan benar dan lengkap.

Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan (realisasi) penanaman modal, SPIPISE dapat memberikan layanan penyampaian LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal). Sistem LKPM yang diiformulasikan secara elektronik sanggup melakukan pencabutan, pembatalan perzinan dan nonperizinan, pengenaan sanksi dan pembatalan sanksi penanaman modal.

Meskipun berlangsung secara elektronik, Penyampaian LKPM tetap memberikan tanda terima yang dikirim langsung ke e-mail atau akun investor, sepanjang berkas dinyatakan lengkap. Namun demikian instansi penanaman modal nasional sesuai kewenangan dan tingkatannya tetap menerima layanan LKPM secara manual. Jika investor menyampaikan LKPM-nya berbentuk
hardcopy, maka data tersebut tetap dimasukkan ke dalam SPIPISE. FitriWeningtyas&GitaIndrawanti

 

Roam to Rome Blog- Moving to Italy, Travel, Studying in Italy.


FORUM PENANAMAN MODAL