<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919</id><updated>2012-02-22T10:49:35.738+07:00</updated><category term='Merger'/><category term='Izin Prinsip Perubahan'/><category term='PTSP'/><category term='Perseroan Terbatas'/><category term='Berita Acara Pemeriksaan'/><category term='LKPM'/><category term='Izin Prinsip'/><category term='KPPA'/><category term='Pengembangan Usaha'/><category term='Pemblokiran Kegiatan Impor'/><category term='Izin Prinsip Perluasan'/><category term='Fasilitas Nonfiskal'/><category term='Pembatalan'/><category term='SPIPISE'/><category term='Surat Kuasa'/><category term='Pembatasan Kegiatan Usaha'/><category term='Izin Usaha'/><category term='Pencabutan'/><category term='Pembekuan Kegiatan Usaha'/><category term='Pengalihan Saham'/><category term='Pendaftaran'/><category term='Fasilitas Fiskal'/><category term='Kerja Sama Penanaman Modal'/><title type='text'>FORUM PENANAMAN MODAL</title><subtitle type='html'>Forum tentang kinerja layanan penaman modal di Indonesia yang disajikan secara informatif, interaktif dan efektif.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-548914571732509356</id><published>2010-06-03T09:51:00.061+07:00</published><updated>2011-01-07T22:24:42.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerja Sama Penanaman Modal'/><title type='text'>Cara Bijak Membuat Perjanjian Penanaman Modal Internasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Posting&lt;/span&gt; sebelumnya (Labels: Kerja Sama Penanaman Modal) menguraikan  bahwa negara-negara dunia sangat memanfaatkan kerja sama penanaman modal  internasional sebagai forum untuk menyepakati berbagai isu penanaman  modal terkini. Topik-topik global yang menjadi pokok bahasan aktual,  biasanya seputar; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;admission  and establishment&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;competition&lt;/span&gt;;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dispute settlement investor to state&lt;/span&gt;;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dispute settlement state to state&lt;/span&gt;;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;employment&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;environment&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fair and  equitable treatment or full protection and security&lt;/span&gt;;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;home country  measures&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;host country operational measures&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;illicit payments&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;incentives&lt;/span&gt;;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investment-related trade measures&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;most-favored-nation treatment&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;national treatment&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social responsibility&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;state contracts&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taking of property&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taxation&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;funds transfer&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;transfer  of technology&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pricing  transfer&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;transparency&lt;/span&gt;,  dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika topik-topik tersebut didiskusikan pada forum bilateral, dua negara yang  bersepakat  akan menjadikannya sebagai sebuah langkah taktis untuk menciptakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;daya saing&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perlindungan&lt;/span&gt; bagi kegiatan  penanaman modal di negaranya. Atau bisa juga isu-isu  aktual tadi diimplementasikan lebih akurat agar dapat mempercepat  dan mempertegas perjanjian penanaman modal yang bersifat  regional, plurilateral bahkan multilateral.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap anggota Delegasi Republik  Indonesia (DELRI) yang akan menyepakati klausul  International  Investment Agreements perlu memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi. Mereka bahkan harus menempatkan spirit &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kepentingan nasional  di atas segala-galanya&lt;/span&gt; seperti sebuah ideologi yang menyatu di hati dan sanubari. Di benak mereka harus terus merancang strategi  bagaimana &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memosisikan Indonesia agar sejajar&lt;/span&gt; dengan  negara-negara mitra runding yang delegasinya tepat berada di hadapan meja perundingan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dituntut untuk menciptakan kesetaraan posisi Indonesia dengan negara-negara lain, para anggota  DELRI harus piawai merumuskan dan  menyepakati klausul International Investment Agreements yang dapat memberikan keuntungan sejajar. Penciptaan posisi tawar yang sepadan ini merupakan hak anggota DELRI yang dilindungi hukum  nasional maupun hukum internasional, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga betapa posisi suatu negara menjadi sangat tergantung dari  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sense of nationhood&lt;/span&gt; yang dimiliki para perunding. Ada  mekanisme dalam hukum internasional yang membolehkan suatu negara tidak menyepakati suatu ketentuan dalam perjanjian internasional.  Mekanisme itu disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reservation&lt;/span&gt; (persyaratan) yang merupakan pernyataan sepihak suatu negara untuk  menolak berlakunya  suatu perjanjian internasional. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Persyaratan&lt;/span&gt; tersebut dapat dilontarkan  saat menandatangani, menerima, menyetujui atau mengesahkan naskah perjanjian internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa juga  para perunding melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;declaration&lt;/span&gt; (pernyataan). Hak itu dapat diajukan jika makna suatu perjanjian yang akan disepakati masih menyisakan banyak pertanyaan sehingga diperkirakan dapat merugikan kepentingan nasional. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Declaration&lt;/span&gt; dilakukan dengan memberi catatan atau  memperjelas makna ketentuan pada naskah perjanjian internasional. Sebagaimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reservation&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pernyataan&lt;/span&gt; juga dilakukan ketika menandatangani, menerima, menyetujui  bahkan mengesahkan perjanjian internasional yang biasanya bersifat multilateral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Declaration&lt;/span&gt; dilakukan untuk memperjelas makna  ketentuan perjanjian dan tidak untuk  mempengaruhi hak dan kewajiban suatu negara dalam suatu perjanjian internasional.  Hak ini diajukan secara sepihak oleh suatu negara dalam  memahami atau menafsirkan  suatu ketentuan perjanjian internasional, yang sekali lagi tentunya untuk diselaraskan dengan kepentingan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reservation&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Declaration&lt;/span&gt; biasanya akan menjadi senjata ampuh bagi para perunding yang bersuara kritis dalam membela kepentingan  bangsa dan negaranya. Hal itu bisa terjadi karena pada forum perundingan internasional juga bisa diisi dengan berbagai kepentingan (agenda) negara-negara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seperti yang terjadi pada World Trade Organization yang bermarkas di Jenewa, Swiss. Sejak berdiri pada Januari 1995, bukan berarti forum  itu selalu menghasilkan berbagai kesepakatan perdagangan global yang bebas dari kepentingan negara-negara tertentu. Meski bertaraf internasional, kinerja forum WTO tidak menjamin selalu terbebas dari keputusan yang tidak demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali pencapaian suatu keputusan di WTO dipengaruhi oleh empat kelompok negara maju, seperti  Amerika Serikat, Jepang, Kanada dan Uni Eropa. Di tengah kondisi seperti itu, pertemuan akbar WTO sering hanya menjadi ajang  dengar pendapat  dari negara anggotanya (per Juli 2008 mencapai 153 negara). Sementara kegiatan pengambilan keputusan  berlangsung di Green Room, tempat berkumpulnya negara-negara berpengaruh tersebut dengan cara menggelar forum Ministerial Conference setiap 2 (dua) tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena nuansa pengambilan keputusan yang tidak demokratis, negara-negara (yang rata-rata negara berkembang) anggota lainnya hanya bisa menyetujui sebuah keputusan dengan sangat terpaksa. Ini sangat dramatis, karena di tengah belum adanya kesiapan negara-negara berkembang beradaptasi dengan iklim liberalisasi namun mereka harus mengakuinya dengan cara yang tidak aspiratif.  Di sisi lain, jika kesepakatan itu kemudian dilalaikan, mereka akan terkena sanksi ekonomi dari WTO. Karena itu  hak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;declaration&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reservation&lt;/span&gt; menjadi senjata andalan para perunding untuk memasukkan kepentingan nasional  dan kesetaraan negaranya dalam sebuah forum kerja sama multilateral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepentingan nasional dan kesetaraan Indonesia di antara bangsa-bangsa lain memang tidak bisa ditawar ulang, sehingga harganya harus diajukan setinggi langit. Ada pesan sinis yang kerap kali dikumandangkan oleh masyarakat yang menyatakan dirinya cinta bangsa dan negara kepada para elite bangsa ini, seperti:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jangan pernah menggadaikan bangsa dan negara!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan mau dinjak-injak oleh  kepentingan asing!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan menjadi liberal atau neo-liberal!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan memperjuangkan kepentingan asing karena pasti menekan perekonomian rakyat?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Jika disimak, pernyataan kaum nasionalis tadi memang terasa memerahkan telinga. Namun jika dikaji lebih mendalam, apa yang mereka propagandakan selama ini ternyata sangat sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Perjanjian Internasional, pada Pasal 4 menggariskan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemerintah Republik Indonesia membuat perjanjian internasional dengan suatu negara atau lebih, organisasi internasional, atau subjek hukum internasional lain berdasarkan kesepakatan, dan para pihak berkewajiban untuk melaksanakan perjanjian tersebut dengan itikad baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam membuat perjanjian internasional, Pemerintah Republik Indonesia berpedoman pada kepentingan nasional dan berdasarkan prinsip-prinsip persamaan kedudukan, saling menguntungkan, dan memperhatikan, baik hukum nasional maupun hukum internasional yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Untuk meyakinkan kepentingan nasional dan kesetaraan kedudukan Indonesia telah terakomodasi dengan baik pada suatu perjanjian internasional, seperangkat prosedur telah disiapkan untuk mengujinya ketika perjanjian internasional dibawa pulang ke Tanah Air. Prosedur itu bertujuan untuk menyeleksi apakah spirit yang terkandung di dalamnya telah sesuai dengan semangat dalam undang-undang tentang perjanjian internasional.  Sebab bisa saja para juru runding yang tergabung di dalam DELRI sempat lalai melaksanakan amanat masyarakat dan bangsa Indonesia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, proses untuk menampilkan naskah perjanjian yang sesuai dengan kepentingan nasional serta prinsip-prinsip persamaan kedudukan yang saling menguntungkan  sesungguhnya telah diawali saat perjanjian internasional akan dibuat. Upaya seleksi preventif itu dimulai saat proses pembuatan  perjanjian internasional diajukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Karena kewenangan dalam mengadakan dan  menyepakati perjanjian internasional (hanya) berada di tangan presiden  atau menteri luar negeri, maka lembaga negara maupun lembaga  pemerintahan baik di tingkat pusat dan daerah (sebagai pihak yang berkepentingan) harus berkonsultasi  dan berkoordinasi dahulu jika ingin merencanakan membuat perjanjian internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui mekanisme tersebut, spirit untuk menjaga kepentingan nasional serta kesetaraan Indonesia dengan negara-negara lain telah mulai dijalankan. Sebab setelah menteri  luar negeri menyetujui usulan pembuatan perjanjian internasional, langkah selanjutnya adalah merumuskan posisi Pemerintah  Republik Indonesia dengan cermat. Kertas posisi yang menjadi pedoman para anggota DELRI  ketika terjun di arena perundingan itu  memuat:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Latar  belakang permasalahan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analisis permasalahan ditinjau dari aspek  politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi  kepentingan nasional Indonesia;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Posisi Indonesia, saran, dan  penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Melalui tahapan ini terlihat betapa tinggi semangat bangsa ini dalam menjaga kepentingan nasionalnya serta menciptakan kesetaraan posisinya. Dan hal itu sudah dimulai pada saat inisiatif awal rencana pembuatan perjanjian  internasional sedang digulirkan. Selanjutnya spirit itu harus terus dikembangkan secara lebih bermakna oleh para perunding Indonesia yang memiliki kesempatan duduk di meja perundingan. Jadi, betapa nasib bangsa ini ke depan sangat tergantung dari peran, kecerdasan dan kelihaian para perunding tersebut yang memang terlibat aktif dari mulai tahap penjajakan, perundingan,  perumusan naskah, penerimaan sampai  saat penandatanganan perjanjian internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, apakah tahap penjagaan sebuah perjanjian internasional telah selesai  hanya pada upaya selektif yang preventif tadi? Ternyata  masih ada tahap korektif  yang perlu dilalui sampai sebuah naskah perjanjian internasional diberlakukan di masyarakat. Tahap seleksi korektif berikutnya dimulai ketika perjanjian internasional  yang telah selesai disepakati kemudian dibawa pulang ke Tanah Air untuk dilakukan proses pengesahannya.  Di tahap ini, tingkat kewenangan proses ratifikasi sebuah perjanjian internasional akan dibedakan sesuai substansi klausul kesepakatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ratifikasi di tingkat parlemen  perlu dilakukan terhadap perjanjian internasional yang menyepakati  masalah mendasar (penting), seperti:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masalah politik, perdamaian,  pertahanan dan keamanan negara;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan wilayah atau penetapan  batas wilayah negara Republik Indonesia;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kedaulatan atau hak  berdaulat negara;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hak asasi manusia dan lingkungan hidup;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembentukan  kaidah hukum baru;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pinjaman serta hibah luar negeri;    &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Melalui  ratifikasi di tingkat parlemen, diharapkan spirit tentang kepentingan nasional dan kesetaraan Indonesia dapat diseleksi kembali keberadaannya oleh para anggota dewan yang duduk di parlemen.  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan representasi rakyat Indonesia tersebut diharapkan mampu memberi penekanan yang baik terhadap naskah perjanjian internasional yang telah  ditandangani oleh eksekutif yang tergabung sebagai anggota DELRI. Selanjutnya untuk perjanjian internasional yang memiliki  subtansi tidak  terlalu krusial, proses ratifikasinya cukup melalui  keputusan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah selesai diratifikasi, apakah perjanjian internasional benar-benar mendapat pengakuan yang bulat? Ternyata tidak juga. Langkah penyensoran masih dapat dilakukan, meski  sebuah perjanjian internasional sudah memasuki tahap pemberlakuan. Pemerintah Republik Indonesia masih diperbolehkan melakukan perubahan terhadap ketentuan-ketentuan pada perjanjian  internasional berdasarkan kesepakatan para pihak yang terlibat di dalamnya. Meski demikian perubahan itu tidak boleh bersifat mendasar, namun hanya bersifat teknis administratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah banyak rambu-rambu atau petunjuk-petunjuk yang dikeluarkan untuk menghasilkan naskah perjanjian internasional yang tidak  menghianati asas kepentingan nasional dan kesetaraan Indonesia. Salah satunya adalah skema pembuatan perjanjian  internasional yang disosialisasikan oleh Direktorat Jenderal Hukum dan  Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/TASs8idMGaI/AAAAAAAAAHk/1FZtwXxGj8g/s1600/skema-pemuatan-perjanjian.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 528px; height: 504px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/TASs8idMGaI/AAAAAAAAAHk/1FZtwXxGj8g/s400/skema-pemuatan-perjanjian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477693202830727586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Skema  itu meski disusun berdasarkan Undang-Undang  Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Perjanjian Internasional, namun masih tampak menyisakan banyak celah  yang kurang dapat dipahami. Oleh karena itu, setiap lembaga  negara dan lembaga pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah sebaiknya dapat meramu ulang skema tersebut jika akan menggunakannya untuk membuat perjanjian internasional. Upaya adopsi skema tersebut menjadi sangat  penting agar sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;standard  operational procedures&lt;/span&gt; (SOP) tentang pembuatan perjanjian internasional secara lebih  implementatif dapat lahir dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang penanaman  modal, SOP pembuatan perjanjian penanaman modal  internasional juga sangat diperlukan. Hal itu perlu dibuat agar kesepakatan sebuah  perjanjian penanaman modal internasional dapat dijalankan serempak dengan perangkat pemerintah daerah dan  masyarakatnya. Kondisi yang masih dihadapai saat ini adalah  nuansa ketidakpedulian perangkat dan masyarakat daerah terhadap perjanjian bilateral, regional maupun multilateral di bidang penanaman modal yang banyak disepakati  oleh pemerintah pusat. Kurangnya apresiasi maupun penghargaan dari mereka, karena:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perangkat dan masyarakat daerah tidak memahami  keberadaan, peran dan makna perjanjian  penanaman modal internasional  yang telah disepakati pemerintah Indonesia bagi  perkembangan penanaman  modal nasional;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naskah perjanjian penanaman modal internasional  tidak mengikat hal-hal yang aplikatif  dan akurat dengan persoalan dan  kebutuhan penanaman modal nasional;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perjanjian penanaman modal  internasional yang sudah disepakati tidak dimonitor dan dievaluasi dalam  pelaksanaannya sehingga pemerintah tidak mampu meningkatkan substansi yang terkandung di dalamnya;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perangkat  dan masyarakat daerah tidak dilibatkan dalam pembuatan perjanjian  penanaman  modal internasional;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kembali lagi ke soal ideologi atau spirit kepentingan nasional serta kesamaan kedudukan Indonesia, sehingga tidak ada istilah "harga mati" bagi  sebuah perjanjian penanaman modal internasional. Tidak boleh ada pendapat yang menafikan terhadap upaya-upaya untuk menganalisa perjanjian penanaman modal internasional, karena hal itu  bisa melanggar  amanat undang-undang. Sebuah perjanjian  internasional itu harus dikaji ulang dan dievaluasi keberadaannya.  Karena itu harus ada pemikiran kritis pula ketika akan menyusun perjanjian  penanaman modal internasional serta upaya untuk mengevaluasi keberadaannya sepanjang masa berlakunya masih berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahap evaluasi bisa  saja terjadi insiatif untuk merumuskan ulang  (merenegosiasikan) terhadap klausul perjanjian yang sudah  disepakati.  Usulan renegosiasi tersebut dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mengubah  ketentuan dalam perjanjian penanaman modal internasional agar lebih  menguntungkan. Tentu saja usulan perubahan (renegosiasi) itu harus dimulai dengan meminta negara  mitra memberikan keseimbangan atas usulan perubahan yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  metode berikut ini diharapkan dapat menjadi inspirasi ketika akan  merumuskan sebuah perjanjian maupun mengevaluasi perjanjian penanaman modal internasional yang sudah  diberlakukan sehingga dapat dijadikan  sebuah SOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pedoman Usulan  Perjanjian Penanaman Modal Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/TAd6vIF5DTI/AAAAAAAAAIE/jOcFRieewDw/s1600/Pedoman+Usulan+Perjanjian+Penanaman+Modal+Internasional.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 544px; height: 408px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/TAd6vIF5DTI/AAAAAAAAAIE/jOcFRieewDw/s400/Pedoman+Usulan+Perjanjian+Penanaman+Modal+Internasional.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478482421764132146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;2. Pedoman Renegosiasi Perjanjian Penanaman Modal Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/TAd8mL_yxyI/AAAAAAAAAIM/cu5D6P1LC90/s1600/Pedoman+Renegosiasi+Perjanjian+Penanaman+Modal+Internasional.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 543px; height: 411px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/TAd8mL_yxyI/AAAAAAAAAIM/cu5D6P1LC90/s400/Pedoman+Renegosiasi+Perjanjian+Penanaman+Modal+Internasional.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478484467216729890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semua komponen bangsa ini sesungguhnya berhak untuk mengevaluasi sebuah perjanjian penanaman modal internasional dari saat mulai  dirumuskan sampai dalam tahap pelaksanaannya. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional bahkan mengamanatkan jika terdapat hal-hal yang merugikan kepentingan nasional,  pemerintah bisa saja mengakhiri sebuah perjanjian internasional (yang tentunya tetap menggunakan mekanisme hukum  internasional yang berlaku).  Selain soal kepentingan nasional, pemerintah bahkan diamanatkan untuk mengakhiri  sebuah perjanjian internasional karena:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terdapat kesepakatan para pihak melalui prosedur yang  ditetapkan dalam perjanjian;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuan perjanjian telah tercapai;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat  perubahan mendasar yang mempengaruhi pelaksanaan perjanjian;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salah  satu pihak tidak melaksanakan atau melanggar ketentuan perjanjian;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dibuat  suatu perjanjian baru yang menggantikan perjanjian lama;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muncul  norma-norma baru dalam hukum internasional;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Objek perjanjian  hilang;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Karena itu keberadaan sebuah perjanjian internasional memang tidak perlu disakralkan. Ia memang harus ditaati  karena sudah menjadi komitmen antar-negara dan berlaku secara internasional, namun juga boleh diakhiri jika merugikan kepentingan nasional. Yang perlu diperhatikan adalah sikap kehati-hatian, kecermatan dan ketelitian yang tinggi ketika akan membuat (merumuskan) perjanjian penanaman modal internasional. Dan  selanjutnya jangan pernah lalai mengevaluasi sebuah perjanjian penanaman modal internasional yang masih berlaku. Cara ini akan lebih  bijak ketimbang mendiamkan begitu saja keberadaan  sebuah perjanjian penanaman modal internasional yang bisa saja semakin lama berpotensi  memporak-porandakan iklim investasi Indonesia. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;  (Tim Editor)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-548914571732509356?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/548914571732509356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/548914571732509356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/06/cara-bijak-membuat-perjanjian-penanaman.html' title='Cara Bijak Membuat Perjanjian Penanaman Modal Internasional'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/TASs8idMGaI/AAAAAAAAAHk/1FZtwXxGj8g/s72-c/skema-pemuatan-perjanjian.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-8821015853001046627</id><published>2010-04-20T09:33:00.073+07:00</published><updated>2010-06-15T20:52:54.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerja Sama Penanaman Modal'/><title type='text'>Perjanjian Peningkatan Dan Perlindungan Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bilateral investment treaties&lt;/span&gt; (BIT) adalah perjanjian penanaman modal yang disepakati oleh dua negara. Berdasarkan perjanjian tersebut, mereka sepakat untuk saling melindungi setiap bentuk kegiatan penanaman modal yang dilakukan oleh investor antar-kedua negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIT menjadi pendorong dua negara untuk saling menyajikan kebijakan yang dapat mendukung dan mempromosikan penanaman modal di masing-masing negara. Komitmen tersebut mereka tuangkan dengan cara saling melindungi setiap bentuk kegiatan penanaman modal dari aksi nasionalisasi, atau pengambilalihan perusahaan oleh negara. Mereka juga menjamin kebebasan investor ketika melakukan transfer dana. Karena itu, BIT sering diterjemahkan sebagai Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M), atau Investment Guarantee Agreement (IGA).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sering kali dua negara yang terikat di dalam BIT telah sepakat untuk merumuskan mekanisme penyelesaian sengketa secara adil, serta menjalankan perlakuan non-diskriminatif. Di sana mereka berjanji untuk tidak saling membedakan investor di antara mereka. Maksud perlakuan sama tentunya dalam mematuhi kebijakan publik di bidang penanaman modal yang berlaku di kedua negara. BIT juga mengakui subrogasi dalam kasus pembayaran asuransi oleh lembaga penjamin yang ditunjuk oleh investor itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak membuka diri terhadap kedatangan aliran investasi asing yang dikukuhkan melalui Undang-Undang Nomor 78 Tahun 1958 tentang Penanaman Modal Asing (kemudian diganti oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, dan sekarang  berlaku Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal), Indonesia langsung melibatkan diri dengan P4M. Dimulai pada 7 Januari 1967, Indonesia menyepakati P4M dengan Amerika dengan masa berlaku 20 tahun. Kemudian bersama Denmark, Indonesia juga telah menyepakati P4M pada 30 Januari 1968.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tahun yang sama, Indonesia membuat IGA bersama Denmark, yakni pada 8 November 1968. Karena habis masa berlakunya, rumusan BIT disepakati ulang di Jakarta pada 14 Mei 2003, untuk masa berlaku 10 tahun ke muka. Di perjalanan tahun berikutnya, yakni pada 24 November 1969, Indonesia menyepakati P4M dengan Norwegia yang ditandatangani di Jakarta. Perkembangan P4M Indonesia lainnya, telah berhasil dirumuskan bersama negara:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Aljazair, disepakati di Alger pada 21 Maret 2000, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amerika Serikat, disepakati di Jakarta pada 7 Januari 1967, masa berlaku 20 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Argentina, disepakati di Buenos Aires pada 7 November 1995, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Australia, disepakati di Jakarta pada 17 November 1992, masa berlaku 15 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bangladesh, disepakati di Dhaka pada 9 Februari 1998, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belanda, disepakati di Jakarta pada 6 April 1994, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belgia, disepakati di Jakarta pada 15 Januari 1970;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bulgaria, disepakati di Jakarta pada 13 September 2003, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kanada, disepakati di Jakarta pada 16 Maret 1973;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chile, disepakati di Santiago pada 7 April 1999, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;China, disepakati di Jakarta pada 18 November 1994, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ceko, disepakati di Praha (Prague) pada 17 September 1998, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Denmark, disepakati pada 30 Januari 1968;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Filipina, disepakati di Jakarta pada 12 November 2001, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Finlandia, disepakati di Helsinki pada 12 September 2006, masa berlaku 15 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guyana, disepakati di Guyana pada 30 Januari 2008;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hongaria, disepakati di Jakarta pada 20 Mei 1992, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;India, disepakati di Montego Bay pada 8 Februari 1999, masa berlaku 15 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inggris, disepakati di London pada 27 April 1976, masa berlaku 5 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iran, disepakati di Teheran pada 22 Juni 2005, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Italia, disepakati di Roma pada 25 April 1991, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jamaika, disepakati di Montego Bay pada 8 Februari 1999, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jepang, disepakati di Jakarta pada 20 Agustus 2007;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jerman, disepakati di Jakarta pada 14 Mei 2003, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jordania, disepakati di Jakarta pada 12 November 1996, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamboja, disepakati di Jakarta pada 16 Maret 1999, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Korea Selatan, disepakati di Jakarta pada 16 Februari 1991, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Korea Utara, disepakati di Jakarta pada 21 Februari 2000, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kroasia, disepakati di Jakarta pada 10 September 2001;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuba, disepakati di Havana pada 19 September 1997, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kyrgyzstan, disepakati di Jakarta pada 18 Juli 1995, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laos, disepakati di Jakarta pada 18 Oktober 1994, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Libya, disepakati di Tripoli pada 4 April 2009;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaysia, disepakati Jakarta pada 22 Januari 1994, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maroko, disepakati di Jakarta pada 14 Maret 1997, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mauritius, disepakati di Port Louis pada 5 Maret 1997, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mesir, disepakati di Jakarta pada 19 Juni 1994, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mongolia, disepakati di Jakarta pada 4 Maret 1997, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mozambique, disepakati di Maputo pada 26 Maret 1999, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Norwegia, disepakati di Jakarta pada 26 November 1991, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakistan, disepakati di Jakarta pada 8 Maret 1996, masa berlaku 15 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perancis, disepakati di Jakarta pada 14 Juni 1973, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Polandia, disepakati di Warsawa pada 7 Oktober 1992, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Qatar, disepakati di Doha pada 18 April 2000, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumania, disepakati di Bukares pada 26 Juni 1997, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rusia, disepakati di Jakarta pada 6 September 2007;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudi Arabia, disepakati di Jeddah pada 15 September 2003;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Singapura, disepakati di Singapura pada 16 Februari 2005, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Slovakia, disepakati di Jakarta pada 12 Juli 1994, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spanyol, disepakati di Jakarta pada 30 Mei 1995, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sri Lanka, disepakati di Jakarta pada 10 Juni 1996, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sudan, disepakati di Khartoum pada 10 februari 1998, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suriah, disepakati di Jakarta pada 27 Juni 1997, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suriname, disepakati di Paramaribo pada 28 Oktober 1995, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Swedia, disepakati di Jakarta pada 17 September 1992, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tajikistan, disepakati di Jakarta pada 28 Oktober 2003, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Swiss, disepakati di Jakarta pada 6 Februari 1974, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Thailand, disepakati di Jakarta pada 17 Februari 1998, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunisia, disepakati di Denpasar pada 13 Mei 1992, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Turki, disepakati di Jakarta pada 25 Februari 1997, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Turkmenistan, disepakati di Jakarta pada 2 Juni 1994, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ukraina, disepakati di Jakarta pada 11 April 1996, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uzbekistan, disepakati di Jakarta pada 27 Agustus 1996, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vietnam, disepakati di Jakarta pada 25 Oktober 1991, masa berlaku 10 tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yaman, disepakati di Jakarta pada 20 Februari 1998, masa berlaku 1o tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zimbabwe, disepakati di Montego Bay pada 8 Februari 1999, masa berlaku 10 tahun.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cakupan kesepakatan penanaman modal di dalam P4M, ternyata cukup luas. Misalnya tentang perlindungan aset penanaman modal yang tidak hanya pada aset yang berwujud, namun juga meliputi aset yang tidak berwujud. Demikian pula mengenai definisi keuntungan yang dikatakan sebagai sejumlah uang yang dihasilkan dari kegiatan penanaman modal. Keuntungan atau penghasilan yang dimaksud meliputi; keuntungan bunga, keuntungan penjualan barang modal, deviden, royalti atau uang jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seperti pada P4M yang Indonesia telah sepakati bersama pemerintah Republik Korea pada 16 Februari 1991. Pengertian penanaman modal yang disebutkan pada perjanjian bilateral tersebut ternyata meliputi semua jenis aset yang ditanam investor, yakni:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Harta bergerak dan tidak bergerak serta hak milik lainnya seperti hipotek, hak gadai atau jaminan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saham, stok dan surat hutang perusahaan di manapun didirikan. Atau semua kepentingan di dalam harta kekayaan perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tagihan uang atau tagihan lainnya yang berhubungan dengan penanaman modal yang bernilai uang;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hak milik (kekayaan) intelektual, seperti hak cipta, merek dagang, paten, desain produk industri, keahlian, rahasia dagang dan nama dagang, serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;goodwill&lt;/span&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hak izin usaha yang diberikan oleh undang-undang atau menurut persetujuan terkait dengan penanaman modal. Termasuk izin usaha untuk meneliti, mengolah, menggali atau mengeksploitasi sumber-sumber alam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal peningkatan dan perlindungan penanaman modal, Indonesia-Korea sepakat untuk saling mendorong dan menciptakan iklim yang menguntungkan investor di antara mereka. Komitmen itu mereka terjemahkan dengan cara mengizinkan setiap bentuk kegiatan penanaman modal yang berlangsung di wilayahnya sesuai peraturan yang berlaku. Kedua negara juga telah sepakat akan memperlakukan investor di antara mereka secara adil dan layak, serta memberi perlindungan dan keamanan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperlakukan investor, baik Indonesia maupun Korea sepakat untuk menerapkan prinsip &lt;span style="font-style: italic;"&gt;national treatment&lt;/span&gt; (NT) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;most favoured nation &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(MFN)&lt;/span&gt;. Kesetaraan perlakuan penanaman modal yang dimaksud berkenaan dengan manajemen, penggunaan dan pemilikan atau penguasaan penanaman modal, serta seluruh kegiatan apapun yang terkait dengan penanaman modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian perlakuan khusus (hanya) kepada investor di antara mereka bisa saja menjadi tidak berlaku jika di antara mereka terlibat perjanjian internasional lainnya. Keterlibatan itu disebabkan salah satu atau kedua negara duduk sebagai anggota dari negara-negara yang membebaskan bea cukai ekspor barang. Atau bisa pula karena terlibat kesepakatan pasar bersama, zona perdagangan bebas serta terlibat perjanjian ekonomi multilateral terkait lainnya, maka ketentuan perlakuan sama (secara khusus) terhadap investor di dua negara tersebut bisa gagal terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klausul P4M selanjutnya yang disepakati Indonesia-Korea:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kedua negara sepakat saling memberikan restitusi, perlindungan, ganti rugi atau penyelesaian lainnya. Hal itu terjadi jika di antara mereka tidak menerapkan NT maupun MFN secara konsisten. Ganti rugi juga diberikan terhadap kerusakan dan kerugian penanaman modal yang diakibatkan perang atau konflik senjata, revolusi, negara dalam keadaan darurat, pemberontakan, huru-hara dan kerusuhan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika terjadi pengambilalihan perusahaan penanaman modal oleh negara, mereka sepakat hal tersebut terpaksa dilakukan karena demi kepentingan umum, dan karena terdesak oleh kepentingan dalam negeri. Nasionalisasi yang terjadi akan diberi ganti rugi secara penuh, tepat waktu dan efektif yang ditransfer secara bebas. Komponen ganti rugi meliputi bunga sesuai nilai pasar yang berlaku pada saat ekspropriasi itu terjadi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terkait repatriasi penanaman modal, kedua negara sepakat tidak saling menghambat proses pengiriman dana antar-negara apalagi jika investor yang bersangkutan sudah melunasi kewajiban pajaknya. Kegiatan pengiriman dana dilakukan untuk menambah modal, transfer keuntungan netto termasuk deviden dan bunga, pembayaran hutang dan bunganya, pembayaran royalti dan uang jasa penanaman modal, hasil penjualan saham yang dimiliki pemegang saham asing, ganti rugi kerusakan atau kerugian, hasil atas likuidasi, serta upah tenaga kerja yang sudah memiliki izin;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kedua negara sepakat mengakui hak subrogasi yang dimiliki antar-investor. Caranya  dengan mengakui hak penjaminan yang dimiliki oleh perusahaan penjamin yang ditunjuk oleh investor itu sendiri. Subrogasi adalah penggantian hak-hak oleh pihak ketiga yang telah membayar kepada kreditur;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sengketa yang terjadi antara investor dengan salah satu negara sepakat diselesaikan secara damai. Jika dalam waktu 12 (dua belas) bulan tidak kunjung mencapai jalan keluar, investor dapat mengajukan penyelesaiannya melalui the International Center for the Settlement of Investment Dispute untuk mengikuti prosedur arbitrase. Prosedur ICSID ditentukan oleh Washington Convention pada 18 Maret 1965 yang menyepakati penyelesaian perselisihan-perselisihan penanaman modal antar-negara, serta antar-warga negara dari negara berbeda;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perselisihan yang terjadi antara pemerintah Indonesia-Korea sepakat diselesaikan secara damai melalui perundingan diplomatik. Jika tidak kunjung mencapai hasil, kedua negara sepakat untuk mengikuti jalur Tribunal Arbitrase;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesepakatan masa berlaku P4M selama 10 tahun, dan akan terus berlaku untuk periode 10 tahun berikutnya. Masa berlaku tersebut akan terus berlanjut dengan sendirinya sampai salah satu pihak menyampaikan keberatannya secara tertulis.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sepertinya seluruh kesepakatan P4M Indonesia dengan negara lain hampir memiliki substansi yang sama. Demikian pula dengan klausul P4M yang dirumuskan oleh negara-negara lainnya juga nyaris tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Atau dengan kata lain,  hampir seluruh klausul P4M yang disepakati negara-negara di dunia telah memiliki standar baku yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, beberapa negara (yang maju dan berpikiran cerdas) telah meramu ulang klausul P4M agar sesuai dengan perkembangan, kepentingan dan kebutuhan negaranya. Fenomena ini didasari spirit bahwa perjanjian bilateral harus dapat memberi makna, penekanan dan mempertegas terhadap perjanjian regional dan plurilateral serta perjanjian multilateral yang telah ada. Selain itu mereka juga sadar bahwa sampai sejauh ini belum ada aspek hukum internasional yang memberi garis tegas terhadap format, penulisan maupun substansi BIT. Karena itu, mereka memanfaatkan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk merumuskan klausul P4M yang benar-benar dapat menciptakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daya saing&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perlindungan&lt;/span&gt; bagi kegiatan penanaman modal di negaranya. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-8821015853001046627?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8821015853001046627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8821015853001046627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/04/perjanjian-peningkatan-dan-perlindungan.html' title='Perjanjian Peningkatan Dan Perlindungan Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-6486880466903142735</id><published>2010-03-26T10:18:00.115+07:00</published><updated>2011-01-07T22:37:23.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerja Sama Penanaman Modal'/><title type='text'>Perjanjian Penanaman Modal Internasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah perang dunia berakhir dan setiap negara semakin memperkokoh kedaulatannya, setiap pemerintahan seperti berlomba-lomba menyusun kebijakan publik yang protektif.  Pengawasan dan pembatasan aliran investasi dijalankan secara ketat bahkan dengan menjaga jarak terhadap investor asing. Bahkan mereka yakin bahwa kebijakan pemerintahan yang tertutup dapat melindungi sumber daya alam, perusahaan negara dan investor domestiknya dari kepentingan pihak asing. Dengan demikian, mereka juga ingin memastikan supaya warga negaranya dapat terlibat dalam setiap aktivitas industri di negerinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun era keterbukaan sudah mempengaruhi dunia. Kebijakan publik yang protektif menjadi tidak populer. Semangat integrasi ekonomi dunia telah mendorong negara-negara untuk saling menciptakan hukum  nasional yang dapat bersinergi dengan hukum internasional. Perdebatan untuk mencari cara yang efektif dalam menarik penanaman modal langsung (serta manfaat apa yang dapat diperolehnya dari sana) lebih disukai ketimbang berpolemik dalam soal yuridiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perkembangan globalisasi,  peran dan campur tangan pemerintah dalam menentukan fungsi pasar menjadi semakin tidak leluasa. Dalam liberalisasi ekonomi seperti ini, kerangka hukum internasional seakan menyatu dengan kerangka hukum nasional. Penyatuan itu kemudian menciptakan sinergi  dan kolaborasi dalam menentukan fungsi pasar di setiap negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyatuan tersebut ternyata juga lebih bermanfaat.  Para pelaku investasi merasa lebih diuntungkan karena aktivitasnya jauh lebih terlindungi. Segala upaya yang dapat mendistorsi kegiatan usaha, baik di lingkup bilateral, regional maupun multilateral seakan dapat dinetralisir oleh penyatuan kedua kerangka hukum tersebut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya negara-negara di dunia sudah lama memikirkan konsep liberalisasi ekonomi. Peristiwanya dimulai dari The United Nations Monetary and Financial Conference  yang diselenggarakan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat. Pada Bretton Woods Conference, 730 delegasi dari 44 negara yang hadir sepakat untuk merumuskan the International Bank for Reconstruction and  Development (IBRD), the General Agreement on Tariffs and Trade (GATT), serta the  International Monetary Fund (IMF). Pertemuan yang berlangsung di Mount Washington Hotel selama  1-22 Juli 1944  tersebut telah menyadarkan negara-negara dunia bahwa kebersamaan dalam menjalankan ekonomi akan memberikan hasil yang lebih efektif ketimbang dilaksanakan sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran itu mencapai puncaknya pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;United Nations Conference on Trade and Employment&lt;/span&gt; di Havana pada 24 Maret 1948. Pada pertemuan itu, 53 negara yang hadir sepakat menuangkan komitmen mereka pada Havana Charter. Dan salah satu komitmennya adalah pendirian organisasi untuk membahas masalah perdagangan dunia melalui the International Trade Organization --namun  ITO Charter tidak pernah diratifikasi oleh Senat Amerika. Puncak keinginan untuk meniadakan hambatan perdagangan internasional kemudian dituangkan ke dalam  General Agreement on Tariff and  Trade (United Nations, 1949).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Januari 1995, keberadaan ITO digantikan oleh World Trade Organization. WTO merupakan organisasi internasional yang mengawasi persetujuan-persetujuan yang mendefinisikan tentang aturan perdagangan di antara anggotanya. Karena itu keberadaan WTO diposisikan untuk menggantikan GATT, perjanjian yang meniadakan hambatan perdagangan internasional yang disepakati oleh negara-negara dunia pasca-Perang Dunia II. Seluruh prinsip dan semangat GATT ini kemudian diambil  alih dan diperluas oleh WTO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dalam setiap pertemuan membahas soal perdagangan, namun negara-negara dunia mulai menyadari kebersamaan dalam merumuskan prinsip-prinsip internasional tentang penanaman modal. Mulai dekade tersebut,  mereka sepakat bahwa persoalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daya saing&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perlindungan&lt;/span&gt;  penanaman modal akan  ditangani (diatur)   secara komprehensif dan kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu pula yang mendasari ketika pemerintah (Indonesia) melakukan perjanjian penanaman modal internasional. Misalnya seperti dalam: &lt;span style="line-height: 115%;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Joint Statement  by the President of the  Republic of Indonesia and the Prime Minister  of the Republic of  Singapore on the Occasion of the Signing of the  Framework Agreement on  Economic Cooperation Between the Government of  the Republic of Indonesia  and the Government of the Republic of  Singapore in the Islands of  Batam, Bintan and Karimun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;framework agreement&lt;/span&gt; yang ditandatangani Presiden Republik  Indonesia  dan Perdana Menteri Republik Singapura pada 25 Juni 2006, kedua negara sepakat untuk mendorong &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daya saing&lt;/span&gt; ekonomi Batam,  Bintan dan Karimun agar memiliki celah pasar regional  maupun internasional yang lebih lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Indonesia, kerja sama ekonomi dengan Singapura akan memberikan keuntungan secara makro. Jika daya tarik ekonomi kawasan  (wilayah) sudah terbentuk, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi nasional dapat turut terdorong maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan kerja sama itu, spirit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perlindungan&lt;/span&gt; penanaman modal dapat dilakukan oleh pemerintah. Hal itu dibuktikan dengan cara menjaga hak pengalihan aset, hak melakukan transfer  serta hak repatriasi yang dimiliki para investor. Sepanjang telah memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya di bidang penanaman modal, hak-hak penanaman modal tersebut harus mendapat pengawalan yang baik oleh pemerintah, sehingga investor merasa nyaman berinvestasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Umpan balik kenyamanan berinvestasi biasanya terjadi jika harmonisasi dalam kegiatan penanaman modal dapat terjadi. Harmonisasi itu dapat tercipta dengan sendirinya apabila pemerintah dapat menjelaskan batasan hak, kewajiban dan tanggung jawab investor secara tegas dan transparan dan kemudian turut  menjaga batasan tersebut secara konsekuen. Harmonisasi dapat lebih ditingkatkan apabila keseluruhan batasan-batasan tersebut dapat terangkai dalam format perjanjian internasional yang kemudian disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk harmonisasi dalam penanaman modal dapat terwujud jika kelancaran dalam hak pengalihan aset dan hak untuk melakukan transfer serta repatriasi yang dilakuan investor dapat berjalan dengan baik. Karena itu, harmonisasi penanaman modal tidak lain merupakan ujud dari intensitas hubungan dan interdependensi antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stakeholders&lt;/span&gt; investasi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shareholders&lt;/span&gt; investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan yang gemar melindungi aktivitas investasi, biasanya akan membentuk investor yang patuh dan bertanggung jawab dengan hukum,  taat dalam mematuhi kewajiban fiskal dan kewajiban sosial, baik ketika menjalankan hak pengalihan aset, hak transfer maupun hak repatriasinya. Biasanya peran perjanjian penanaman modal internasional lebih ditujukan untuk menghindari terjadinya perselisihan penanaman modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jangka panjang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;international investment agreement&lt;/span&gt; bermanfaat untuk menciptakan asas perlindungan yang kemudian  memberikan efek kepastian hukum kepada para investor. Pada sisi lain, melalui perjanjian tersebut, investor semakin dipertegas untuk menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang sehat. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku investor yang menghormati tradisi budaya masyarakat setempat serta mampu melaksanakan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat. Karena itu, isu penanaman modal yang sering menjadi pokok bahasan dalam  fora kerja sama penanaman modal internasional, biasanya meliputi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ekses  perkembangan kegiatan ekonomi yang ditimbulkan oleh penanaman modal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;admission and establishment&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iklim  persaingan usaha yang sehat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;competition&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mekanisme  dan prosedur penyelesaian sengketa antara investor dengan negara (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dispute settlement investor to state&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mekanisme  dan prosedur penyelesaian sengketa antara negara dengan negara (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dispute settlement state to state&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketenagakerjaan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;employment&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persoalan  lingkungan hidup (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;environment&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlakuan  adil dan perlindungan keamanan menyeluruh bagi kegiatan investasi,  antara lain: kerusakan investasi oleh kejahatan dan kebakaran, serta  perlindungan terhadap hak cipta dan hak paten (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fair and equitable treatment or full protection and security&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketentuan penanaman modal yang dimiliki negara asal investor (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;home country measures&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketentuan penanaman modal yang dimiliki negara tempat berinvestasi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;host country operational measures&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kegiatan  transaksi ilegal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;illicit payments&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Insentif  dan fasilitas investasi yang promotif (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;incentives&lt;/span&gt;), antara lain: insentif mata uang, komersial atau  pengurangan pajak, keuangan serta bea cukai;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketentuan penanaman modal yang terkait dengan perdagangan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;investment-related  trade measures&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlindungan keamanan serta perlakuan yang  setara dengan sesama investor asing lainnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;most-favoured-nation treatment&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlindungan  keamanan serta perlakuan yang setara dengan investor domestik (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;national treatment&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggung  jawab sosial perusahaan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;social  responsibility&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Substansi kontrak yang dirumuskan negara (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;state contracts&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ganti rugi pengambil-alihan  investasi oleh negara (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;taking of  property&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perpajakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;taxation&lt;/span&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jaminan  transfer termasuk dalam mata uang asing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;funds transfer&lt;/span&gt;). Biasanya untuk transaksi yang terkait  dengan penanaman modal, keuntungan, bunga, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;capital gain&lt;/span&gt;, dividen, royalti, repatriasi investasi   maupun biaya lainnya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transfer teknologi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;technology transfer&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tranfer  harga (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pricing transfer&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transparansi  birokrasi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;transparency&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;embed src="http://www.filefactory.com/widget/folder.swf" quality="high" id="flashElement" wmode="transparent" name="widget" allowscriptaccess="always" menu="false" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" flashvars="hash=b134f51afc316d60&amp;amp;mainColor=040404&amp;amp;contentColor=02010f&amp;amp;textColor=ffeff1&amp;amp;highlightColor=17122f" type="application/x-shockwave-flash" width="540" align="middle" height="320"&gt;&lt;/embed&gt;Dalam peta perundingan kerja sama internasional,  fora perjanjian  penanaman modal dapat berupa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perjanjian multilateral&lt;/span&gt; (forum kerja sama  yang disepakati oleh hampir seluruh atau banyak negara), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perjanjian  regional dan plurilateral&lt;/span&gt; (forum kerja sama yang disepakati hanya  beberapa negara tertentu), maupun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perjanjian bilateral&lt;/span&gt; (forum  kerja sama yang disepakati oleh dua negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;International Monetary Fund, World Intellectual Property Organization, dan World Trade Organization  adalah lembaga internasional yang sering menyuarakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;forum multilateral &lt;/span&gt;dalam rangka mendorong kelahiran kesepakatan internasional tentang penanaman modal. Bahkan beberapa perjanjian investasi multilateral didorong oleh konvensi penyelesaian perselisihan investasi antara negara dengan investor asing  yang sudah disepakati sejak tahun 1965.  Karena itu Bank Dunia berupaya memfasilitasi kelahiran kerangka kerja penyelesaian sengketa penanaman modal secara komprehensif ke dalam MIGA. Mulai tahun 1986, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Multilateral Investment Guarantee Agency&lt;/span&gt; berfungsi untuk memberikan jaminan terhadap resiko non-kemersial yang dialami perusahaan investasi yang menjadi anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum WTO juga telah beberapa kali menghasilkan komitmen tentang penanaman modal, termasuk pula yang terjadi pada forum sebelumnya seperti pada Putaran Uruguay di tahun 1994. Contohnya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;General Agreement on Trade in Service&lt;/span&gt;  yang menekankan untuk menyiapkan model khusus dalam menangani kebijakan dan masalah penanaman modal. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trade Related Investment Measures&lt;/span&gt; (TRIMs) menyepakati agar ketentuan-ketentuan investasi yang dapat menghambat perdagangan dapat ditangani dengan baik. Sedangkan TRIPs menyepakati terhadap isu-isu yang pararel dengan konvensi hak kekayaan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fora regional dan plurilateral&lt;/span&gt;, kesepakatan penanaman modal biasanya lahir akibat keinginan melakukan integrasi ekonomi kawasan. Misalnya seperti yang terjadi dengan European Union, European Community  and African, Caribbean and Pacific Countries, NAFTA (integrasi ekonomi kawasan Amerika, Kanada dan Meksiko), maupun ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pengembangan fora regional dan plurilateral bisa terjadi secara mengerucut maupun meluas. Dalam forum kerja sama regional ASEAN (termasuk pula ASEAN+mitra, East Asia Summit), kerja sama integrasi ekonomi kawasan yang mengerucut seperti dalam forum sub-regional  (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle,  Indonesia-Malaysia-Singapore Growth Triangle, Brunei  Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asia Growth Area,  Australia-Indonesia Development Area).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pengembangan fora regional dan plurilateral yang meluas terdapat pada forum kerja sama inter-regional. Misalnya seperti yang terjadi pada Asia Europe  Meeting, Asia Pacific Economic Cooperation, dan Senior Finance Officer  Meeting. Namun demikian, forum kerja sama tersebut tetap ingin mewujudkan semangat kawasan perdagangan bebas (liberalisasi ekonomi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangka ASEAN, kesepakatan penanaman modal justru menjurus untuk saling  bersinergi dan berkolaborasi antar-negara anggota. Misalnya seperti keinginan untuk saling mempromosikan dan memajukan investasi daerah antar-kawasan.   Berdasarkan kerangka perjanjian tentang investasi daerah ASEAN,  seluruh negara anggota sepakat untuk saling mempromosikan investasi daerah antar-kawasan dan  melakukan liberalisasi peraturan investasi. Negara anggota ASEAN juga sepakat untuk mewujudkan konsep &lt;span style="font-style: italic;"&gt;national treatment&lt;/span&gt; (dalam rangka penghapusan tindakan diskriminatif dan penerapan peraturan sama diantara para anggota), serta meningkatkan transparansi regulasi dan menyediakan sistem penyelesaian sengketa antar-negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fora bilateral&lt;/span&gt;, kesepakatan yang timbul biasanya didasari semangat untuk memberikan perlindungan investasi dan komitmen untuk menciptakan kebijakan yang mendukung dan mempromosikan investasi di kedua negara.  Seperti yang digambarkan dalam 2.300 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bilateral investment treaties (BIT)&lt;/span&gt; yang ditandatangani sepanjang 1960-1990, biasanya dua negara saling sepakat dalam soal:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nasionalisasi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hak transfer dan repatriasi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyelesaian sengketa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Non-diskriminasi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Subrogasi;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semula forum bilateral diselenggarakan untuk menciptakan hubungan baik dalam bidang penanaman modal antara negara maju dan berkembang. Dalam perkembangannya kemudian, BIT bermanfaat untuk menciptakan kerja sama penanaman modal antar-negara berkembang, negara berkembang dengan negara yang ekonominya dalam masa transisi, maupun negara berkembang dengan negara sosialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh dua negara bersepakat yang cerdas, biasanya BIT dimanfaatkan sebagai instrumen untuk lebih memberi penekanan (dan pengembangan) terhadap kesepakatan perjanjian penanaman modal yang lebih luas. Atau dengan kata lain, bagi negara yang berpikiran maju, BIT sering digunakan sebagai momentum untuk mempercepat dan mempertegas implementasi perjanjian penanaman modal yang bersifat multilateral maupun regional dan plurilateral. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-6486880466903142735?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6486880466903142735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6486880466903142735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/03/spirit-kerja-sama-penanaman-modal.html' title='Perjanjian Penanaman Modal Internasional'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-4677236041970341517</id><published>2010-02-22T08:05:00.016+07:00</published><updated>2010-10-06T07:54:24.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LKPM'/><title type='text'>Kiat Mengisi LKPM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai format isian yang menjelaskan tentang perkembangan kegiatan perusahaan, terkadang pekerjaan menyusun LKPM sangat menjemukan, apalagi mesti disampaikan secara berkala. Terlebih di sana investor juga mesti menjelaskan kendala yang dihadapi sewaktu menjalankan kegiatan investasi. Sebab, apakah pemerintah dapat segera turun tangan  memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt; terhadap permasalahan yang diuraikan di dalam LKPM?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, LKPM tetap mesti disusun oleh perusahaan dan disampaikan kepada instansi penanaman modal sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki. Berikut ini petunjuk tentang pengisian  LKPM sesuai format pertanyaan yang diajukan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama perusahaan&lt;/span&gt;: jawab sesuai nama yang tercantum dalam anggaran dasar yang dimiliki perusahaan. Jika perusahaan telah melakukan perubahan anggaran dasar, sesuaikan dengan nama baru yang disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akta pendirian&lt;/span&gt;: sebutkan sesuai  nomor dan tanggal pendirian perusahaan yang tertera pada akta pendirian perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama notaris&lt;/span&gt;: jawab sesuai nama notaris yang membuat akta perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengesahan Kementerian Hukum dan HAM&lt;/span&gt;: isi dengan nomor dan tanggal sesuai surat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nomor Pokok Wajib Pajak&lt;/span&gt;: isi sesuai dengan NPWP perusahaan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pajak;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alamat korespondensi&lt;/span&gt;: uraikan alamat kantor pusat perusahaan yang terdiri: nama gedung, nama jalan, kota, kode pos, nomor telepon, nomor faksimile dan alamat email;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bidang usaha&lt;/span&gt;: jawab sesuai nama bidang usaha yang tercantum pada Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal, Izin Usaha atau Izin Usaha Tetap;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lokasi proyek&lt;/span&gt;: jelaskan alamat  lokasi atau keberadaan proyek yang terdiri: nama jalan, kelurahan/desa, kabupaten/kota dan nama provinsi yang disertai nomor telepon dan nomor faksimile;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perizinan dan nonperizinan penanaman modal yang dimiliki&lt;/span&gt;: isi seluruh perizinan yang telah diperoleh baik dari instansi pusat maupun daerah beserta tanggal dan nomor perizinannya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Realisasi modal tetap&lt;/span&gt;: jika PMDN sebutkan dengan mata uang rupiah (Rp) dan PMA sebutkan dengan mata uang dolar Amerika (US$).  Realisasi modal tetap  untuk pembelian dan pematangan tanah ditulis berdasarkan nilai perolehan (pembelian) beserta pematangan tanah. Realisasi modal tetap untuk bangunan dan gedung yang dihitung termasuk nilai bangunan pabrik, gudang dan prasarana di dalam lokasi proyek. Realisasi modal tetap untuk mesin, peralatan dan suku cadang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;spareparts&lt;/span&gt;) yang dihitung termasuk yang impor maupun pembelian lokal, serta peralatan pencegah pencemaran lingkungan. Realisasi modal tetap lain-lain yang dinilai termasuk alat angkut, peralatan kantor, inventaris kantor dan biaya studi kelayakan. Selanjutnya kolom sub-total merupakan jumlah penggunaan dana dari seluruh modal tetap;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Realisasi modal kerja&lt;/span&gt;: jelaskan jumlah realisasi pengeluaran modal tidak tetap pada setiap perputaran fase produksi. Pada sektor industri, fase &lt;span style="font-style: italic;"&gt;turn over&lt;/span&gt; modal kerja produksi  terjadi setiap tiga bulan.  Komponen modal kerja yang dihitung termasuk pengeluaran bahan baku, bahan penolong, gaji, upah karyawan, dan biaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overhea&lt;/span&gt;d. Cantumkan nilai kurs jika terjadi konversi pembiayaan dari mata uang Amerika ke mata uang Indonesia atau sebaliknya. Selanjutnya bagi proyek PMA alih status  tetap menggunakan mata uang rupiah bila dalam Izin Usaha atau Persetujuan Penanaman Modal dinyatakan dalam rupiah (Rp) ;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Realisasi sumber pembiayaan dari modal sendiri&lt;/span&gt;: uraikan realisasi modal saham yang disetor para pemegang saham selama pelaksanaan kegiatan penanaman modal dalam periode laporan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Realisasi sumber pembiayaan dari modal pinjaman&lt;/span&gt;: jawab sesuai nilai modal pinjaman dalam dan luar negeri baik dalam bentuk valuta asing maupun rupiah yang diterima perusahaan selama periode laporan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Realisasi sumber pembiayaan dari laba ditanam kembali&lt;/span&gt;: hanya diisi bagi proyek perluasan sesuai nilai laba yang ditanam kembali oleh perusahaan sepanjang periode laporan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Realisasi modal perseroan dari peserta Indonesia dan dari peserta asing&lt;/span&gt;: hanya diisi jika menyertakan modal asing. Penyertaan modal sesuai dengan nama dan nilai penyertaan saham yang tercantum dalam anggaran perseroan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Realisasi modal perseroan berupa modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal yang disetor&lt;/span&gt;: uraikan sesuai nilai  modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor yang tertera pada anggaran dasar perseroan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyelesaian fisik terhadap luas penggunaan tanah&lt;/span&gt;: isi sesuai pelaksanaan pengadaan atau penggunaan tanah yang dinyatakan dalam meter persegi (hektar);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyelesaian fisik terhadap pembangunan gedung&lt;/span&gt;: jawab sesuai pelaksanaan pembangunan gedung yang dinyatakan dalam persentase selama dalam periode laporan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyelesaian fisik terhadap pemasangan mesin/peralatan&lt;/span&gt;: uraikan sesuai pelaksanaan impor mesin, peralatan dan suku cadang beserta pemasangannya yang dinyatakan dalam persentase selama dalam periode laporan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan tenaga kerja Indonesia&lt;/span&gt;: jawab sesuai jumlah tenaga kerja yang diserap dalam pelaksanaan proyek penanaman modal, termasuk tenaga kerja pembangunan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;erector&lt;/span&gt;), musiman dan borongan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan tenaga kerja asing&lt;/span&gt;: uraikan sesuai jumlah tenaga kerja asing yang dipekerjakan yang telah memiliki Izin Kerja Tenaga Asing (IMTA);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produksi barang/jasa dan pemasaran per tahun&lt;/span&gt;: pada kolom jenis barang/jasa diisi keterangan jenis barang/jasa seperti yang tercantum dalam Izin Usaha, persetujuan pertama, perluasan, alih status atau perubahannya. Pada kolom satuan diisi dengan satuan yang tercantum dalam Izin Usaha, persetujuan pertama, perluasan, alih status atau perubahannya. Pada kolom kapasitas izin diisi sesuai dengan yang tercantum dalam Izin Usaha atau persetujuan. Pada kolom kapasitas terpasang diisi dengan kapasitas mesin atau peralatan yang dioperasikan secara optimal atau berdasarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shift&lt;/span&gt; kerja. Pada kolom realisasi produksi diisi berdasarkan jumlah produksi yang dihasilkan dalam satu tahun periode laporan. Data pada kolom realisasi produksi akan berdampak luas, karena bila kapasitas produksi yang diisi melebihi 30% dari kapasitas terpasang (sesuai Izin Operasional), maka perusahaan wajib mengajukan perluasan proyek. Pada kolom nilai ekspor dinyatakan berdasarkan realisasi ekspor perusahaan dalam bentuk mata uang dollar Amerika sepanjang periode laporan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban perusahaan terhadap lingkungan (sesuai UKL atau UPL)&lt;/span&gt;: cantumkan apakah perusahaan sudah menyusun UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). UPL dan UKL ditujukan bagi proyek yang kegiatannya tidak berdampak penting (atau secara teknologi dapat dikelola) yang disusun melalui formulir dari instansi teknis terkait. UKL dan UPL merupakan bagian dari dokumen AMDAL perusahaan dalam rangka mentaati kewajiban lingkungan yang diatur dalam Izin Usaha,  persetujuan atau mengikuti persyaratan bidang usaha tertentu berdasarkan kapasitas produksi;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban perusahaan terhadap lingkungan (sesuai ANDAL)&lt;/span&gt;: jawab sesuai  nomor dan tanggal persetujuan RKL atau RPL yang dikeluarkan Komisi AMDAL pusat maupun daerah. Hal tersebut ditetapkan dalam Izin Usaha, persetujuan atau  mengikuti persyaratan bidang usaha tertentu berdasarkan kapasitas produksi.  ANDAL (Studi Analisis Dampak Lingkungan Hidup) merupakan bagian dari dokumen AMDAL yang memuat RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup) dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban perusahaan untuk bermitra&lt;/span&gt;: uraikan bila perusahaan memiliki kewajiban kemitraan karena bergerak pada bidang usaha tertentu yang memang mewajibkan untuk itu. Jenis kemitraan perusahaan dijalankan bersama usaha kecil/menengah;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban perusahaan untuk melakukan pelatihan tenaga kerja Indonesia&lt;/span&gt;: isi bila perusahaan mempekerjakan tenaga kerja asing. Kewajiban tersebut dilakukan dalam rangka transfer teknologi kepada tenaga kerja Indonesia dalam bentuk program pelatihan tertentu pada sejumlah tenaga kerja;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban perusahaan untuk menjalankan CSR&lt;/span&gt;: hanya diisi bila perusahaan telah melakukan kegiatan sosial atau meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi proyek;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban perusahaan lain-lain&lt;/span&gt;: hanya diisi bila perusahaan mendapat tanggung jawab khusus terhadap lokasi proyek atau bidang usaha penanaman modalnya;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Permasalahan yang dihadapi perusahaan&lt;/span&gt;: uraikan sesuai dengan permasalahan dan hambatan yang timbul dalam pelaksanaan proyek. Misal seperti masalah pertanahan, masalah ketenagakerjaan, masalah pemasaran serta upaya yang telah dilakukan disertai usul dan saran penyelesaiannya. Jawaban dapat ditulis pada lembar terpisah jika hal yang akan diungkapkan perusahaan sangat banyak;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sejatinya LKPM disusun dan ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan  dengan mencantumkan nama jelas, jabatan serta stempel perusahaan. Cantumkan pula nama, jabatan, nomor telepon dan alamat email petugas perusahaan yang ditugaskan untuk mengklarifikasi substansi LKPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena LKPM merupakan kegiatan berkala, sebaiknya perusahaan selalu menyimpan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; dari laporan sebelumnya dengan baik. Selain sebagai acuan pada pengisian LKPM berikutnya, juga dalam rangka memudahkan  pembuatan LKPM karena tidak perlu mengisi ulang terhadap data dan informasi yang  tidak mengalami perubahan. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-4677236041970341517?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4677236041970341517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4677236041970341517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/kiat-mengisi-lkpm.html' title='Kiat Mengisi LKPM'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-3270258519663345025</id><published>2010-02-15T17:39:00.019+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perseroan Terbatas'/><title type='text'>Cara Mendirikan Bentuk Badan Usaha Perseroan Terbatas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perseroan Terbatas (PT) adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal yang didirikan berdasarkan kesepakatan (perjanjian) bersama. Kegiatan usaha badan hukum tersebut mengandalkan modal dasar yang dimiliki, yakni berupa seluruh nilai nominal saham miliknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perseroan dapat didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih, tentunya melalui akta notaris yang dibuat dalam bahasa Indonesia. Modal dasar yang harus disiapkan untuk mendirikan perseroan, minimal sebesar Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah), dan pada saat itu para pendirinya sudah harus mengambil porsi sahamnya masing-masing. Namun demikian, paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) modal dasar persero harus ditempatkan secara penuh. Dan itu harus ditunjukkan melalui bukti setor yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk pula ketika mengeluarkan saham untuk menambah modal yang akan ditempatkan, persero juga harus memastikan bahwa dana segar yang diterimanya akan disetor secara penuh. Hal ini menjadi penting karena akan segera dialami oleh perseroan yang memiliki jumlah pemegang saham kurang dari 2 (dua) orang.  Bagi perseroan itu, dalam waktu paling lambat 6 (enam) bulan sejak memperoleh status badan hukum, ia wajib mengalihkan sebagian sahamnya kepada orang lain, atau mengeluarkan saham baru kepada orang lain, .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aturan mengenai pendirian perseroan oleh 2 (dua) orang atau lebih menjadi tidak berlaku bagi perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki negara (badan usaha milik negara yang berbentuk perseroan). Sama halnya dengan perseroan yang mengelola bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, serta lembaga lainnya yang diatur oleh Undang Undang Pasar Modal, juga tidak berlaku ketentuan boleh didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendiri perseroan harus mampu merumuskan maksud dan tujuan perseroannya secara jelas, dan mengetahui  spesifikasi sektor usahanya dengan cermat. Mereka harus memahami kriteria bidang usaha yang akan dikelola sesuai dengan  &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20b43g/n/Perpres_No_76_Th_2007_KRITERIA_BIDANG_USAHA_PM.pdf"&gt;Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2007&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20b47f/n/Peraturan_Presiden_No_77_th_2007_DAFTAR_BIDANG_USAHA_YANG_TERTUTUP_DAN_TERBUKA_PM.pdf"&gt;Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2007&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20cc0c/n/Perpres_No_111Th_2007_DNI.pdf"&gt;Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2007&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menetapkan lokasi badan usahanya pada alamat yang sesuai dengan tempat kedudukannya, para pendiri perseroan dapat segera memproses penyusunan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/b037fg7/n/Draft_AKta_Pendirian_PT_PMA.pdf"&gt;akta pendirian perseroan&lt;/a&gt; dengan bantuan notariat. Akta Pendirian Perseroan memuat tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggaran Dasar&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keterangan lain&lt;/span&gt; yang terakit dengan pendirian perseroan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Anggaran Dasar, memuat tentang:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nama dan tempat kedudukan perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangka waktu berdirinya perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Besarnya jumlah modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah saham, klasifikasi saham jika ada, serta jumlah saham untuk setiap klasifikasi, hak-hak yang melekat pada setiap saham dan nilai nominal setiap saham;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama jabatan dan jumlah anggota direksi dan dewan komisaris;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tata cara pengangkatan, penggantian, pemberhentian anggota direksi dan dewan komisaris;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tata cara penggunaan laba dan pembagian dividen;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;B. Keterangan Lain, memuat tentang:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nama lengkap, tempat tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal dan kewarganegaraan pendiri perseorangan (atau nama, tempat kedudukan dan alamat lengkap serta nomor dan tanggal keputusan Kementerian Hukum dan HAM tentang pengesahan badan hukum dari pendiri perseroan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal, kewarganegaraan anggota direksi dan dewan komisaris yang pertama kali diangkat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama pemegang saham yang telah mengambil bagian saham, rincian jumlah saham, dan nilai nominal saham yang telah ditempatkan dan disetor;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dalam membuat akta pendirian kepada notaris, para pendiri perseroan dapat mewakilkan kepada orang lain melalui surat kuasa. Setelah selesai disusun, akta diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh pengesahan badan hukum perseroan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan pengesahan badan hukum dapat diajukan melalui sistem elektronik, yang disebut &lt;a href="http://www.sisminbakum.go.id/"&gt;Sistem Administrasi Badan Hukum&lt;/a&gt;. Data isian formulir SISMINBAKUM meliputi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nama dan tempat kedudukan perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangka waktu berdirinya perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alamat lengkap perseroan;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika mengisi formulir SISMINBAKUM, pemohon harus sudah mengajukan nama perseroan, agar sesuai dengan tata cara pemberian nama perseroan seperti yang diatur pemerintah. Apabila pemohon berhalangan dalam mengajukan nama perseroan dan mengisi formulir SISMINBAKUM, ia dapat memberi kuasa kepada notaris. Berdasarkan permohonan yang diterima dengan benar serta lengkap, paling lambat dalam waktu 60 (enam puluh) hari kerja, Menteri Hukum dan HAM akan menerbitkan Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum Perseroan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara pemberian nama perseroan sebagaimana yang diatur pemerintah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nama perseroan tidak boleh sama (mirip) dengan yang telah dipakai secara sah oleh perseroan lain;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama perseroan tidak bertentangan dengan upaya menciptakan ketertiban umum serta kesusilaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama perseroan tidak boleh mirip dengan nama lembaga negara, lembaga pemerintah serta lembaga internasional, kecuali telah mendapat izin dari yang bersangkutan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama perseroan harus sesuai dengan maksud, tujuan serta kegiatan usaha. Atau menunjukkan maksud dan tujuan perseroan saja tanpa nama diri;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama perseroan jangan menggunakan inisial (beberapa) angka, huruf atau rangkaian huruf yang tidak membentuk kata;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama perseroan jangan bermakna sebagai perseroan, badan hukum atau persekutuan perdata;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama perseroan harus didahului dengan frase "Perseroan Terbatas" yang disingkat PT;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi perseroan terbuka, pada akhir nama perseroan harus ditambah dengan singkatan "Tbk";&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sejatinya dengan telah berlaku &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20a13c/n/UU_No_40_Th_2007_Perseroan_Terbatas.pdf"&gt;Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas&lt;/a&gt;, pemerintah telah mereformasi dalam birokrasi permohonan pengesahan badan hukum perseroan. Beberapa langkah reformasi yang bertujuan menghemat biaya dan waktu serta memberikan pelayanan secara cepat, tepat serta transparan, meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Menyederhanakan Prosedur:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dengan menggunakan teknologi informasi, yakni melalui SISMINBAKUM, waktu penyelesaian pengesahan seharusnya hanya 14 (empat belas) hari setelah persyaratan dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan Pelayanan Satu Atap terhadap kewenangan yang dimiliki Menteri Hukum dan HAM, yang meliputi: pengesahan badan hukum perseroan, perubahan anggaran dasar, menyelenggarakan daftar perseroan, dan mengumumkan dalam Tambahan Berita Negara.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;B. Menyederhanakan Anggaran Dasar:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dilakukan dengan cara menyederhanakan isi dan materi akta anggaran dasar perseroan. Dalam undang-undang perseroan terbatas sebelumnya, pemerintah mengatur akta anggaran dasar perseroan ke dalam 28 (dua puluh delapan) pasal. Sementara dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pemerintah mengatur akta anggaran dasar perseroan hanya ke dalam 20 (dua puluh) pasal.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;C. Menyederhanakan Persyaratan, sehingga hanya melampirkan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Salinan akta pendirian perseroan serta salinan akta perubahan pendirian perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukti pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukti setor modal perseroan dari bank atas nama perseroan atau rekening bersama atas nama salah seorang anggota direksi. Atau pernyataan telah menyetor modal perseroan yang ditandatangani oleh semua anggota direksi bersama dengan pendiri serta semua anggota dewan komisaris perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat keterangan domisili perseroan dari lurah (kepala daerah)  atau pengelola gedung. Atau pernyataan domisili perseroan yang ditandatangani semua anggota direksi bersama dengan pendiri serta semua anggota dewan komisaris perseroan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dokumen pendukung lain dari instansi terkait sesuai peraturan yang berlaku. (Tim Editor)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-3270258519663345025?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3270258519663345025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3270258519663345025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mendirikan-bentuk-badan-usaha.html' title='Cara Mendirikan Bentuk Badan Usaha Perseroan Terbatas'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-3679579245938837403</id><published>2010-02-15T16:17:00.013+07:00</published><updated>2011-01-10T09:22:18.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerja Sama Penanaman Modal'/><title type='text'>Produk Hukum Kerja Sama Penanaman Modal Indonesia</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Denmark (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563539/Perpres33-2009P4MDenmark.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Iran (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563537/Perpres66-2008P4MIran.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesi-Finlandia &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563536/Perpres29-2008P4MFinlandia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Qatar (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563533/Perpres84-2007P4MQatar.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Kamboja (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563500/Keppres2-2000P4MKamboja.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;downlod&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Singapura (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563496/Perpres6-2006P4MSingapura.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Kuba (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563493/Kepres45-1999P4MKuba.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Rusia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563492/Perpres7-2009P4MRusia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Bangladesh  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563491/Keppres200-1998P4MBangladesh.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Denmark  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563453/Keppres90-1968P4MDenmark.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Maroko  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563452/Keppres170-1999P4MMaroko.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Thailand  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563451/Keppres90-1998P4MThailand.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Mongolia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563450/Keppres108-1998P4MMongolia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Vietnam  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563449/Keppres115-1993P4MVietnam.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Turki  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563448/Keppres107-1999P4MTurki.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Suriah  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563447/Keppres159-1998P4MSuriah.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Mauritius  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563446/Keppres110-1998P4MMauritius.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Argentina  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563445/Keppres167-2000P4MArgentina.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Yaman  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563444/Keppres109-1998P4MYaman.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Filipina  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563429/Keppres77-2002P4MFilipina.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Swedia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563428/Keppres68-1992P4MSwedia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Uzbekistan  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563427/Keppres83-1996P4MUzbekistan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Finlandia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563426/Keppres82-1996P4MFinlandia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Bulgaria  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563424/Keppres78-2004P4MBulgaria.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Rumania  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563423/Keppres61-1999P4MRumania.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Pakistan  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563422/Keppres63-1996P4MPakistan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Ukraina  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563420/Keppres66-1996P4MUkraina.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Chile  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563389/Keppres55-2000P4MChile.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Tunisia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563388/Keppres52-1992P4MTunisia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-OKI  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563387/Keppres57-1983P4MOKI.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Norwegia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563386/Keppres55-1994P4MNorwegia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Turkmenistan  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563385/Keppres60-1999P4MTurkmenistan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Hongaria  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563385/Keppres60-1999P4MTurkmenistan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Mesir  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563383/Keppres61-1994P4MMesir.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Spanyol  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563382/Keppres53-1995P4MSpanyol.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Belanda  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563381/Keppres58-1994P4MBelanda.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Italia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563380/Keppres60-1994P4MItalia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Kanada  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563351/Keppres30-1973JaminanInvestasiKanada.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Zimbabwe  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563350/Keppres46-1999P4MZimbabwe.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Belgia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563348/Keppres42-1972P4MBelgia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Malaysia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563346/Keppres34-1994P4MMalaysia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Korea  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563345/Keppres29-2001P4MKorea.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Aljazair  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563344/Keppres44-2001P4MAljazair.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Australia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563343/Keppres36-1993P4MAustralia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Ceko  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563342/Keppres50-1999P4MCeko.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Swiss  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563333/Keppres9-1976P4MSwiss.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Laos  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563332/Keppres15-1995Laos.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Jerman  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563331/Keppres7-1969P4MJerman.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Brunei-Malaysia-Singapura-Filipina-Thailand  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563330/1988P4MBrunei-Malaysia-Filipina-Singapura-Thailand.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Polandia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563329/Keppres13-1993P4MPolandia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Suriname  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563328/Keppres22-1996P4MSuriname.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Korea  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563327/Keppres8-1994P4MKorea.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Norwegia  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563326/Keppres7-1970P4MNorwegia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Sudan  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563325/Keppres24-2002P4MSudan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Perancis  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563324/Keppres10-1975P4MPerancis.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Jordania  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563267/JordanAgreement12-11-1996P4MwithIndonesia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-China  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563265/Keppres5-1995P4MChina.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Australian Treaty Series (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563264/AustralianTreatySeries19-1993P4MwithIndonesia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Inggris-Irlandia Utara  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563263/Keppres3-1977P4MInggris-IrlandiaUtara.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Jordan  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563261/Keppres5-1999P4MJordan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;P4M Indonesia-Srilanka  (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563259/Keppres6-1997P4MSriLanka.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joint Ministerial Statement AIDA (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563268/JointMinisterialStatement18-03-2005AIDA.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;American Exchange Note Investment Guaranties (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563266/AmerikaExchangeNoteInvestmentGuaranties7Januari67.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Economic Partnership Agreement Japan-Indonesia (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563262/EconomicPartnershipAgreement20-08-2007withJapan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Article 13 of IJEPA (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563260/ntingAgreementPursuanttoArticle13ofIJEPA20-08-2007.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konvensi MIGA (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563349/Keppres31-1986KonvensiMIGA.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerja Sama Ekonomi Menyeluruh ASEAN-China (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563347/eppres48-2004KerjaSamaEkonomiMenyeluruhASEAN-China.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerangka Persetujuan ASEAN (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563421/Keppres75-2001KerangkaPersetujuane-ASEAN.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerja Sama Ekonomi Batam-Singapura (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563425/Keppres64-1980KerjaSamaEkonomiBatamSingapura.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerja Sama Ekonomi Pembangunan ASEAN-Rusia (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563534/rpres69-2006KerjaSamaEkonomiPembangunanASEAN-Rusia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Slovakia (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563532/Perpres99-2006KerjaSamaEkonomiDenganSlovakia.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agreement Among The Government of Brunei Darussalam-The Republic of Indonesia-Malaysia-The Republic of the Philippines-The Republic of Singapore-The Kingdom of Thailand for The Promotion and Protection of Investment (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563531/ement15-12-1987forInvestmentPromotionandProtection.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendirian Pusat Promosi Trade-Tourism-Investment ASEAN (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563530/Perpres34-2009PendirianPusatPromosiTTIASEAN.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Belanda (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563499/Keppres303-1968KerjaSamaEkonomiBelanda.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerja Sama Ekonomi-Teknik Indonesia-Ekuador (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563498/Perpres17-2006KerjaSamaEkonomi-TeknikEkuador.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerja Sama Ekonomi-Teknik Indonesia-Azerbaijan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563497/es28-2009KerjaSamaEkonomidanTeknikdenganAzerbaijan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerja Sama Industri ASEAN (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563495/Perpres16-2006KerjaSamaIndustriASEAN.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerangka Kerja Sama ASEAN Integrasi Sektor-Sektor Prioritas (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563494/9KerangkaKerjaASEANIntegrasiSektor-SektorPrioritas.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Fourth Meeting of ASEAN Head of Investment Agencies (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563583/heFourthMeetingoftheASEANHeadsofInvestmentAgencies.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASEAN Protocol on Dispute Settlement Mechanism (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563582/SEANProtocol20-11-1996onDisputeSettlementMechanism.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The ASEAN Head of Investment Agencies Meeting (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563581/05-07-1996theASEANHeadsofInvestmentAgenciesMeeting.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frame Work Agreement on the ASEAN Investment Area (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563580/ameWorkAgreement07-10-1998ontheASEANInvestmentArea.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Protocol to Amend The Agreement Among The Government of Brunei Darussalam-The Republic of Indonesia-Malaysia-The Republic of the Philippines-The Republic of Singapore-The Kingdom of Thailand for The Promotion and Protection of Investments (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563579/l12-09-1996ToAmendInvestmentPromotionandProtection.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indonesia Temporary Exclusion List for Opening Up in AIA (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563578/IndonesiaTemporaryExclusionListForOpeningUpinAIA.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frame Work Agreement on the AIA (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563577/ameworkAgreement14-09-2001ontheASEANInvestmentArea.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Protocol to Amend the Agreement Among the Government of Brunei Darussalam-The Republic of Indonesia-Malaysia-The Republic of The Philippines-The Republic of Singapore-The Kingdom of Thailand for The Promotion and Protection of Investments (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563579/l12-09-1996ToAmendInvestmentPromotionandProtection.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indonesia Sensitive List for Opening Up in AIA (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563576/IndonesiaSensitiveListForOpeningUPinAIA.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Statement on Bold Measures at the Sixth ASEAN Summit (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563574/ement16-12-1998onBoldMeasuresattheSixthASEANSummit.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joint Press Statement of the ASEAN Heads Investment Agencies Meeting 1997 (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563575/-07-1997oftheASEANHeadsofInvestmentAgenciesMeeting.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563538/Perpres36-2008KemitraanEkonomiDenganJepang.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Undang-Undang Pembentukan WTO 1994 (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10563535/UU7-1994PembentukanWTO.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;); &lt;span style="font-size:78%;"&gt;FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-3679579245938837403?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3679579245938837403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3679579245938837403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/daftar-perjanjian-kerja-sama-penanaman.html' title='Produk Hukum Kerja Sama Penanaman Modal Indonesia'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-579668780480801395</id><published>2010-02-15T11:38:00.016+07:00</published><updated>2011-01-12T18:42:44.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembekuan Kegiatan Usaha'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Pembatalan Pembekuan  Kegiatan Usaha Serta Fasilitas Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Investor dapat dikenakan sanksi bila melalaikan kewajiban dan tanggung jawabnya, serta menyalahgunakan fasilitas penanaman modal yang dinikmati. Setelah diberi peringatan tertulis sebanyak tiga kali berturut-turut, masing-masing dalam tenggang waktu 1 (satu) bulan namun tidak juga ditanggapai, sanksi administratif akan dilanjutkan berupa pembatasan kegiatan usaha. Jika dalam satu bulan juga tidak mengindahkan, sanksi administratif akan diperberat menjadi pembekuan kegiatan usaha serta fasilitas penanaman modal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembekuan kegiatan usaha serta fasilitas penanaman modal (yang merupakan sanksi administratif lanjutan dari pembatasan kegiatan usaha) dapat berupa:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penghentian sementara sebagian kegiatan pada lokasi proyek (tempat usaha);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghentian sementara sebagian bidang usaha dari beberapa bidang usaha yang dimiliki perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembekuan terhadap fasilitas penanaman modal yang telah diberikan kepada perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Namun jika perusahaan telah merasa melakukan upaya perbaikan, ia dapat mengajukan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8ga/n/BentukPermohonan_Pembatalan_Pembekuan_Kegiatan_Usaha_-DALAK.pdf"&gt;permohonan pembatalan pembekuan kegiatan usaha serta fasilitas penanaman modal&lt;/a&gt; kepada BKPM atau instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota yang telah melayangkan  gugatan sanksi administratif kepadanya. Selanjutnya dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja setelah dilakukan BAP proyek, instansi penanaman modal tersebut akan menerbitkan surat Pembatalan Pembekuan Kegiatan Usaha serta Fasilitas Penanaman Modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya jika gugatan pembekuan kegiatan usaha akan dilayangkan kepada perusahaan yang memperoleh fasilitas, maka instansi penanaman modal provinsi dan kabupaten/kota yang akan mengenakan sanksi administratif tersebut harus memberitahukan kepada BKPM. Lalu bila perusahaan berniat baik untuk membenahi diri, ia dapat mengajukan permohonan pembatalan pembekuan kegiatan usaha serta fasilitas penanaman modal. &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/b01aghd/n/BentukPermohonan_Pembatalan_Pembekuan_Kegiatan_Usaha_atas_pembekuan_BKPM_PDPPM_PDKPM_DALAKS.pdf"&gt;Surat permohonan itu&lt;/a&gt; ditujukan kepada BKPM maupun instansi penanaman modal provinsi atau kabupaten/kota tempat di mana perusahaan memperoleh Pendaftaran, Izin Prinsip, Persetujuan atau Izin Usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima surat permohonan pembatalan, kemudian dilakukan penyusunan BAP proyek oleh Tim Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal yang dikoordinasikan oleh BKPM serta  instansi penanaman modal provinsi atau kabupaten/kota yang dimaksud. Dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah dilakukan BAP, surat Pembatalan Pembekuan Kegiatan Usaha serta Fasilitas Penanaman Modal akan diterbitkan. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-579668780480801395?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/579668780480801395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/579668780480801395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-pembatalan_2345.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Pembatalan Pembekuan  Kegiatan Usaha Serta Fasilitas Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-8335641679444022772</id><published>2010-02-15T10:52:00.007+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembatasan Kegiatan Usaha'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Pembatalan Pembatasan  Kegiatan Usaha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sanksi administratif dapat diberikan kepada penanam modal jika tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawab sebagai investor, atau bisa juga karena menyalahgunakan fasilitas penanaman modal yang dinikmati. Jika tidak mengindahkan peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut, dalam tenggang waktu masing-masing 1 (satu) bulan, investor dapat dikenakan sanksi  administratif berupa pembatasan kegiatan usaha.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembatasan kegiatan usaha adalah sanksi yang diberikan oleh BKPM, instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota (sesuai di mana perusahaan memperoleh Pendaftaran, Izin Prinsip, Persetujuan atau Izin Usaha) kepada perusahaan agar:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membatasi kegiatan usaha di salah satu atau beberapa lokasi (bagi perusahaan yang memiliki kegiatan di beberapa lokasi);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membatasi kapasitas produksi;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Namun apabila perusahaan merasa telah melakukan upaya-upaya perbaikan, ia dapat mengajukan permohonan pembatalan pembatasan kegiatan usaha. Permohonan tersebut diajukan melalui &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/b01ah14/n/Bentuk_Permohonan_Pembatalan_Pembatasan_Kegiatan_Usaha_DALAKS.pdf"&gt;surat pembatalan pembatasan kegiatan usaha&lt;/a&gt; kepada BKPM, instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota  yang telah melayangkan surat gugatan pembatasan kegiatan usahanya. Dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah dilakukan BAP proyek, surat pembatalan pembatasan kegiatan usaha akan diterbitkan. (Tim editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-8335641679444022772?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8335641679444022772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8335641679444022772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-pembatalan_15.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Pembatalan Pembatasan  Kegiatan Usaha'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-5639376632350942391</id><published>2010-02-15T09:43:00.009+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencabutan'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Pencabutan Izin Usaha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencabutan adalah tindakan administratif untuk membatalkan Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal maupun Izin Pendirian Kantor Perwakilan Perusahaan Asing. Sanksi administratif ini dikenakan kepada perusahaan yang telah memiliki kegiatan nyata atau memiliki Izin Usaha. BKPM, instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota terpaksa mencabut kembali surat perizinan yang telah diberikan kepada perusahaan karena melakukan penyimpangan dari peraturan surat perizinan penanaman modal yang telah mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, apabila investor memutuskan untuk menutup kegiatan investasinya, juga harus mengajukan permohonan ini. Caranya dengan mengajukan surat permohonan kepada BKPM atau instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota sesuai tempat di mana ia memperoleh surat perizinan sebelumnya. Persyaratan yang harus dilengkapi berupa:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8f7/n/Permohonan_Pencabutan_-DALAK.pdf"&gt;Surat permohonan pencabutan&lt;/a&gt; yang ditandatangani oleh direktur atau yang diberi kuasa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang berisi persetujuan (kesepakatan) pencabutan Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal, Izin Pendirian KPPA (kantor Perwakilan Perusahaan Asing), Izin Usaha maupun Izin Usaha Tetap;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta pendirian perusahaan beserta perubahannya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LKPM (laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan ditandatangani dan diajukan langsung oleh direksi perusahaan. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain dengan disertai surat kuasa bermaterai.  Berdasarkan surat permohonan yang diterima dengan lengkap dan benar, dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja, akan diterbitkan Pencabutan Pendaftaran Penanaman Modal/Izin Prinsip Penanaman Modal/Persetujuan Penanaman Modal atau Izin Usaha. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-5639376632350942391?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/5639376632350942391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/5639376632350942391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-pencabutan.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Pencabutan Izin Usaha'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-7043646245672034484</id><published>2010-02-15T07:55:00.011+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Acara Pemeriksaan'/><title type='text'>Berita Acara Pemeriksaan Proyek</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berita Acara Pemeriksaan proyek adalah laporan hasil pemeriksaan lapangan terhadap pelaksanaan kegiatan penanaman modal. Pemeriksaan lapangan ini perlu dilakukan untuk mengevaluasi fasilitas fiskal yang dinikmati perusahaan penanaman modal. Dari pemeriksaan lapangan secara langsung terhadap perusahaan penanaman modal, selanjutnya akan diputuskan, apakah perusahaan perlu diberikan sanksi, pembatalan sanksi serta keputusan evaluasi penanaman modal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejatinya kegiatan penyusunan BAP proyek lebih merupakan langkah proaktif BKPM serta instansi penanaman modal tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Langkah ini diperlukan untuk mengevaluasi perusahaan penanaman modal di wilayahnya (sesuai tingkat kewenangan). Namun demikian, karena BAP proyek menjadi dokumen yang harus dilampirkan investor ketika:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengajukan permohonan fasilitas impor bahan baku;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengajukan permohonan pencabutan proyek penanaman modal bagi perusahaan yang menikmati fasilitas impor mesin atau peralatan selama 5 (lima) tahun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengajukan permohonan pengenaan sanksi proyek;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengajukan permohonan pembatalan sanksi proyek;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Oleh karena itu, investor dapat secara proaktif mengajukan permohonan dibuatkan BAP sesuai keperluannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan pembuatan BAP diajukan dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8f1/n/Permohonan_BAP_-DALAK.pdf"&gt;surat permohonan BAP&lt;/a&gt; yang ditujukan langsung kepada BKPM maupun instansi penanaman modal tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Pembuatan BAP akan dilakukan oleh Tim Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal yang dibentuk oleh Kepala BKPM atau kepala instansi penanaman modal tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam batas waktu 2 (dua) hari kerja sejak permohonan BAP diterima,  BKPM atau  instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota harus segera memberitahukan Tim Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.  Selanjutnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak pemberitahuan diterima, Tim harus segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAP langsung dibuat di lapangan (lokasi proyek) oleh Tim Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal. Dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja, BAP harus sudah diterima oleh pejabat unit Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal  BKPM atau instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota. (Tim Editor)  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-7043646245672034484?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7043646245672034484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7043646245672034484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/berita-acara-pemeriksaan-proyek.html' title='Berita Acara Pemeriksaan Proyek'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-7328094413978098351</id><published>2010-02-13T15:12:00.012+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembatalan'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Pembatalan Pendaftaran, Izin Prinsip atau Persetujuan Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembatalan adalah tindakan administratif yang membuat Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal maupun Izin Pendirian Kantor Perwakilan Perusahaan Asing yang telah dimiliki perusahaan menjadi tidak berlaku. BKPM, instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota terpaksa membatalkan surat perizinan penanaman modal yang telah diterbitkan karena investor tidak kunjung merealisasikan kegiatan investasinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realisasi kegiatan investasi dapat dibuktikan secara administratif maupun fisik oleh perusahaan penanaman modal. Secara administratif dapat dilihat dari:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Akta pendirian perusahaan dan pengesahannya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Izin lokasi atau perjanjian sewa gedung;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat Persetujuan Fasilitas Bea Masuk Impor Barang Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;APIT (Angka Pengenal Impor Terbatas);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing) bagi yang menggunakan tenaga kerja warga negara asing pendatang;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;IMB (Izin Mendirikan Bangunan), atau;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Izin UUG/HO (Izin Undang-Undang Gangguan);&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Realisasi kegiatan investasi yang dibuktikan secara fisik oleh perusahaan penanaman modal meliputi:&lt;br /&gt;A. Kegiatan pokok bidang industri:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengadaan lahan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembangunan (sewa) gedung atau pabrik, atau;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengimporan mesin dan peralatan. Atau pembelian mesin dan peralatan produksi dalam negeri;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;B. Kegiatan pokok bidang usaha jasa:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengadaan lahan atau tempat usaha, atau;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembangunan (sewa) gedung atau pengadaan ruang perkantoran;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;C. Kegiatan pokok bidang usaha pertanian:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengadaan lahan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;D. Kegiatan pokok bidang usaha perikanan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengadaan kapal ikan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengadaan unit pengolahan ikan di darat;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Perusahaan penanaman modal bisa berinisiatif membatalkan kegiatan penanaman modal jika tidak sanggup merealisasikan kegiatan investasinya (baik secara administratif maupun fisik) sesuai waktu yang telah disepakati. Permohonan pembatalan diajukan kepada BKPM atau instansi penanaman modal provinsi maupun kabupaten/kota sesuai tempat di mana surat perizinannya (Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal maupun Izin Pendirian Kantor Perwakilan Perusahaan Asing) diperoleh. Dokumen yang dilengkapi meliputi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8f4/n/Permohonan_Pembatalan_-DALAK.pdf"&gt;Surat permohonan&lt;/a&gt; yang ditandatangani oleh direktur atau yang diberi kuasa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau pernyatakan para pihak yang menyetujui pembatalan Izin Prinsip atau Persetujuan Penanaman Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi kantor perwakilan perusahaan asing harus melampirkan surat pernyataan dari kantor pusat negara asal;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan diajukan langsung oleh direksi perusahaan dan jika berhalangan dapat menguasakan kepada pihak lain dengan disertai &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8f2/n/Surat_Kuasa_Permohonan_Pembatalan_-DALAK.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; bermaterai cukup. BKPM, instansi penanaman modal provinsi atau kabupaten/kota akan memproses permohonan pembatalan dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak permohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. Bentuknya adalah Surat Pembatalan Izin Prinsip/Persetujuan Penanaman Modal atau Surat Pembatalan Izin Pendirian Kantor Perwakilan Perusahaan Asing. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-7328094413978098351?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7328094413978098351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7328094413978098351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-pembatalan.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Pembatalan Pendaftaran, Izin Prinsip atau Persetujuan Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-8479687233107806966</id><published>2010-02-13T14:36:00.006+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat Kuasa'/><title type='text'>Tentang Surat Kuasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika direksi perusahaan sebagai pemohon penanaman modal berhalangan datang sendiri ke PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun PTSP kabupaten/kota, ia dapat mendelegasikan kepada pihak lain. Untuk proses itu maka harus dibuat &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8be/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; dan proses pendelegasiannya hanya diakui sampai (ke tangan) pihak ketiga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika pendelegasian kepada pihak kedua, maka pemohon (pihak pertama) harus memberi kuasa  dengan surat kuasa asli bermaterai cukup yang dilengkapi identitas diri yang jelas dari penerima kuasa (pihak kedua). Jika pihak kedua juga berhalangan, maka ia dapat mendelegasikan kepada pihak ketiga berupa &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8fa/n/Surat_Kuasa_HAk_Subtitusi.pdf"&gt;hak substitusi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian hak substitusi harus sepengetahuan pihak pertama disertai persetujuan tertulis. Jika tidak disetujui oleh pihak pertama, pihak kedua hanya dapat menerima kuasa tanpa bisa memberikan hak substitusi kepada pihak ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemohon adalah investor asing, &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8bg/n/Surat_Kuasa_Subtitusi.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; dibuat dihadapan notaris atau dicatat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;waarmerking&lt;/span&gt;) oleh notaris negaranya. Atau bisa juga surat kuasa pemohon dilegalisasi oleh Perwakilan Republik Indonesia yang berada di negara asal investor atau melalui perwakilan negara investor yang berada di Indonesia. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-8479687233107806966?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8479687233107806966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8479687233107806966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/tentang-surat-kuasa.html' title='Tentang Surat Kuasa'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-6016136923043529893</id><published>2010-02-13T07:28:00.012+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Nonfiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Perpanjangan IMTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perusahaan penanaman modal dan KPPA (Kantor Perwakilan Perusahaan Asing) dapat memperpanjang masa berlaku Surat Keputusan IMTA yang telah diperoleh. Itu bila masa berlaku 1 (satu) tahun yang ditetapkan dalam Surat Keputusan IMTA dirasakan kurang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Perpanjangan IMTA diajukan dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e793/n/Form_IMTA_amp_TA01-PERIZINAN.pdf"&gt;formulir IMTA&lt;/a&gt;, dan dalam pengajuannya memiliki kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bagi TKA yang berlokasi kerja lebih dari 1 (satu) wilayah provinsi atau bekerja pada KPPA, permohonan perpanjangan IMTA diajukan ke PTSP BKPM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi TKA yang berlokasi kerja di lintas wilayah kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi, permohonan perpanjangan IMTA diajukan ke PTSP provinsi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi TKA yang berlokasi kerja dalam 1 (satu) kabupaten/kota, permohonan perpanjangan IMTA diajukan ke PTSP kabupaten/kota;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan perpanjangan IMTA harus dilakukan paling lambat 30 hari sebelum SK IMTA dari TKA habis masa berlakunya. Permohonan diajukan dengan formulir IMTA dengan dilengkapi persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rekaman Surat Keputusan IMTA yang telah dimiliki (yang akan diperpanjang);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukti pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing dari bank yang ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman polis asuransi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Program pendidikan dan pelatihan TKI pendamping;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Surat Keputusan RPTKA yang masih berlaku;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan ditandatangani dan diajukan sendiri oleh direksi perusahaan ke pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang ditempatkan di PTSP BKPM.  Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain dengan surat kuasa bermaterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan permohonan yang diterima, Surat Keputusan Perpanjangan IMTA akan diterbitkan oleh pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di PTSP BKPM dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak permohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-6016136923043529893?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6016136923043529893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6016136923043529893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-perpanjangan_13.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Perpanjangan IMTA'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-3584221885267462786</id><published>2010-02-13T07:06:00.009+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Nonfiskal'/><title type='text'>Cara Memperoleh Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perusahaan penanaman modal maupun KPPA (Kantor Perwakilan Perusahaan Asing) yang akan mempekerjakan tenaga kerja asing wajib memiliki IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing). IMTA diajukan oleh perusahaan apabila calon TKA yang akan dipekerjakan telah memiliki Visa Untuk Bekerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan IMTA diajukan dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e793/n/Form_IMTA_amp_TA01-PERIZINAN.pdf"&gt;formulir IMTA&lt;/a&gt; dengan dilengkapi persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rekaman Perjanjian Kerja dengan perusahaan yang mempekerjakan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukti pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing dari bank yang ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman polis asuransi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman surat pemberitahuan tentang persetujuan pemberian visa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasfoto berwarna ukuran 4x6 sebanyak 2 (dua) lembar;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan ditandatangani dan diajukan sendiri oleh direksi perusahaan ke pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang ditempatkan di PTSP BKPM.  Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain dengan surat kuasa bermaterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan permohonan yang diterima, Surat Keputusan IMTA akan diterbitkan oleh pejabat Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi di PTSP BKPM dalam waktu 3 (tiga) hari kerja, sejak permohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. Surat Keputusan IMTA berlaku 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang jika diperlukan. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-3584221885267462786?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3584221885267462786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3584221885267462786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-memperoleh-izin-mempekerjakan.html' title='Cara Memperoleh Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-2921489552419653706</id><published>2010-02-13T06:39:00.011+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Nonfiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Visa Untuk Bekerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TKA (Tenaga Kerja Asing) yang akan bekerja pada perusahaan penanaman modal dan KPPA (Kantor Perwakilan Perusahaan Asing) wajib memiliki Visa Untuk Bekerja. Visa tersebut harus dimiliki sebelum tiba di Indonesia, sehingga dapat diurus melalui Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri (di negara asal tempat calon TKA bermukim).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memperoleh Visa Untuk Bekerja, perusahaan penanam modal yang menjadi tempatnya bekerja harus memiliki rekomendasi untuk memperoleh Visa Untuk Bekerja. Rekomendasi tersebut dinamakan Rekomendasi TA.01 yang dapat diajukan ke PTSP BKPM dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e793/n/Form_IMTA_amp_TA01-PERIZINAN.pdf"&gt;formulir TA.01&lt;/a&gt;, disertai persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rekaman keputusan pengesahan RPTKA;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman paspor TKA yang bersangkutan yang masih berlaku;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daftar riwayat hidup terakhir (asli) yang ditandatangani oleh yang bersangkutan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman ijazah dan sertifikat pendidikan serta bukti pengalaman kerja dalam bahasa Inggris atau terjemahannya dalam bahasa Indonesia (oleh penerjemah tersumpah);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta atau risalah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tentang penunjukkan (pengangkatan) untuk jabatan direksi dan komisaris;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman surat penunjukkan TKI pendamping;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasfoto berwarna TKA yang bersangkutan, berukuran 4x6 sebanyak 1 (satu) lembar;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Permohonan ditandatangani oleh direksi perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat kuasa bermaterai cukup untuk pengurusan permohonan yang tidak dilakukan oleh direksi perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Rekomendasi TA.01 diterbitkan dalam 1 (satu) hari kerja sejak permohonan diterima dan dinyatakan lengkap serta benar oleh pejabat Imigrasi yang ditempatkan di PTSP BKPM. Rekomendasi yang berbentuk Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Visa tersebut berlaku dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak diterbitkan. Surat pemberitahuan itu akan dikirim langsung melalui telex ke Kantor Perwakilan Indonesia di negara pemohon Visa Untuk Bekerja oleh petugas Imigrasi di PTSP BKPM . (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-2921489552419653706?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2921489552419653706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2921489552419653706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-visa-untuk-bekerja.html' title='Cara Mengajukan Visa Untuk Bekerja'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-7376432914093786296</id><published>2010-02-12T17:08:00.016+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Nonfiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Perubahan dan Perpanjangan RPTKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanam modal dapat merubah dan memperpanjang RPTKA yang telah dimiliki. Perubahan RPTKA meliputi perubahan jabatan, perpindahan lokasi dan perubahan jumlah tenaga kerja asing. Jika perubahan RPTKA hanya bisa diajukan ke PTSP BKPM, sementara perpanjangan RPTKA yang berlokasi kerja dalam 1 (satu) wilayah provinsi diajukan ke PTSP provinsi.  Namun perpanjangan RPTKA berlokasi kerja lintas provinsi tetap harus diajukan ke PTSP BKPM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melakukan perubahan atau perpanjangan tersebut, investor harus memperoleh pengesahan RPTKA. Permohonan tersebut diajukan dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e79h/n/Form_RPTKA-PERIZINAN.pdf"&gt;formulir RPTKA&lt;/a&gt; disertai persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rekaman Pendaftaran Penanaman Modal/Izin Prinsip Penanaman Modal/Izin Usaha yang telah dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta pendirian perusahaan yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan perubahannya terkait dengan susunan direksi dan komisaris perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterangan domisili perusahaan dari pemerintah daerah setempat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagan struktur organisasi perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat penunjukan tenaga kerja Indonesia sebagai pendamping tenaga kerja asing yang akan dipekerjakan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman bukti wajib lapor ketenagakerjaan yang masih berlaku berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekomendasi dari Direktur Jenderal terkait, khusus bagi jabatan antara lain di subsektor Migas, Pertambangan umum, listrik dan subsektor jasa pelayanan medik. Kategori pertambangan umum meliputi Kontrak Karya (KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan Kuasa Pertambangan (KP);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Surat Keputusan Pengesahan RPTKA yang sudah dimiliki;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan ditandatangani direksi perusahaan di atas materai yang cukup dan langsung diserahkan sendiri ke PTSP BKPM atau PTSP provinsi. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain melalui surat kuasa bermaterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang ditempatkan di PTSP BKPM akan memproses permohonan perubahan RPTKA dan menandatangani Surat Keputusan Perubahan RPTKA. Permohonan perpanjangan lokasi kerja lintas provinsi juga diterbitkan oleh Pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang berada di PTSP BKPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala PTSP provinsi akan memproses dan menerbitkan permohonan perpanjangan RPTKA yang berlokasi kerja di dalam 1 (satu) wilayah provinsi. Surat keputusan  baik yang dikeluarkan PTSP BKPM maupun PTSP provinsi diterbitkan paling lambat dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak permohonan diterima dengan lengkap serta benar. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-7376432914093786296?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7376432914093786296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7376432914093786296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-perubahan_12.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Perubahan dan Perpanjangan RPTKA'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-6567805011927742609</id><published>2010-02-12T16:43:00.010+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Nonfiskal'/><title type='text'>Cara Memperoleh Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila perusahaan penanaman modal atau KPPA (Kantor Perwakilan Perusahaan Asing) ingin mempekerjakan tenaga kerja asing, ia harus  mendapat pengesahan RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan tersebut diajukan dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e79h/n/Form_RPTKA-PERIZINAN.pdf"&gt;formulir RPTKA&lt;/a&gt; dengan dilengkapi persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rekaman Pendaftaran Penanaman Modal/Izin Prinsip Penanaman Modal/Izin Usaha yang telah dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta pendirian perusahaan yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan perubahannya terkait dengan susunan direksi dan komisaris perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterangan domisili perusahaan dari pemerintah daerah setempat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagan struktur organisasi perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat penunjukkan tenaga kerja Indonesia sebagai pendamping tenaga kerja asing yang akan dipekerjakan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman bukti wajib lapor ketenagakerjaan yang masih berlaku berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekomendasi dari Direktur Jenderal terkait, khusus bagi jabatan antara lain di subsektor Migas, Pertambangan umum, listrik dan subsektor jasa pelayanan medik.  Kategori pertambangan umum meliputi Kontrak Karya (KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan Kuasa Pertambangan (KP);&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan ditandatangani direksi perusahaan di atas materai yang cukup dan langsung diserahkan sendiri ke PTSP BKPM. Jika berhalangan, pemohon dapat  menguasakan kepada pihak lain melalui surat kuasa bermaterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang ditempatkan di PTSP BKPM akan menandatangani permohonan RPTKA dalam bentuk Surat Keputusan Pengesahan RPTKA. Surat keputusan tersebut diterbitkan paling lambat dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak permohonan diterima dengan lengkap serta benar. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-6567805011927742609?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6567805011927742609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6567805011927742609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-memperoleh-pengesahan-rencana.html' title='Cara Memperoleh Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA)'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-2112776826832108228</id><published>2010-02-12T16:17:00.007+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Nonfiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Perubahan API-P</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Investor dapat merubah ketentuan yang telah ditetapkan pada API-P yang diperolehnya. Namun untuk merubah ketentuan tersebut, ia harus mengajukan permohonan perubahan API-P.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan perubahan tersebut dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e79f/n/Form_APIP-PERIZINAN.pdf"&gt;formulir API-P dan kartu API-P&lt;/a&gt; yang disertai:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;API-P (Angka Pengenal Importir Produsen) yang lama;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat keterangan kehilangan dari kepolisian jika kartu API-P yang lama hilang;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta pendirian dan perubahannya yang terkait dengan susunan direksi terakhir serta pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman surat keterangan domisili kantor pusat perusahaan yang masih berlaku dari kantor kelurahan setempat atau fotokopi perjanjian sewa atau kontrak tempat berusaha;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Pendaftaran/Izin Prinsip Penanaman Modal/Surat Persetujuan yang dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Izin Usaha yang dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Perusahaan sesuai dengan domisili;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman TDP (Tanda Daftar Perusahaan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasfoto masing-masing pengurus atau direksi perusahaan dengan latar belakang warna merah berukuran 3x4, masing-masing sebanyak 2 (dua) lembar;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing) yang masih berlaku bagi penandatangan dokumen impor WNA (Warga Negara Asing). Jika Warga Negara Indonesia menyertakan rekaman Kartu Tanda Penduduk;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat kuasa dari direksi jika penandatangan dokumen impor (kartu API-P) tidak dilakukan oleh direksi;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan ditandatangani di atas materai yang cukup oleh direksi perusahaan dan langsung disampaikan sendiri. Jika berhalangan dapat menguasakan kepada pihak lain disertai dengan surat kuasa bermaterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan permohonan yang diterima, Kepala BKPM (atau pejabat yang ditunjuk) akan menerbitkan Angka Pengenal Importir Produsen atas nama Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Pemrosesan  API-P dilakukan dalam waktu 4 (empat) hari kerja sejak permohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. Perubahan API-P berlaku di seluruh wilayah Indonesia selama perusahaan masih menjalankan kegiatan usahanya. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-2112776826832108228?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2112776826832108228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2112776826832108228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-perubahan.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Perubahan API-P'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-2280378953961940683</id><published>2010-02-12T14:56:00.008+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Nonfiskal'/><title type='text'>Cara Memperoleh Angka Pengenal Importir Produsen (API-P)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;API-P merupakan salah satu bentuk fasilitas non-fiskal yang dapat dinikmati penanam modal. Dengan memiliki API-P (Angka Pengenal Importir Produsen), investor dapat melaksanakan sendiri kegiatan impor mesin, peralatan, barang dan bahan, baik yang akan digunakan sendiri maupun untuk mendukung proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan memperoleh API-P diajukan dengan menggunakan f&lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e79f/n/Form_APIP-PERIZINAN.pdf"&gt;ormulir API-P&lt;/a&gt; dan kartu API-P disertai persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta pendirian dan perubahan perusahaan yang terkait dengan susunan direksi terakhir serta pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman surat keterangan domisili kantor pusat perusahaan yang masih berlaku dari kantor kelurahan setempat atau fotokopi perjanjian sewa (kontrak) tempat usaha;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Pendaftaran/Izin Prinsip Penanaman Modal/Surat Persetujuan yang dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Izin Usaha yang dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman NPWP Perusahaan sesuai dengan domisili atau rekaman NPWP pengurus atau direksi perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman TDP (Tanda Daftar Perusahaan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasfoto terakhir masing-masing pengurus atau direksi perusahaan yang menandatangani API-P dengan latar belakang warna merah,  berukuran 3x4 dan masing-masing 2 lembar;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing) yang masih berlaku bagi penandatangan API-P Warga Negara Asing (WNA). Jika Warga Negara Indonesia harus melampirkan rekaman Kartu Tanda Penduduk;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat kuasa dari direksi jika penandatangan dokumen impor (Kartu API-P) bukan oleh direksi;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan ditandatangani oleh direksi di atas materai yang cukup dan selanjutnya diantar sendiri secara langsung. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain dengan dilampiri surat kuasa bermaterai. Berdasarkan permohonan yang masuk, Kepala BKPM (atau pejabat yang ditunjuk) akan menandatangani Angka Pengenal Importir Produsen atas nama Menteri Perdagangan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;API-P diproses selama 4 (empat) hari kerja sejak permohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. API-P berlaku di seluruh wilayah Indonesia selama perusahaan masih menjalankan kegiatan usahanya. Selanjutnya API-P wajib didaftar ulang pada 5 (lima) tahun berikutnya di PTSP BKPM. Pendaftaran ulang harus dilakukan dalam periode 30 hari kerja sejak masa berlaku   API-P habis. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-2280378953961940683?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2280378953961940683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2280378953961940683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-memperoleh-angka-pengenal-importir.html' title='Cara Memperoleh Angka Pengenal Importir Produsen (API-P)'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-1543473894550081816</id><published>2010-02-12T14:24:00.009+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Cara Memperoleh Usulan Fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Badan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Investor dapat diusulkan oleh PTSP BKPM untuk memperoleh fasilitas pajak penghasilan badan. Namun fasilitas tersebut hanya berlaku bila ia melakukan kegiatan penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu atau di daerah-daerah tertentu yang memang disediakan fasilitas pajak oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan agar diusulkan memperoleh fasilitas pajak dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8a8/n/Form_PPH_Bahan-FASILITAS.pdf"&gt;formulir Permohoanan Usulan FAsilitas Pajak Penghasilan (PPh) Badan&lt;/a&gt; disertai persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta pendirian berikut perubahannya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman NPWP;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Izin Prinsip Penanaman Modal tentang kegiatan usaha atau bentuk perizinan sejenis lainnya dari instansi yang berwenang berdasarkan peraturan yang berlaku;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan ditandatangani oleh direksi perusahaan di atas materai yang cukup dan disampaikan sendiri secara langsung. Jika berhalangan dapat menguasakan kepada pihak lain dengan membawa surat kuasa. Berdasarkan permohonan yang masuk, Kepala BKPM (atau pejabat yang ditunjuk) akan menerbitkan Surat Usulan Pemberian Fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Berdasarkan PP No.1/2007  Yang Kemudian Diubah Oleh PP No.62/2008. Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Pajak. Surat usulan pemberian fasilitas PPh akan diterbitkan oleh PTSP BKPM paling lambat dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak berkas permohonan diterima dengan lengkap dan benar. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-1543473894550081816?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1543473894550081816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1543473894550081816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-memperoleh-usulan-fasilitas-pajak.html' title='Cara Memperoleh Usulan Fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Badan'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-5395733571101349889</id><published>2010-02-12T13:57:00.010+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Perpanjangan Waktu Pengimporan Barang dan Bahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila penanam modal yang telah memperoleh fasilitas bea masuk impor barang dan bahan tidak sanggup menyelesaikan kegiatan impor selama 2 (dua) tahun, ia masih dapat  memperoleh keleluasaan waktu impor. Namun tambahan jangka waktu pengimporan yang diberikan pemerintah hanya berlaku 1 (satu) tahun sejak periode fasilitas barang dan bahan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengajuan permohonan disampaikan kepada PTSP BKPM dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8a6/n/Form_perpanjangn_BB-FASILITAS.pdf"&gt;formulir permohonan perpanjangan waktu pengimporan barang dan bahan&lt;/a&gt;, disertai persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Surat Persetujuan Fasilitas Bea Masuk atas Impor Barang dan Bahan yang dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alasan perpanjangan waktu pengimporan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman PIB (Pemberitahuan Impor Barang) untuk barang dan bahan atau faktur pembelian mesin dalam negeri;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Setelah ditandangani di atas materai yang cukup oleh direksi perusahaan, permohonan diajukan secara langsung oleh pemohon. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain dengan menggunakan surat kuasa bermaterai. Berdasarkan permohonan yang masuk, PTSP BKPM akan menerbitkan Surat Persetujuan Perpanjangan Masa Berlaku Pemberian Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Atas Pengimporan Sisa Barang dan Bahan. Surat tersebut dapat diterima pemohon paling lambat dalam waktu 4 (empat) hari kerja sejak berkas permohonan diterima dan dinyatakan benar dan lengkap. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-5395733571101349889?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/5395733571101349889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/5395733571101349889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-perpanjangan.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Perpanjangan Waktu Pengimporan Barang dan Bahan'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-4847815860762649722</id><published>2010-02-12T13:28:00.009+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Perubahan (Penambahan) Fasilitas Bea Masuk Impor Barang dan Bahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila merasa kurang, investor dapat meminta penambahan fasilitas bea masuk impor barang dan bahan. Caranya dengan mengajukan permohonan Persetujuan Perubahan/Penambahan Fasilitas Bea Masuk Atas Impor Barang dan Bahan kepada PTSP BKPM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan diajukan dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8a3/n/Form_Perubahan_Bahan_Baku-FASILITAS.pdf"&gt;formulir permohonan perubahan/penambahan persetujuan fasilitas atas impor barang dan bahan&lt;/a&gt; disertai persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Alasan perubahan atau penambahan fasilitas bea masuk impor barang dan bahan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman PIB (Pemberitahuan Impor Barang) untuk barang dan bahan yang sudah direalisasi atau faktur pembelian atas mesin dalam negeri;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman SP (Surat Persetujuan) Fasilitas bea masuk atas impor mesin;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan harus disampaikan langsung oleh direksi perusahaan setelah  ditandatangani di atas materai cukup. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain dengan disertai surat kuasa. PTSP akan menerbitkan Surat Persetujuan Perubahan/Penambahan Pemberian Fasilitas Bea Masuk Atas Pengimporan Barang dan Bahan disertai lampiran Daftar Barang dan Bahan. Surat tersebut dapat diambil pemohon dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak berkas permohonan diterima dan dinyatakan lengkap serta benar. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-4847815860762649722?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4847815860762649722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4847815860762649722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-perubahan-penambahan_12.html' title='Cara Mengajukan Perubahan (Penambahan) Fasilitas Bea Masuk Impor Barang dan Bahan'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-3163428807138266812</id><published>2010-02-11T14:35:00.006+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Fasilitas Bea Masuk Impor Barang dan Bahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mendapat persetujuan fasilitas pembebasan impor mesin, selanjutnya investor dapat mengajukan permohonan fasilitas bea masuk impor barang dan bahan bagi perusahaannya. Insentif bea masuk impor barang dan bahan yang diberikan pemerintah memiliki kriteria:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Fasilitas bea masuk impor barang dan bahan diberikan dalam waktu produksi selama 2 (dua) tahun dengan waktu pengimporan diberikan sekaligus dalam jangka waktu 2 (dua) tahun pula. Ketentuan ini berlaku bagi perusahaan yang telah memiliki Izin Usaha. Namun demikian, waktu pengimporan dapat diperpanjang lagi selama 1 (satu) tahun sejak  Surat Persetujuan Fasilitas Pengimporan Barang dan Bahan berakhir;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fasilitas bea masuk impor barang dan bahan diberikan selama 4 (empat) tahun dan waktu pengimporan juga diberikan untuk jangka waktu 4 (empat) tahun pula. Ketentuan ini berlaku bagi perusahaan yang menggunakan mesin produksi dalam negeri  yang memiliki kandungan komponen lokal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;local content&lt;/span&gt;) minimal 30%. Namun demikian, waktu pengimporan tidak diberikan masa perpanjangan lagi oleh pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengajuan permohonan persetujuan fasilitas bea masuk impor barang dan bahan dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8a1/n/Form_bahan_baku-FASILITAS.pdf"&gt;formulir permohonan persetujuan fasilitas impor barang dan bahan&lt;/a&gt;, disertai persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Inventarisasi daftar barang dan bahan dalam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcopy&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; (sesuai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investor module&lt;/span&gt; BKPM);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NPWP;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NIK (Nomor Induk Kepabeanan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angka Pengenal Impor (API/APIT/API-P);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uraian proses produksi yang mencantumkan jenis bahan baku. Khusus untuk industri pengolahan dilengkapi dengan diagram alir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow chart&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalkulasi penggunaan barang dan bahan sesuai dengan jenis produksi yang dihasilkan oleh mesin utama;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Denah pabrik dan gambar tata letak mesin-mesin atau peralatan atau gambar teknis gedung (bangunan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman PIB (Pemberitahuan Impor Barang) atas impor mesin atau faktur pembelian atas mesin dalam negeri;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) harus menyertakan Surat rekomendasi dari Kepala Otorita Asahan tentang penggunaan bahan baku/penolong;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data teknis (brosur) barang dan bahan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Surat Persetujuan Fasilitas Keringanan/Pembebasan Bea Masuk Impor Mesin dan Izin Usaha;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan ditandangani di atas materai cukup oleh direksi perusahaan dan diajukan langsung ke PTSP BKPM. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8bb/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; bermaterai. PTSP BKPM akan menerbitkan Surat Persetujuan Pemberian Fasilitas Bea Masuk Impor Barang dan Bahan disertai lampiran Daftar Barang dan Bahan. Proses penerbitan ini paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak berkas permohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-3163428807138266812?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3163428807138266812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3163428807138266812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-fasilitas_11.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Fasilitas Bea Masuk Impor Barang dan Bahan'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-7221853655926110205</id><published>2010-02-11T14:01:00.012+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Perpanjangan Waktu Pengimporan Mesin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain menambah fasilitas bea masuk impor mesin, investor dapat pula memperpanjang  batas waktu impor mesin jika merasa waktu yang ditetapkan dalam Surat Persetujuan Fasilitas Bea Masuk kurang leluasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengajukan permohonan tersebut, investor dapat menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8ag/n/Form_perpanjangn_BM-FASILITAS.pdf"&gt;formulir permohonan perpanjangan waktu pengimporan mesin&lt;/a&gt; disertai persyaratan berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Surat Persetujuan Fasilitas Bea Masuk Impor Mesin yang dimiliki;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alasan Perpanjangan waktu pengimporan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman PIB (Pemberitahuan Impor Barang) yang pengeluarannya telah disetujui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan yang telah ditandatangani di atas materai yang cukup, diajukan sendiri oleh direksi perusahaan kepada PTSP BKPM. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain disertai &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8be/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; bermaterai.  PTSP BKPM akan akan memproses  permohonan paling lambat dalam 4 (empat) hari kerja sejak permohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-7221853655926110205?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7221853655926110205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7221853655926110205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/perpanjangan-waktu-pengimporan-mesin.html' title='Cara Mengajukan Perpanjangan Waktu Pengimporan Mesin'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-2156566975581886464</id><published>2010-02-11T13:24:00.008+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Perubahan (Penambahan) Fasilitas Bea Masuk Impor Mesin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanam modal dapat menambah fasilitas bea masuk impor mesin bagi proyek investasinya. Hal itu bila fasilitas yang telah ditetapkan dalam Surat Persetujuan Fasilitas Bea Masuk terasa kurang. Untuk memperoleh tambahan fasilitas tersebut, investor harus mengajukan Permohonan Perubahan (Penambahan) Fasilitas Bea Masuk Impor Mesin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan tersebut diajukan melalui &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8ad/n/Permohonan_perbhan_BM-FASILITAS.pdf"&gt;formulir perubahan/penambahan atas fasilitas impor mesin&lt;/a&gt; serta mengisi daftar mesin yang dikehendaki. Lampiran lain yang diperlukan, meliputi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Alasan perubahan atau penambahan fasilitas impor mesin;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inventarisasi daftar mesin dan bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcopy&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; (sesuai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investor module&lt;/span&gt; BKPM);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NPWP;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NIK (Nomor Induk Kepabeanan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angka Pengenal Impor (API/APIT/API-P);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uraian proses produksi dengan mencantumkan jenis bahan baku. Bagi industri pengolahan dilengkapi pula dengan diagram alir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow chart&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalkulasi kebutuhan kapasitas mesin produksi yang disesuaikan dengan jenis produksi  sesuai Izin Prinsip Penanaman Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data teknis atau brosur mesin;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Izin Prinsip Penanaman Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi Penunjang Pertambangan harus dilampirkan Kontrak Kerja dengan Pemilik Kuasa Pertambangan disertai Rekaman Kuasa Pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Surat Persetujuan Keringanan (Pembebasan) Bea Masuk Impor Mesin yang dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laporan penjelasan realisasi impor mesin disertai bukti-bukti PIB (Pemberitahuan Impor Barang) yang telah mendapat persetujuan pengeluaran barang oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Setelah direksi perusahaan menandatangani permohonan di atas materai yang cukup, selanjutnya langsung disampaikan sendiri ke PTSP BKPM. Jika berhalangan,  pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain yang diberikan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8be/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; bermaterai cukup. Surat Persetujuan Perubahan/Penambahan Fasilitas Bea Masuk Impor Mesin akan diterbitkan PTSP BKPM dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak permohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-2156566975581886464?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2156566975581886464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2156566975581886464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-perubahan-penambahan.html' title='Cara Mengajukan Perubahan (Penambahan) Fasilitas Bea Masuk Impor Mesin'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-9147000871437852403</id><published>2010-02-10T11:03:00.016+07:00</published><updated>2010-04-01T14:56:21.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Cara Mengajukan Fasilitas Bea Masuk Impor Mesin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan fasilitas bea masuk impor mesin dapat diajukan setelah perusahaan mendapat Izin Prinsip Penanaman Modal dari PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun kabupaten/kota. Permohonan fasilitas itu diajukan oleh PMA maupun PMDN kepada PTSP BKPM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mengisi &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e794/n/Permohonan_BM-FASILITAS.pdf"&gt;formulir permohonan fasilitas impor mesin&lt;/a&gt;, pemohon dapat melampirkan persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Inventarisasi daftar mesin dalam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcopy&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; (sesuai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investor module&lt;/span&gt; BKPM);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akta Pendirian Perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NPWP;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NIK (Nomor Induk Kepabeanan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angka Pengenal Impor (API/APIT/API-P);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uraian proses produksi yang mencantumkan jenis bahan baku dan bagi industri pengolahan harus dilengkapi dengan diagram alir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow chart&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalkulasi kebutuhan kapasitas mesin produksi yang disesuaikan dengan jenis produksi di dalam Izin Prinsip Penanaman Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Denah pabrik dan gambar tata letak mesin/peralatan atau gambar teknis gedung/bangunan (termasuk untuk hotel dan perkantoran);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi perusahaan pertambangan dalam bentuk KK (Kontrak Karya) atau PKP2B (Perjanjian Karya Perusahaan Pertambangan Batubara) harus melampirkan surat rekomendasi Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi perusahaan penunjang pertambangan harus melampirkan surat rekomendasi Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi atau Dinas Pertambangan setempat berupa Izin Operasional untuk menempatkan mesin atau peralatan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) harus melampirkan surat rekomendasi Kepala Otorita Asahan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data teknis atau brosur mesin;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Izin Prinsip Penanaman Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi Penunjang Pertambangan harus melampirkan Kontrak Kerja dengan Pemilik KP (Kuasa Pertambangan) disertai Rekaman KP (Kuasa Pertambangan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan diajukan langsung oleh direksi perusahaan setelah ditandatangani di atas materai cukup. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain disertai dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8bb/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; bermaterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan permohonan yang diterima dan dinyatakan benar serta lengkap, PTSP BKPM akan memproses dalam waktu  7 (tujuh) hari kerja. Pemerintah akan memberikan fasilitas bea masuk impor mesin selama 2 (dua) tahun sejak Surat Persetujuan Fasilitas Bea Masuk diterbitkan. Jika merasa kurang, investor dapat menambah waktu penerimaan fasilitasnya sesuai peraturan berlaku. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-9147000871437852403?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/9147000871437852403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/9147000871437852403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-fasilitas-bea-masuk.html' title='Cara Mengajukan Fasilitas Bea Masuk Impor Mesin'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-5391581669643263723</id><published>2010-02-10T09:50:00.016+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Kemana Mengajukan Permohonan Fasilitas Fiskal, Non-Fiskal dan Insentif Daerah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan fasilitas penanaman modal adalah pengajuan kebutuhan fasilitas yang diperlukan perusahaan dalam melaksanakan kegiatan penanaman modal. Melalui permohonan tersebut, Kepala BKPM atas nama Menteri Keuangan akan memberikan persetujuan pemberian fasilitas penanaman modal berupa bea masuk atas impor mesin, barang dan bahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan fasilitas bea masuk atas impor mesin, fasilitas bea masuk atas impor barang dan bahan, serta usulan mendapatkan fasilitas PPh (Pajak Penghasilan) badan dapat diajukan kepada PTSP BKPM. Di sana, investor juga akan dilayani ketika mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas nonfiskal yang berupa: API-P, RPTKA, TA.01 dan IMTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya klasifikasi kewenangan pemrosesan perubahan atau perpanjangan fasilitas nonfiskal dapat diajukan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PTSP BKPM, yang akan melayani:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perubahan RPTKA;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perpanjangan IMTA bagi tenaga kerja asing yang lokasi kerjanya berada lebih dari 1 (satu) provinsi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan atau perpanjangan APIT;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;B. PTSP Provinsi, yang akan melayani:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perpanjangan RPTKA;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perpanjangan IMTA bagi tenaga kerja asing yang lokasi kerjanya berada lebih dari 1 (satu) kabupaten/kota;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;C. PTSP Kabupaten/kota, yang akan melayani:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perpanjangan IMTA bagi tenaga kerja asing yang lokasi kerjanya berada di 1 (satu) kabupaten/kota.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kemudian bagi penanaman modal yang memerlukan insentif daerah serta kemudahan penanaman modal daerah lainnya, ia dapat mengajukan permohonan ke PTSP provinsi maupun kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki. Namun demikian, insentif atau kemudahan daerah yang diberikan akan disesuaikan dengan masing-masing peraturan daerah. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-5391581669643263723?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/5391581669643263723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/5391581669643263723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-fasilitas.html' title='Kemana Mengajukan Permohonan Fasilitas Fiskal, Non-Fiskal dan Insentif Daerah?'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-2450922652383132549</id><published>2010-02-10T07:36:00.016+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.603+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fasilitas Fiskal'/><title type='text'>Fasilitas Yang Dapat Dinikmati Investor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal Asing) dapat menikmati fasilitas fiskal maupun nonfiskal yang ditawarkan pemerintah. Tujuannya untuk menstimulasi kedatangan dan pertumbuhan kegiatan penanaman modal mereka di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fasilitas fiskal yang ditawarkan, meliputi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Fasilitas bea masuk atas impor mesin;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fasiltas bea masuk atas impor barang dan bahan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usulan untuk mendapatkan fasilitas PPh (Pajak Penghasilan) Badan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Fasilitas nonfiskal yang ditawarkan, meliputi;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;API-P (Angka Pengenal Importir Produsen);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;TA.01 (Rekomendasi Visa Untuk Bekerja);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing);&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tidak semua bidang usaha mendapat tawaran fasilitas fiskal dari pemerintah. Karena itu, investor dapat meneliti terlebih dahulu apakah bidang usaha yang dijalaninya  memang memperoleh fasilitas fiskal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor PMA maupun PMDN yang bidang usahanya memperoleh fasilitas fiskal dan  berencana menggunakan fasilitas tersebut bagi kegiatan investasinya harus sudah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal. Namun jika investor tidak membutuhkan fasilitas fiskal tersebut,  ia tidak perlu  memiliki Izin Prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan PMA yang akan mengajukan  Izin Prinsip karena ingin mendapatkan fasilitas fiskal  harus sudah berbentuk badan hukum perseroan terbatas. Selanjutnya jika PMA yang sudah berbentuk perseroan terbatas ingin mengajukan perizinan penanaman modal pada bidang usaha yang menawarkan fasilitas fiskal, maka jika PMA tersebut ingin menikmati fasilitas yang ditawarkan, ia dapat langsung mengajukan permohonan Izin Prinsip (tanpa perlu melakukan Pendaftaran). Permohonan Izin Prinsip perusahaan PMA tersebut dapat diajukan kepada PTSP BKPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan PMDN yang akan mengurus Izin Prinsip Penanaman Modal wajib memiliki akta dan pengesahan pendirian perusahaan atau Kartu Tanda Penduduk (bagi perusahaan perseorangan) serta NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).  Agak berbeda dengan perlakuan kepada PMA, bagi PMDN diberlakukan mengurus Pendaftaran Penanaman Modal  ketika akan memproses Izin Prinsip.  Permohonan Izin Prinsip perusahaan PMDN diajukan kepada PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan tingkat kewenangan yang dimiliki. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-2450922652383132549?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2450922652383132549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/2450922652383132549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/fasilitas-apa-yang-dapat-dinikmati.html' title='Fasilitas Yang Dapat Dinikmati Investor'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-4735435010818390804</id><published>2010-02-09T13:41:00.015+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalihan Saham'/><title type='text'>Cara Mengalihkan Kepemilikan Saham Asing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perusahaan PMDN dapat mengubah sebagian maupun seluruh penyertaan modal perseroan dengan modal asing sehingga ia berubah menjadi PMA. Demikian pula perusahaan PMA dapat mengubah penyertaan seluruh modal perseroan dengan modal dalam negeri sehingga ia berubah menjadi PMDN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika PMDN berubah menjadi PMA, hal yang harus diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jika ketika masih menjadi PMDN tidak memiliki Izin Prinsip dan belum memiliki Izin Usaha atau belum memiliki Izin Prinsip, perusahaan yang baru berubah wajib melakukan Pendaftaran Penanaman modal. Hal ini karena, setelah berubah menjadi PMA, kewenangan pemrosesan perizinan berada di PTSP BKPM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika ketika masih menjadi PMDN telah memiliki Izin Prinsip atau Izin Usaha, perusahaan yang baru berubah wajib mengajukan permohonan Izin Prinsip atau Izin Usaha Penanaman Modal. Hal ini karena setelah berubah menjadi PMA, kewenangan pemrosesan perizinan berada di PTSP BKPM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika saat sebagai PMDN telah memiliki Izin Prinsip atau Izin Usaha pada bidang usaha yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota. Selanjutnya ketika berubah menjadi PMA harus mengajukan permohonan Izin Prinsip atau Izin Usaha ke PTSP BKPM. Permohonan disertai Surat Pengantar dari PTSP provinsi atau PTSP kabupaten/kota yang berisi rencana masuknya modal asing. Jika permohonan tersebut tidak kunjung ditanggapi dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja, investor cukup  melampirkan tanda terima pengajuan permohonan surat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;PTSP BKPM akan menerbitkan permohonan Pendaftaran bila bidang usaha dan persentase kepemilikan saham asing yang diajukan investor telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika tidak, permohonan Pendaftaran Penanaman Modal dapat ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika PMA berubah menjadi PMDN, hal yang harus diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Meski sebelumnya telah memiliki Pendaftaran, ketika berubah menjadi  PMDN wajib melakukan kembali Pendaftaran Penanaman Modal. Hal ini karena terjadi perubahan kewenangan pemrosesan perizinan ke PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangan yang dimilikinya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meski sebelumnya telah memiliki Izin Prinsip atau Izin Usaha, setelah berubah menjadi PMDN wajib mengajukan permohonan Izin Prinsip atau Izin Usaha Penanaman Modal. Hal ini karena akan terjadi perubahan kewenangan dalam pemrosesan perizinan penanaman modal ke PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika masih sebagai PMA memiliki bidang  yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota, maka ketika berubah menjadi PMDN harus melakukan Pendaftaran maupun pengajuan permohonan Izin Prinsip atau Izin Usaha. Permohonan tersebut diajukan ke PTSP provinsi dan PTSP kabupaten/kota dengan melampirkan Surat Pengantar dari PTSP BKPM. Surat pengantar tersebut  berisi penjelasan tentang rencana keluarnya seluruh modal asing. (Tim Editor)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-4735435010818390804?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4735435010818390804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4735435010818390804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengalihkan-kepemilikan-saham.html' title='Cara Mengalihkan Kepemilikan Saham Asing'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-358522183227566046</id><published>2010-02-09T12:01:00.014+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Usaha'/><title type='text'>Ketentuan Pengembangan Usaha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanam modal dapat mengembangkan usahanya pada bidang-bidang yang diinginkan. Pengembangan usaha itu dapat berupa perluasan usaha atau penambahan bidang usaha.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila bidang usaha yang akan dikembangkan memiliki Izin Prinsip, maka investor dapat melakukan perluasan usaha, namun harus memiliki Izin Prinsip Perluasan. Sementara bagi perusahaan penanam modal yang kegiatan usaha awalnya tidak memiliki Izin Prinsip, ia dapat memperluas usahanya hanya dengan mengajukan Pendaftaran Perluasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun bagi perusahaan yang kegiatan usaha awalnya memiliki maupun tidak memiliki Izin Prinsip, ia tetap memiliki hak yang sama. Keduanya dapat melakukan penambahan bidang usaha yang memperoleh fasilitas fiskal. Namun perusahaan tersebut harus memiliki Izin Prinsip penambahan bidang usaha atau penambahan jenis produksi. Jika perusahaan ingin menambah bidang usaha yang tidak memperoleh fasilitas fiskal, ia hanya mengajukan Pendaftaran atas tambahan bidang usahanya (jenis produksi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika investor akan memperluas usahanya di lokasi yang sama dengan usaha sebelumnya, ia wajib memiliki Izin Usaha atas kegiatan usaha sebelumnya. Namun itu hanya berlaku bila ia akan memperluas bidang usaha yang memperoleh fasilitas fiskal. Sementara jika perluasan usaha dilakukan di lokasi yang berbeda, permohonan perluasan dapat diajukan tanpa perlu memiliki Izin Usaha terhadap kegiatan usaha sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Prinsip Perluasan bagi perusahaan yang akan memperluas usahanya di lokasi yang sama maupun di lokasi berbeda dapat diajukan ke PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-358522183227566046?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/358522183227566046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/358522183227566046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/ketentuan-pengembangan-usaha.html' title='Ketentuan Pengembangan Usaha'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-8381697064767449270</id><published>2010-02-09T09:59:00.010+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merger'/><title type='text'>Ketentuan Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggabungan perusahaan penanaman modal dapat dilakukan antara PMA dengan PMA, antara PMA dengan PMDN maupun antara PMDN dengan PMDN. Kepada perusahaan yang akan merger wajib mematuhi ketentuan peraturan yang terkait dengan larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, serta peraturan tentang perseroan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam proses merger ini akan melahirkan istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merging company&lt;/span&gt;.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surviving company&lt;/span&gt; adalah perusahaan yang menjadi penerus kegiatan, sementara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merging company&lt;/span&gt; adalah perusahaan yang melebur (menggabung) di dalam proses merger tersebut. Selanjutnya sebelum melakukan merger, perusahaan yang akan meleburkan diri harus telah memiliki Izin Usaha.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika terjadi merger pada perusahaan masih dalam tahap pembangunan proyek investasi sehingga belum memiliki kegiatan usaha, maka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt; harus memiliki Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal (merger). Permohonan ini diajukan sebelum mulai melakukan kegiatan produksi (operasi) komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan lain akan berlaku bagi perusahaan yang memiliki lebih dari satu bidang usaha yang salah satunya masih dalam tahap pembangunan. Jika akan meneruskan kegiatan usaha yang telah memiliki Izin Usaha, kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt; harus mengajukan Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal (merger).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lainnya adalah aturan bagi perusahaan yang memiliki lebih dari satu bidang usaha yang salah satunya masih dalam tahap pembangunan. Jika diputuskan untuk meneruskan  kegiatan yang masih dalam tahap pembangunan yang dimiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt;, maka kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt; cukup menggunakan Izin Prinsip atau Izin Prinsip Perluasan yang sudah dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk pula aturan terhadap penggabungan perusahaan yang memiliki lebih dari satu kegiatan usaha yang salah satunya masih dalam tahap pembangunan. Ketika diputuskan akan meneruskan kegiatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merging company&lt;/span&gt; yang masih dalam tahap pembangunan, maka kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt; harus mengajukan permohonan Izin Prinsip atau Izin Prinsip Perluasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini tentang aturan merger yang mengakibatkan  penggabungan perusahaan yang memiliki lebih dari satu bidang usaha dan salah satunya masih dalam tahap pembangunan. Ketika kegiatan usaha yang masih dalam tahap pembangunan (yang tidak membutuhkan fasilitas fiskal) itu diputuskan untuk dilanjutkan, maka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt; dapat melakukan Pendaftaran atau langsung mengajukan permohonan Izin Usaha atau Izin Usaha Perluasan. Namun itu hanya dilakukan jika perusahaan telah siap melakukan produksi (operasi) komersial. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-8381697064767449270?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8381697064767449270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8381697064767449270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/ketentuan-penggabungan-perusahaan.html' title='Ketentuan Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-3035577870881254699</id><published>2010-02-09T08:40:00.008+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Izin Usaha'/><title type='text'>Cara Mengajukan Izin Usaha Perubahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Usaha Perubahan adalah permohonan  kepada pemerintah agar diizinkan merubah ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam Izin Usaha atau Izin Usaha Perluasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izin ini wajib dimiliki perusahaan karena hendak merubah ketentuan yang telah ditetapkan dalam Izin Usaha atau Izin Usaha Perluasan yang telah dimiliki. Perubahan yang dimaksud meliputi pemindahan lokasi proyek, menambah jenis produksi (diversifikasi produk tanpa menambah mesin atau peralatan sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha yang sama), merubah penyertaan modal perseroan dan memperpanjang izin usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perubahan di luar hal-hal yang disebutkan di atas, investor hanya wajib melapor kepada PTSP melalui Surat Pemberitahuan resmi perusahaan. Selanjutnya PTSP akan menerbitkan surat yang menerangkan telah mencatat perubahan-perubahan yang dilakukan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Usaha Perubahan diajukan kepada PTSP yang telah menerbitkan Pendaftaran, Izin Prinsip, Izin Prinsip Perluasan maupun Izin Usaha yang telah dimiliki perusahaan. Permohonan diajukan dengan menggunakan permohonan Izin Usaha Perubahan yang dilengkapi data pendukung terhadap rencana perubahan yang diajukan. Izin Usaha Perubahan akan diterbitkan dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak berkas pemohonan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-3035577870881254699?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3035577870881254699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3035577870881254699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-izin-usaha-perubahan.html' title='Cara Mengajukan Izin Usaha Perubahan'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-1151532070815926273</id><published>2010-02-09T07:35:00.013+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Izin Usaha'/><title type='text'>Cara Mengajukan Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger&lt;/span&gt;) adalah permohonan untuk melaksanakan kegiatan produksi (operasi) komersial oleh perusahaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt;. Atau dengan kata lain, melalui Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger&lt;/span&gt;), pemerintah mengizinkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt; (perusahaan yang akan meneruskan kegiatan usaha setelah terjadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger&lt;/span&gt;)  untuk melaksanakan kegiatan produksi (operasi) komersial.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Usaha ini diajukan dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e79d/n/Form_MERGER-PERIZINAN.pdf"&gt;f&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e79d/n/Form_MERGER-PERIZINAN.pdf"&gt;ormulir Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger&lt;/span&gt;)&lt;/a&gt; dalam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcopy&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; sesuai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investor module&lt;/span&gt; BKPM. Dokumen yang dilampirkan meliputi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rekaman Akta Pendirian Perusahaan dan perubahannya yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM untuk masing-masing perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesepakatan seluruh pemegang saham masing-masing perusahaan baik perusahaan yang meneruskan kegiatan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt;) maupun perusahaan yang menggabung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merging company&lt;/span&gt;). Kesepakatan tersebut berisi persetujuan seluruh perusahaan untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger&lt;/span&gt; yang dinyatakan dalam bentuk akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (sesuai Bab VI, UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesepakatan seluruh pemegang saham perusahaan, baik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merging company&lt;/span&gt; tentang rencana penggabungan perusahaan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger plan&lt;/span&gt;). Kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk akta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger&lt;/span&gt; yang telah disetujui Kementerian Hukum dan HAM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Izin Usaha, Izin Prinsip atau Surat Persetujuan Penanaman Modal dan perubahannya dari masing-masing perusahaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode terakhir dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Permohonan diajukan langsung oleh direksi perusahaan kepada PTSP yang sebelumnya telah menerbitkan Pendaftaran, Izin Prinsip, Izin Prinsip Perluasan maupun Izin Usaha yang dimiliki perusahaan tersebut. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain dengan dilengkapi &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8bb/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; bermaterai cukup.  Permohonan Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal akan diproses selama 7 (tujuh) hari kerja sejak berkas permohonan diterima dan dinyatakan lengkap serta benar. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-1151532070815926273?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1151532070815926273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1151532070815926273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-izin-usaha-penggabungan.html' title='Cara Mengajukan Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-6921919812445055837</id><published>2010-02-08T14:29:00.019+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Izin Usaha'/><title type='text'>Cara Mengajukan Izin Usaha Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izin Usaha adalah izin yang diberikan kepada perusahaan untuk melaksanakan kegiatan operasi (produksi) komersial. Setiap perusahaan penanaman modal yang akan memulai kegiatan produksi barang maupun jasa wajib memiliki Izin Usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena wajib dimiliki oleh perusahaan yang akan mulai produksi komersial serta berlaku sepanjang perusahaan tetap melakukan kegiatan usaha,  maka yang harus diperhatikan penanam modal adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perusahaan penanaman modal yang telah memiliki Pendaftaran, Izin Prinsip maupun Surat Persetujuan Penanaman Modal harus memperoleh Izin Usaha untuk dapat memulai produksi komersialnya;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan penanaman modal yang telah memiliki Izin Prinsip Perluasan atau Surat Persetujuan Perluasan Penanaman Modal harus memperoleh Izin Usaha Perluasan untuk dapat melakukan produksi komersial;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PMDN yang tidak memerlukan fasilitas dan tidak memiliki Pendaftaran Penanaman Modal wajib mengajukan permohonan Izin Usaha pada saat melakukan produksi komersial;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa perusahaan penanaman modal yang telah memiliki Izin Usaha dan kemudian melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger&lt;/span&gt; harus mengajukan permohonan Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merger&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan investasi yang telah memiliki Izin Usaha dapat melakukan perubahan dari ketentuan Izin Usaha. Misalnya memindahkan lokasi proyek, mengganti jenis produksi (diversifikasi produksi tanpa menambah mesin dan peralatan sesuai KLBI yang sama), perubahan penyertaan modal perseroan, serta melakukan perpanjangan Izin Usaha. Terhadap semua rencana perubahan tersebut, direksi perusahaan harus mengajukan permohonan Izin Usaha Perubahan;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Usaha diajukan ke PTSP yang menerbitkan pendaftaran, Izin Prinsip, Izin Prinsip Perluasan atau Izin Usaha yang dimiliki perusahaan. Namun terhadap Surat Persetujuan atau Surat Persetujuan Perluasan Penanaman Modal yang diterbitkan sebelum 23 Desember 2009, permohonan Izin Usahanya ditujukan ke PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun kabupaten/kota sesuai kewenangan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemakaian formulir untuk mengajukan permohonan Izin Usaha  tergantung dari lokasi  perusahaan apakah berada &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e788/n/Form_IUT-PERIZINAN.pdf"&gt;di luar&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e79b/n/Form_IUT_kawasan-PERIZINAN.pdf"&gt;di dalam&lt;/a&gt; kawasan industri. Pengajuan permohonan dapat dalam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcopy&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; sesuai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investor module&lt;/span&gt; BKPM dengan melampirkan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) proyek untuk permohonan Izin Usaha atau Izin Usaha Perluasan yang memerlukan fasilitas bea masuk atas impor barang dan bahan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta pendirian dan pengesahan serta akta perubahan dan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Pendaftaran, Izin Prinsip, Izin Prinsip Perluasan, Surat Persetujuan Penanaman Modal, Izin Usaha, Surat Persetujuan Perluasan Penanaman Modal atau Izin Usaha Perluasan yang dimiliki;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman NPWP;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penguasaan atau penggunaan tanah atas nama yang dibuktikan melalui rekaman sertifikat Hak Atas Tanah atau akta jual beli tanah oleh PPAT. Atau bisa juga dibuktikan melalui rekaman perjanjian sewa menyewa tanah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penguasaan atau penggunaan gedung (bangunan) yang dibuktikan melalui rekaman IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau rekaman akta jual beli (perjanjian sewa menyewa)  bangunan atau gedung;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman izin gangguan (UUG/HO) atau rekaman SITU (Surat Izin Tempat Usaha) bagi perusahaan yang berlokasi di luar kawasan industri;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman persetujuan (pengesahan) AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) atau rekaman persetujuan (pengesahan) dokumen UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persyaratan lain yang ditentukan oleh instansi teknis terkait atau peraturan daerah setempat;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Setelah formulir diisi dan ditandatangani di atas materai oleh direksi perusahaan, berkas permohonan dibawa langsung ke PTSP tempat di mana perusahaan memperoleh Pendaftaran, Izin Prinsip, Izin Prinsip Perluasan atau Izin Usaha. Jika direksi berhalangan, dapat menguasakan kepada pihak lain dengan membawa &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8be/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; bermaterai cukup. Dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak berkas diterima dan dinyatakan lengkap  serta benar, Izin Usaha dapat diterima pemohon. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-6921919812445055837?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6921919812445055837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6921919812445055837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-izin-usaha-penanaman.html' title='Cara Mengajukan Izin Usaha Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-6958102006756751503</id><published>2010-02-08T14:11:00.011+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPPA'/><title type='text'>Cara Mengajukan Izin Kantor Perwakilan Perusahaan Asing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izin Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) adalah izin yang diberikan kepada perusahaan asing untuk mendirikan kantor perwakilan perusahaannya di Indonesia. Izin ini wajib dimiliki oleh KPPA di luar sektor keuangan yang dapat diajukan kepada PTSP BKPM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izin KPPA diterbitkan dalam bentuk izin yang ditandatangani oleh Kepala BKPM yang ditembuskan kepada Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Perwakilan Indonesia di negara perusahaan asing tersebut serta Gubernur, Bupati atau Walikota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengajuan permohonan izin KPPA dilakukan dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e785/n/FORMULIR_KPPA-APLIKASI.pdf"&gt;Formulir Model KPPA&lt;/a&gt; yang selanjutnya akan diproses dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak berkas permohonan tersebut diterima dengan lengkap dan benar. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-6958102006756751503?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6958102006756751503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6958102006756751503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-izin-kantor-perwakilan.html' title='Cara Mengajukan Izin Kantor Perwakilan Perusahaan Asing'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-6945553594968902271</id><published>2010-02-08T09:18:00.021+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Izin Prinsip Perubahan'/><title type='text'>Cara Mengajukan Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal adalah izin untuk merubah ketentuan yang telah diatur dalam surat Izin Prinsip atau Izin Prinsip Perluasan yang dimiliki perusahaan. Izin Prinsip adalah izin untuk menjalankan kegiatan investasi pada sektor yang memperoleh fasilitas fiskal. Sementara Izin Prinsip Perluasan adalah izin yang diberikan kepada investor yang ingin memperluas kegiatan investasi pada sektor yang memperoleh fasilitas fiskal. Izin Prinsip maupun Izin Prinsip Perluasan diberikan kepada investor yang ingin menikmati fasilitas  fiskal yang memang ditawarkan pada bidang usaha yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan memiliki Izin Prinsip Perubahan, PMA maupun PMDN dapat merubah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ketentuan bidang usaha termasuk jenis dan kapasitas produksi, serta;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyertaan modal dalam perseroan, serta;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangka waktu penyelesaian proyek.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk merubah ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Izin Prinsip atau Izin Prinsip Perluasan (sehingga menyebabkan pengajuan permohonan Izin Prinsip Perubahan), investor perlu memperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Permohonan Izin Prinsip Perubahan wajib diajukan jika perseroan merubah persentase kepemilikan saham asing serta merubah nama dan negara asal pemilik modal asing;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Permohonan Izin Prinsip Perubahan wajib diajukan jika  perusahaan terbuka (Tbk) merubah komposisi saham pendiri atau pengendali yang telah dimiliki sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan hali itu dilakukan di pasar modal dalam negeri;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Izin Prinsip Perubahan tidak wajib diajukan oleh perusahaan terbuka (Tbk) yang merubah komposisi kepemilikan saham di dalam kelompok saham masyarakat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal, investor memiliki waktu 5 (lima) tahun untuk menyelesaikan proyek investasinya dan bisa diberikan perpanjangan tambahan waktu;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan yang telah memiliki Izin Prinsip namun sudah/belum sempat merealisasikan fasilitas fiskal dan nonfiskal dapat memindahkan lokasi proyek investasinya. Jika terjadi peristiwa seperti itu, perusahaan wajib mengajukan permohonan Izin Prinsip Perubahan ke PTSP  sesuai lokasi proyek yang baru dengan membawa surat rekomendasi pindah lokasi dari PTSP  yang menerbitkan Izin Prinsip Penanaman Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan lokasi proyek bagi perusahaan yang bidang usahanya masih menjadi kewenangan pemerintah hanya melaporkan perubahan lokasi proyek ke PTSP BKPM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan lain yang tidak termasuk dalam katagori tindakan yang membutuhkan Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal cukup dilaporkan ke PTSP yang menerbitkan Pendaftaran atau Izin Prinsip dengan menggunakan &lt;a href="http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/formulir-pelayanan-penanaman-modal.html"&gt;Formulir Laporan Perubahan&lt;/a&gt;. Perubahan yang dimaksud seperti melakukan kegiatan yang menyebabkan terjadinya perubahan dengan ketentuan yang tercantum dalam Pendaftaran atau Izin Prinsip;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Prinsip Perubahan  diajukan ke PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun kabupaten/kota sesuai kewenangan yang dimilikinya dengan menggunakan &lt;a href="http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/formulir-pelayanan-penanaman-modal.html"&gt;Formulir Izin Prinsip Perubahan&lt;/a&gt; baik dalam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcopy&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; berdasarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investor module&lt;/span&gt; BKPM. Dokumen yang harus dilengkapi berupa:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rekaman Izin Prinsip Penanaman Modal yang diajukan perubahannya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Akta Pendirian dan perubahannya yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk perubahan bidang usaha (jenis atau kapasitas produksi) harus melengkapi dengan keterangan rencana kegiatan berupa uraian proses produksi yang mencantumkan jenis bahan baku yang dilengkapi dengan diagram alir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow chart&lt;/span&gt;).  Juga dilengkapi dengan rekomendasi dari instansi pemerintah terkait (jika bidang usahanya  dipersyaratkan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk perubahan penyertaan dalam modal perseroan (persentase kepemilikan saham asing) harus melengkapi dengan kesepakatan para pemegang saham tentang perubahan persentase antara saham asing dan Indonesia. Kesepakatan pemegang saham tersebut harus dituangkan  dalam bentuk rekaman risalah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) atau Keputusan Sirkular yang ditandatangani oleh seluruh pemegang saham dan dicatat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;waarmerking&lt;/span&gt;) Notaris. Jika tidak, bisa juga melampirkan rekaman Pernyataan Keputusan Rapat atau Berita Acara Rapat dalam bentuk Akta Notaris (sesuai pasal 21, dan Bab VI, UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas)  yang dilengkapi dengan bukti diri pemegang saham baru. Dokumen lain yang dibutuhkan adalah kronologis penyertaan dalam modal perseroan sejak pendirian perusahaan sampai dengan permohonan terakhir. Sedangkan bagi perusahaan terbuka (Tbk),  harus dilengkapi dengan persyaratan sesuai ketentuan perundangan di Pasar Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk perubahan jangka waktu penyelesaian proyek harus dilengkapi dengan alasan perubahan yang dimaksud;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) periode terakhir;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika permohonan tidak bisa disampaikan sendiri oleh direksi perusahaan, dapat menguasakan  kepada pihak lain disertai surat kuasa asli. Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal akan diproses selama 5 (lima) hari kerja setelah seluruh berkas dokumen yang diterima dinyatakan benar dan lengkap. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-6945553594968902271?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6945553594968902271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/6945553594968902271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/mengajukan-izin-prinsip-perubahan.html' title='Cara Mengajukan Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-8240075672711359331</id><published>2010-02-07T09:25:00.022+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Izin Prinsip Perluasan'/><title type='text'>Cara Mengajukan Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal adalah izin yang digunakan untuk memperluas kegiatan penanaman modal. Izin ini diperlukan investor untuk menambah kapasitas produksi proyek investasi yang melebihi kapasitas yang telah ditetapkan oleh surat Izin Prinsip yang dimiliki. Izin ini hanya diperlukan oleh penanam modal yang akan menikmati fasilitas pada bidang usaha yang memang memungkinkan memperoleh fasilitas fiskal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Prinsip Perluasan diajukan dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e78f/n/FORMULIR_IZIN_PRINSIP_PERLUASAN-APLIKASI.pdf"&gt;formulir Izin Prinsip Perluasan&lt;/a&gt; dalam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcopy&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; berdasarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investor module&lt;/span&gt; BKPM. Persyaratan yang harus dilengkapi ketika mengajukan permohonan tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rekaman Izin Usaha (jika diperlukan);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Akta Pendirian dan perubahan yang disahkan Kementerian Hukum dan HAM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterangan uraian rencana proses produksi disertai kebutuhan jenis bahan baku dan diagram air (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow chart&lt;/span&gt;). Juga disertai keterangan uraian rencana kegiatan usaha sektor jasa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Izin Prinsip atau perubahannya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesepakatan perubahan komposisi saham asing dan Indonesia dalam rekaman Risalah RUPS (Keputusan Sirkular) yang ditandatangani oleh seluruh pemegang saham. Risalah tersebut harus telah dicatat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;waarmerking&lt;/span&gt;) oleh Notaris. Selain Risalah RUPS dapat pula disertakan rekaman Pernyataan Keputusan Rapat/Berita Acara Rapat dalam bentuk Akta Notaris (sesuai UU No 40/2007 tentang Perseroan Terbatas) yang dilengkapi dengan bukti diri pemegang saham baru. Kemudian lampirkan pula dokumen kronologis penyertaan modal perseroan, sejak perusahaan berdiri sampai permohonan terakhir. Semua lampiran dokumen tersebut hanya disampaikan oleh perusahaan yang melakukan perubahan penyertaan modal perseroan (yang mengakibatkan perubahan persentase saham asing dan Indonesia atau terjadi perubahan nama dan negara asal pemegang saham);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permohonan Izin Prinsip Perluasan disampaikan langsung oleh direksi perusahaan ke PTSP BKPM atau PTPS provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan tingkat kewenangan yang dimiliki. Jika berhalangan, pemohon dapat menguasakan kepada pihak lain yang disertai dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8be/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; asli. Permohonan Izin Prinsip Perluasan yang diterima secara lengkap dan benar akan diproses maksimal dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-8240075672711359331?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8240075672711359331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8240075672711359331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-izin-prinsip-perluasan.html' title='Cara Mengajukan Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-1190976175373629819</id><published>2010-02-07T07:11:00.029+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Izin Prinsip'/><title type='text'>Cara Mengajukan Izin Prinsip Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izin Prinsip Penanaman Modal adalah izin yang diberikan kepada penanam modal untuk mulai melakukan kegiatan investasi. Izin ini diperlukan oleh perusahaan yang membutuhkan fasilitas fiskal sehingga wajib diajukan oleh investor perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi PMA, Izin Prinsip baru dapat diajukan setelah perusahaannya berbentuk perseroan terbatas. Namun bila perusahaannya tidak membutuhkan fasilitas fiskal walaupun bidang usahanya memungkinkan memperoleh fasilitas tersebut, penanam modal asing tidak perlu memiliki Izin Prinsip. Karena itu, bila investor asing menganggap bidang usahanya membutuhkan fasilitas fiskal, pengajuan Permohonan Izin Prinsip Penanaman Modal dapat langsung dilakukan walaupun ia belum memiliki Pendaftaran Penanaman Modal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sama halnya dengan penanam modal dalam negeri, jika merasa membutuhkan fasilitas fiskal pada bidang usaha yang memang memungkinkan mendapat fasilitas tersebut, ia juga wajib memiliki Izin Prinsip. Namun jika investor PMDN merasa tidak membutuhkan fasilitas fiskal, ia tidak perlu bersusah payah mengajukan Permohonan Izin Prinsip Penanaman Modal. Bagi investor dalam negeri perusahaan perorangan yang ingin memperoleh Izin Prinsip, ia harus memiliki akta pengesahan pendirian perusahaan atau Kartu Tanda Penduduk serta NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak berbeda dengan pelayanan yang diberikan penanam modal dalam negeri, PMA dapat mengajukan Permohonan Izin Prinsip Penanaman Modal kepada PTSP BKPM,  PTSP provinsi maupun kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PMA yang bidang usahanya masih menjadi urusan pemerintahan (kewenangan  pemerintah), Permohonan Izin Prinsip diajukan ke PTSP BKPM.  Caranya dengan mengisi &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e774/n/FORMULIR_IZIN_PRINSIP_PENANAMAN_MODAL-APLIKASI.pdf"&gt;formulir Izin Prinsip&lt;/a&gt; baik dalam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardcopy&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;softcopy&lt;/span&gt; sesuai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;investor module&lt;/span&gt; BKPM. Permohonan Izin Prinsip disampaikan langsung oleh direksi perusahaaan bersangkutan, dan jika berhalangan  dapat menguasakan  kepada pihak lain disertai &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8be/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; asli. Dokumen yang disertakan pada formulir permohonan meliputi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. Bukti diri pemohon:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pendaftaran bagi badan usaha yang telah melakukan pendaftaran;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta Pendirian Perusahaan dan perubahannya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman Pengesahan Anggaran Dasar Perusahaan dari Kementerian Hukum dan HAM;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman NPWP;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;B. Keterangan rencana kegiatan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Uraian proses produksi yang mencantumkan jenis bahan baku dan dilengkapi dengan diagram alir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow chart&lt;/span&gt;);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uraian kegiatan usaha sektor jasa;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prosedur yang mesti dilalui oleh PMDN untuk mengajukan Permohonan Izin Prinsip justru lebih sederhana. Pengajuan permohonan bisa dilakukan oleh perseorangan Warga Negara Indonesia, Perseroan Terbatas atau perusahaan nasional yang seluruh sahamnya dimiliki oleh WNI, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;commanditaire vennootschap&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;firma&lt;/span&gt;, usaha perseorangan, koperasi, yayasan yang didirikan WNI, Badan Usaha Milik Negara maupun oleh Badan Usaha Milik Daerah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkas permohonan harus dibawa sendiri oleh penanam modal dalam negeri yang bersangkutan. Jika berhalangan dapat menguasakan kepada pihak lain dengan memberikan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8bb/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;surat kuasa&lt;/a&gt; asli.  Dokumen lain yang disertakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. Bukti diri pemohon:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pendaftaran bagi badan usaha yang telah melakukan pendaftaran;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman akta pendirian perusahaan dan perubahannya untuk PT, CV, Fa atau rekaman Anggaran Dasar bagi Badan Usaha Koperasi;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman pengesahan Anggaran Dasar Perusahaan dari Kementerian Hukum dan HAM atau pengesahan Anggaran Dasar Badan Usaha Koperasi oleh instansi yang berwenang;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman KTP untuk perseorangan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekaman NPWP;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;B. Keterangan rencana kegiatan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Uraian proses produksi yang mencantumkan jenis bahan baku dan dilengkapi dengan diagram alir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow chart&lt;/span&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uraian kegiatan usaha sektor jasa;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;C. Rekomendasi dari instansi pemerintah terkait (sesuai syarat bidang usaha);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika dokumen Permohonan izin Prinsip telah dinyatakan lengkap dan benar, dalam waktu  paling lambat 3 hari kerja, Izin Prinsip Penanaman Modal telah dapat diterima oleh pemohon, baik PMA maupun PMDN.  (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-1190976175373629819?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1190976175373629819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1190976175373629819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-izin-prinsip-penanaman.html' title='Cara Mengajukan Izin Prinsip Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-4509735917346004986</id><published>2010-02-06T13:06:00.029+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PTSP'/><title type='text'>Cara Melapor Ketidakpuasan Layanan PTSP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat berinteraksi dengan unit layanan publik, posisi masyarakat seperti raja. Dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, keberadaan setiap unit layanan masyarakat harus benar-benar mematuhi Indeks Kepuasan Masyarakat. Ini berarti, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;key performance indicator&lt;/span&gt; harus dipatuhi oleh instansi penyelenggara layanan publik, sehingga dapat memanjakan seorang penerima layanan dengan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indeks Kepuasan Masyarakat adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari pengukuran kuantitatif dan kualitatif. Data tersebut diperoleh berdasarkan pendapat masyarakat ketika menerima layanan dari aparatur penyelenggara layanan publik. Oleh karena itu, kinerja layanan PTSP nasional juga harus memiliki komitmen yang sama dalam memberikan kepuasan layanan di bidang penanaman modal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e772/n/Pedoman_Umum_Pelayanan_Prima_amp_IKM-PTSP.pdf"&gt;Sebelum melapor keganjilan layanan PTSP, sebaiknya penanam modal memahami dahulu tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;service quality &amp;amp; improvement&lt;/span&gt;  PTSP.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. Tugas PTSP&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melayani semua jenis perizinan penanaman modal yang diperlukan untuk merealisasikan kegiatan penanaman modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melayani perizinan yang meliputi penerbitan rekomendasi, termasuk rekomendasi visa izin tinggal terbatas, pemberian fasilitas fiskal dan nonfiskal serta pelayanan informasi;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;melayani pengaduan masyarakat atas hambatan pelayanan PTSP penanaman modal;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melayani kemudahan pelaksanaan kegiatan penanaman modal, termasuk memberi bantuan (fasilitasi) pelayanan perizinan dan nonperizinan yang terkait dengan pelaksanaan penanaman modal;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;B. Standar KinerjaPTSP&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memiliki bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;front office&lt;/span&gt; yang diawaki tiga petugas yang menguasai ketentuan penanaman modal dan ketentuan sektoral serta terampil mengoperasikan sarana dan prasarana kantor;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;back office&lt;/span&gt; yang diawaki lima petugas yang menguasai ketentuan penanaman modal dan ketentuan sektoral serta terampil mengoperasikan sarana dan prasarana kantor;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Memiliki bagian administrasi yang diawaki dua petugas yang menguasai tata naskah dinas (tata persuratan) dan terampil mengoperasikan sarana dan prasarana kantor;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;help desk&lt;/span&gt; yang diawaki seorang petugas yang siap menangani dan menuntaskan komplain investor serta seorang petugas yang menguasai teknologi informasi (IT);&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lokasi kantor PTSP berjarak  tidak lebih 1 (satu) kilometer dari pusat pemerintahan serta mudah diakses dengan sarana transportasi umum;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kantor PTSP menempati bangunan minimal seluas 160 meter persegi yang berdiri di atas lahan milik sendiri dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;layout&lt;/span&gt; terdiri ruang kepala, ruang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;front office&lt;/span&gt; (untuk pelayanan), ruang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;back office&lt;/span&gt; (untuk pemrosesan), ruang rapat, ruang tunggu serta 2 unit toilet pria dan wanita. Sementara, di luar bangunan kantor tersedia areal parkir yang memadai;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sarana dan prasarana kantor yang disiapkan bagi kepentingan layanan adalah 6 unit komputer beserta printer, meja dan kursi, telepon dan faksimili, manajemen kearsipan, kendaraan dinas operasional, papan informasi penanaman modal yang berada di posisi strategis, informasi penanaman modal dalam 2 bahasa, peraturan daerah, koneksi dan perangkat teknologi informasi;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;C. &lt;span&gt;Standar Pelayanan&lt;/span&gt;  Petugas PTSP&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Selalu siap di tempat untuk melayani investor selama jam layanan pukul 09.00-15.00 waktu setempat;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cepat tanggap menyediakan formulir dan sarana layanan lainnya yang diperlukan investor;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;berpakaian dan berpotongan rambut yang sopan dan rapi. Selalu sigap melayani investor dengan kelengkapan atribut,  tanda pengenal dan sepatu kerja;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyapa setiap tamu yang datang dengan ucapan lazim, seperti selamat pagi, siang, atau sore, atau apa yang dapat kami bantu .....?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap santun, ramah (dengan motto 3-S: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;senyum&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sapa&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salam&lt;/span&gt;), tanggap, cermat dan cepat serta tidak berupaya mempersulit layanan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu menghargai tamu dengan baik sehingga tidak memandang ke arah lain ketika sedang berinteraksi dengan penerima layanan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendengarkan dengan baik setiap ucapan tamu dan berkonsentrasi penuh ketika sedang berdiskusi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak lupa meminta nomor telepon tamu agar dapat dihubungi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak melakukan kegiatan (mengobrol dan bercanda) yang tidak perlu kepada siapa pun selama berada di tempat kerja;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu menata waktu konsultasi (diskusi) seefisien mungkin;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggunakan kedua belah tangan ketika menyerahkan dan menerima dokumen, tanda terima dan sebagainya kepada tamu yang sedang dilayani disertai senyuman;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjabat tangan tamu ketika selesai melayani sambil  mengucapkan terima kasih;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika terpaksa meninggalkan tamu yang sedang dilayani untuk urusan yang sangat penting, ungkapkan permohonan maaf sambil memberikan petugas pengganti;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meneruskan persoalan layanan yang sedang dikomplain tamu yang kurang dipahaminya kepada petugas lain atau supervisornya diserta ucapan permohonan maaf;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan informasi secara jelas dan lengkap serta menggunakan media informasi tambahan seperti brosur, leaflet atau buku peraturan yang mendukung;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika melihat antrian panjang, katakan permohonan maaf kepada tamu yang sedang mengantri agar berkenan untuk menunggu. Jelaskan pula kepada mereka tentang  perkiraan waktu tunggu yang mesti dijalani;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu menjelaskan secara detail terhadap kerusakan mendadak pada sarana dan prasarana kantror. Jelaskan kepada tamu tentang masalah yang sedang terjadi dan jika merupakan terjadi kerusakan yang fatal, segera catat nama, alamat dan nomor telepon tamu agar dapat segera dihubungi bila kerusakan sudah berhasil ditangani;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jelaskan dengan ramah, sopan dan lengkap terhadap tamu yang kurang memahami prosedur layanan;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanam modal dapat melayangkan pengaduan bila merasakan kinerja layanan PTSP tidak selaras  dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;service quality &amp;amp; improvement&lt;/span&gt; yang dijanjikan. Pengaduan dapat ditujukan kepada Kepala BKPM, Kepala instansi penanaman modal tingkat provinsi atau kabupaten/kota di wilayah kegiatan investasinya dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain secara tidak langsung melalui SPIPISE, pengaduan dapat disampaikan langsung melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;help desk&lt;/span&gt; (layanan pengaduan) penanaman modal di PTSP yang bersangkutan. Jika tanggapan pengaduan tidak memuaskan, investor dipersilakan meneruskan kepada Tim Pertimbangan PTSP (yang dibentuk oleh Menteri Koordinator Bidang Ekonomi). Sebaiknya pengaduan dilengkapi dengan argumen-argumen keberatan  investor dan kemudian   ditembuskan pula kepada Kepala BKPM, gubernur dan bupati/walikota. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-4509735917346004986?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4509735917346004986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4509735917346004986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-melapor-ketidakpuasan-layanan-ptsp.html' title='Cara Melapor Ketidakpuasan Layanan PTSP'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-7768556593968769351</id><published>2010-02-06T07:12:00.024+07:00</published><updated>2010-10-11T17:06:47.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LKPM'/><title type='text'>Cara Mengajukan LKPM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laporan Kegiatan Penanaman Modal adalah data dan informasi perkembangan kegiatan perusahaan serta kendala yang dihadapi investor ketika mengimplementasikan proyek investasinya. LKPM disampaikan kepada BKPM, instansi penanaman modal tingkat provinsi dan kabupaten/kota secara periodik dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8fc/n/LKPM_Registrasi-DALAK.pdf"&gt;formulir yang telah disediakan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa ketentuan lain yang harus dipatuhi penanam modal sehubungan dengan birokrasi  LKPM adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;LKPM wajib disampaikan oleh perusahaan yang telah mendapat Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal atau Izin Usaha;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investor yang kegiatan penanaman modalnya sedang dalam tahap pembangunan wajib menyampaikan LKPM setiap 3 (tiga) bulan. LKPM Triwulan I disampaikan paling lambat setiap 5 April, LKPM Triwulan II disampaikan paling lambat setiap 5 Juli, LKPM Triwulan III disampaikan paling lambat setiap 5 Oktober dan LKPM Triwulan IV disampaikan setiap 5 Januari pada tahun berikutnya;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investor yang kegiatan penanaman modalnya sudah memiliki Izin Usaha wajib  menyampaikan LKPM setiap 6 (enam) bulan. LKPM Semester I disampaikan setiap akhir Juli, sementara LKPM Semester II disampaikan setiap akhir Januari tahun berikutnya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investor yang memiliki kegiatan penanaman modal di beberapa kabupaten/kota wajib mengirimkan LKPM ke seluruh instansi penanaman modal kabupaten/kota yang bersangkutan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha (sehingga memiliki lebih dari satu Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal maupun Persetujuan Penanaman Modal) wajib merinci realisasi investasi untuk masing-masing bidang usahanya pada LKPM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan yang berlokasi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau kawasan ekonomi khusus wajib menyampaikan LKPM kepada badan pengusahaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau badan pengusahaan kawasan ekonomi khusus yang bersangkutan. LKPM tersebut juga dikirimkan kepada Kepala BKPM (c.q. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal), kepala instansi penanaman modal provinsi dan kabupaten/kota;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan yang telah beralih status atau melakukan merger (penggabungan beberapa perusahaan), kepada perusahaan penerus (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;surviving company&lt;/span&gt;) wajib menyampaikan LKPM untuk seluruh kegiatan penanaman modal hasil penggabungannya;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kantor perwakilan perusahaan asing hanya melaporkan kegiatannya kepada BKPM setiap akhir tahun dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8fe/n/Laporan_Tahunan_KPPA_-DALAK.pdf"&gt;formulir Laporan Tahunan KPPA&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan yang mendapat fasilitas penanaman modal wajib menyampaikan Pemberitahuan Impor Barang (sesuai dengan Surat Persetujuan Fasilitas Bea Masuk atas Impor Mesin, Barang atau Surat Persetujuan Fasilitas Bea Masuk atas Impor Bahan) kepada Direktorat Jenderal Bea Cukai disertai tembusan yang ditujukan kepada Kepala BKPM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan yang mendapat fasilitas pembebasan bea masuk yang diterbitkan BKPM wajib menyampaikan laporan realisasi impor setiap 3 (tiga) bulan. Laporan triwulanan yang dikirim bersamaan dengan penyampaian LKPM triwulanan tersebut ditujukan kepada Kepala BKPM (c.q. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal) dilengkapi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy&lt;/span&gt; Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang disetujui oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan menggunakan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8f0/n/Laporan_Realisasi_Impor_APIP_-DALAK.pdf"&gt;formulir ralisasi impor&lt;/a&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan wajib menunjuk seorang penanggung jawab untuk mengkoordinasikan pembuatan LKPM yang diberitahukan secara tertulis kepada Kepala BKPM (c.q. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal), kepala instansi penanaman modal provinsi dan kabupaten/kota;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyampaian LKPM dapat dilakukan dalam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hard copy&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soft copy&lt;/span&gt; yang ditujukan langsung kepada BKPM, instansi penanaman modal tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Investor juga dapat menggunakan SPIPISE maupun surat elektronik dalam mengirimkan LKPM.  Namun pembuatan (pengisian) dan pengiriman LKPM sebaiknya (lebih disarankan) menggunakan SPIPISE. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-7768556593968769351?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7768556593968769351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7768556593968769351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-lkpm.html' title='Cara Mengajukan LKPM'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-5728357783117090114</id><published>2010-02-05T16:26:00.029+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SPIPISE'/><title type='text'>Cara Mengajukan Hak Akses</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Portal SPIPISE merupakan gerbang informasi dan layanan perizinan serta nonperizinan penanaman modal Indonesia yang berbentuk piranti lunak. Karena berbasis situs (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;website&lt;/span&gt;) sehingga mudah diakses oleh siapa saja, tidak seluruh informasi yang disajikannya terbuka  bebas. Ini untuk menjamin kerahasiaan data dan informasi perusahaan, sehingga kepada masyarakat (terutama investor) yang ingin memanfaatkan SPIPISE lebih jauh akan diberi hak akses sesuai tingkat kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hak akses adalah hak yang diberikan kepada pengguna SPIPISE untuk memanfaatkan perangkat pelayanan elektronik tersebut, namun dengan syarat telah memiliki identitas pengguna dan kode akses. Hak akses dapat diajukan langsung ke BKPM maupun instansi penanaman modal tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang telah mengoperasikan SPIPISE. Pengajuannya melalui &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8ge/n/Permohonan_hak_akses-SPIPISE.pdf"&gt;formulir permohonan hak akses&lt;/a&gt;, disertai persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dokumen perusahaan yang terdiri dari rekaman Akta Perusahaan yang terbaru serta  rekaman pengesahan Akta Perusahaan tersebut oleh Kementerian Hukum dan HAM atau pengadilan atau Kementerian Koperasi dan UKM;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dokumen pimpinan (penanggung jawab) perusahaan, berupa rekaman tanda pengenal pemohon (KTP atau paspor).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika pemohon tidak dapat mengajukan sendiri permohonannya, ia dapat menguasakan  kepada pihak lain dengan menyertakan surat kuasa resmi. &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8gc/n/Surat_Kuasa_Hak_Akses-SPIPISE.pdf"&gt;Surat kuasa&lt;/a&gt; harus bermaterai cukup dan dilengkapi identitas diri yang jelas dari penerima kuasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah formulir Permohonan Hak Akses diisi dengan baik dan benar (dan telah ditandatangani di atas materai yang cukup), berkas permohonan (yang dilengkap dokumen yang diperlukan) langsung disampaikan kepada BKPM atau instansi penanaman modal provinsi atau kabupaten/kota yang dimaksud. Dalam waktu 2 (dua) jam setelah berkas diterima dengan benar dan lengkap, hak akses akan diberikan oleh petugas PTSP disertai pemberian akun investor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanam modal wajib mengganti kode akses dalam waktu 1 (satu) hari setelah hak akses diberikan. Ini agar kode akses yang dimilikinya tidak diketahui pihak lain yang tidak berkepentingan. Jika dalam waktu sehari penanam modal tidak mengganti kode aksesnya, SPIPISE akan menghapus hak akses tersebut secara otomatis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika ingin mengalihkan hak akses ke instansi penanaman modal daerah lainnya, investor dapat mengajukan perubahan secara langsung ke instansi yang menerbitkan hak akses tersebut. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-5728357783117090114?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/5728357783117090114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/5728357783117090114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-hak-akses.html' title='Cara Mengajukan Hak Akses'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-822621326066355624</id><published>2010-02-05T07:51:00.039+07:00</published><updated>2010-04-01T14:53:16.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendaftaran'/><title type='text'>Cara Mengajukan Pendaftaran Penanaman Modal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika akan berinvestasi di wilayah negara Republik Indonesia untuk yang pertama kali, investor perlu mengajukan Permohonan Pendaftaran Penanaman Modal. Langkah ini untuk mendapatkan persetujuan awal dari pemerintah terhadap rencana kegiatan penanaman modal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, Pendaftaran Penanaman Modal (selanjutnya disebut: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pendaftaran&lt;/span&gt;) disebut sebagai bentuk persetujuan awal pemerintah. Persetujuan inil menjadi pegangan dasar para penanam modal  untuk mulai merencanakan penanaman modalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum mulai mengajukan Pendaftaran, ada baiknya investor melihat dulu apakah bidang usahanya layak dengan peraturan yang berlaku (sesuaikan dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20b43g/n/Perpres_No_76_Th_2007_KRITERIA_BIDANG_USAHA_PM.pdf"&gt;Perpres 76/2007&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20b47f/n/Peraturan_Presiden_No_77_th_2007_DAFTAR_BIDANG_USAHA_YANG_TERTUTUP_DAN_TERBUKA_PM.pdf"&gt;Perpres 77/2007&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20cc0c/n/Perpres_No_111Th_2007_DNI.pdf"&gt;Perpres 111/2007&lt;/a&gt;). Langkah ini menjadi lebih efektif karena penanam modal menjadi  lebih memahami kriteria bidang usahanya, apakah termasuk yang boleh dilakukan, boleh dilakukan dengan persyaratan tertentu atau bahkan tidak boleh sama sekali untuk diusahakan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan Pendaftaran Penanaman Modal itu sendiri dapat diajukan oleh:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemerintah negara lain, WNA (Warga Negara Asing) serta badan usaha asing;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemerintah negara lain, WNA serta badan usaha asing bersama dengan WNI (Warga Negara Indonesia) maupun badan hukum Indonesia;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perorangan WNI serta badan usaha Indonesia lainnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;Setelah mengetahui kriteria bidang usahanya dan menyesuaikan diri dengan persyaratan yang ditentukan, PMA harus membentuk badan usaha. Bagi PMA pilihannya hanya berbentuk Perseroan Terbatas (PT), sementara PMDN bisa tidak berbadan hukum maupun hanya usaha perseorangan. Setelah itu PMA harus segera menyiapkan surat rekomendasi dari instansi pemerintah negaranya bila pemohon merupakan pemerintah asing (negara lain). Jika pemohon adalah perseorangan asing, yang dibutuhkan adalah rekaman paspor yang masih berlaku. Selanjutnya jika pemohon adalah badan usaha asing, dokumen yang diperlukan adalah rekaman Anggaran Dasar (Article of Association) dalam bahasa Inggris atau terjemahannya oleh penerjemah tersumpah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi PMDN hanya menyiapkan rekaman Kartu Tanda Penduduk (untuk pemohon perseorangan), rekaman Akta Pendirian Perusahaan dan perubahan serta pengesahannya dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (untuk badan usaha), rekaman Nomor Pokok Wajib Pajak (bagi pemohon perorangan maupun badan usaha).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan telah disiapkannya SPIPISE, investor dapat menggunakan proses Pendaftaran secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt;. Namun jika ingin diproses secara manual, ia dapat melalui kantor PTSP nasional. Pemilihan PTSP BKPM, PTSP provinsi maupun PTSP kabupaten/kota disesuaikan dengan tingkat kewenangan yang dimiliki masing-masing PTSP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PTSP BKPM memproses permohonan perizinan dan nonperizinan penanaman modal yang dilimpahkan (didelegasikan) dari kewenangan menteri teknis atau kepala LPND sebelumnya. Karena menjalankan fungsi pelayanan yang menjadi urusan pemerintah, PTSP BKPM melayani kepentingan penanam modal yang bergerak di sektor sumber daya alam yang tidak terbarukan dan memiliki tingkat resiko tinggi. Di kantor penanaman modal tingkat pusat itu juga melayani investasi industri yang memiliki prioritas  nasional, investasi yang dapat mempersatukan dan menghubungkan antar-wilayah atau melingkupi lintas provinsi. Selanjutnya PTSP BKPM juga melayani investasi yang terkait bidang pertahanan dan keamanan nasional, penanaman modal asing, serta investasi lainnya yang ditetapkan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PTSP provinsi maupun kabupaten/kota memiliki hak memproses Pendaftaran Penanaman Modal. Namun kewenangan PTSP tersebut akan sangat tergantung dengan masing-masing peringkat yang dimilikinya. Untuk mengetahui metode (aturan main) pemeringkatan serta kewenangan yang dimiliki PTSP secara rinci dapat mengunjungi menu: &lt;a href="http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/01/surat-permohonan.html"&gt;PTSP&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melayani penanaman modal yang masih menjadi kewenangan pemerintah, PTSP BKPM menawarkan suatu layanan khusus. Layanan ini akan (lebih) menyenangkan bagi PMA karena tanpa perlu membentuk badan usaha saat mengajukan permohonan Pendaftaran. Dengan layanan ini, investor dapat lebih meyakini kriteria kelayakan bidang usahanya untuk disesuaikan dengan peraturan yang berlaku (termasuk penetapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) sebelum memproses badan usahanya ke kantor notaris dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, penanam modal yang saat memperoleh Surat Persetujuan Awal Penanaman Modal belum memiliki bentuk badan usaha, ia diberi waktu paling lambat 6 bulan untuk mengusahakan badan usahanya berbentuk perseroan terbatas (PT). Jika  investor lalai, Pendaftaran Penanaman Modal yang diperolehnya dapat dibatalkan.  Selanjutnya dengan status PT, perusahaan penanaman modal asing bisa memperoleh fasilitas fiskal. Tentunya fasilitas fiskal hanya dapat dinikmati setelah mengajukan permohonan Izin Prinsip Penanaman Modal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e773/n/FORMULIR_PENDAFTARAN_PENANAMAN_MODAL_INDO_ENG_-APLIKASI.pdf"&gt;formulir Pendaftaran&lt;/a&gt; diisi dengan benar dan baik, investor dapat membubuhkan tanda tangan di atas materai yang cukup. Seluruh pemohon (bila perusahaan belum berbadan hukum) atau direksi (bila perusahaan sudah berbadan hukum) harus terlibat menandatangani formulir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila permohonan Pendaftaran tidak sempat disampaikan sendiri,  penanam modal dapat menguasakan kepada pihak lain. Kepada pihak kedua yang diberi kuasa oleh investor tentunya harus dilengkapi dengan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8bb/n/Surat_Kuasa.pdf"&gt;Surat Kuasa&lt;/a&gt; bermaterai cukup. Surat kuasa itu sendiri hanya boleh dilimpahkan maksimal hanya sampai &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20e8bf/n/Surat_Kuasa_Subtitusi.pdf"&gt;pihak ketiga&lt;/a&gt; dengan catatan tetap harus diketahui oleh pihak pertama. Pendaftaran Penanaman Modal diproses hanya dalam waktu 1 (satu) hari kerja sejak berkas pemohononan diterima dan dinyatakan benar serta lengkap. (Tim Editor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-822621326066355624?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/822621326066355624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/822621326066355624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/cara-mengajukan-permohonan-pendaftaran.html' title='Cara Mengajukan Pendaftaran Penanaman Modal'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-8971151728435619162</id><published>2010-02-05T07:39:00.003+07:00</published><updated>2010-08-01T18:08:16.531+07:00</updated><title type='text'>Jajak Pendapat  LKPM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal mengeluarkan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Peraturan Kepala BKPM Nomor 7 Tahun 2010 Tentang  Perubahan Atas &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; Peraturan Kepala BKPM Nomor 13 Tahun 2009 Tentang Pedoman Dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;. Berdasarkan peraturan tersebut,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang sedang tahap pembangunan wajib menyerahkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) per triwulan. Sementara LKPM perusahaan PMA dan PMDN yang telah memperoleh izin usaha disampaikan per semester&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengukur pandangan investor terhadap keberadaan LKPM serta perubahan frekwensi (periode) penyampaiannya, kami persilakan Anda untuk mengisi jajak pendapat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;form id="emf-form" enctype="multipart/form-data" method="post" action="http://www.emailmeform.com/builder/form/IeWrP5blQf4bLda2s75"&gt;&lt;table style="text-align:left;" cellpadding="2" cellspacing="0" border="0" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="" colspan="2"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b style="font-size:20px;"&gt;Survey Kepuasan Investor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;label style="font-size:15px;"&gt;Mohon diisi dengan baik dan benar, dengan cara memilih (click with mouse) pada jawaban yang menurut Anda paling tepat.  &lt;br /&gt;&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align=""&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Kualifikasi perusahaan Anda:&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_0_0" name="element_0" value="Penanaman Modal Asing;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Penanaman Modal Asing;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_0_1" name="element_0" value="Penanaman Modal Dalam Negeri;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Penanaman Modal Dalam Negeri;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear:both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align=""&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Kualifikasi bidang usaha Anda:&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_1_0" name="element_1" value="Sektor primer;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Sektor primer;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_1_1" name="element_1" value="Sektor sekunder;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Sektor sekunder;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_1_2" name="element_1" value="Sektor tersier;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Sektor tersier;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear:both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align=""&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Sebagai sebuah laporan berkala mengenai&lt;br /&gt;perkembangan kegiatan dan kendala yang dihadapi&lt;br /&gt;perusahaan penanaman modal, apakah LKPM dapat&lt;br /&gt;menjadi sarana yang tepat?&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_2_0" name="element_2" value="Sangat tepat;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Sangat tepat;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_2_1" name="element_2" value="Tepat;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Tepat;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_2_2" name="element_2" value="Belum tentu;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Belum tentu;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_2_3" name="element_2" value="Tidak tepat;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Tidak tepat;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_2_4" name="element_2" value="Sangat tidak tepat;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Sangat tidak tepat;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear:both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align=""&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Frekwensi (periode) penyampaian LKPM, sebaiknya:&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;div style="float:left;width:50%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_3_0" name="element_3" value="Setiap bulan;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Setiap bulan;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float:left;width:50%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_3_1" name="element_3" value="Per tiga bulan;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Per tiga bulan;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float:left;width:50%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_3_2" name="element_3" value="Per empat bulan;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Per empat bulan;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float:left;width:50%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_3_3" name="element_3" value="Per semester;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Per semester;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float:left;width:50%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_3_4" name="element_3" value="Per sembilan bulan;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Per sembilan bulan;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float:left;width:50%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_3_5" name="element_3" value="Per tahun;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Per tahun;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float:left;width:50%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_3_6" name="element_3" value="Tergantung kebutuhan;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Tergantung kebutuhan;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear:both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align=""&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Hal apa saja yang membuat Anda merasa tidak nyaman&lt;br /&gt;(kurang berkenan) dengan keberadaan LKPM?&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_0" name="element_4[]" value="Sulit diisi;" class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Sulit diisi;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_1" name="element_4[]" value="Terlalu banyak data yang harus diisi;" class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Terlalu banyak data yang harus diisi;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_2" name="element_4[]" value="Banyak data (duplikasi) yang tidak perlu;" class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Banyak data (duplikasi) yang tidak perlu;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_3" name="element_4[]" value="Tidak mudah dikirim (disampaikan);" class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Tidak mudah dikirim (disampaikan);&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_4" name="element_4[]" value="Tidak ada insentif bagi perusahaan yang patuh;" class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Tidak ada insentif bagi perusahaan yang patuh;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_5" name="element_4[]" value="Tidak ada sanksi bagi perusahaan yang tidak patuh;" class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Tidak ada sanksi bagi perusahaan yang tidak patuh;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_6" name="element_4[]" value="Kendala yang disampaikan tidak direspon;" class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Kendala yang disampaikan tidak direspon;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_7" name="element_4[]" value="Hanya buang waktu; " class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Hanya buang waktu; &amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_4_8" name="element_4[]" value="Tidak relevan dengan kinerja perusahaan;" class="validate[required]"  type="checkbox" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Tidak relevan dengan kinerja perusahaan;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear:both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;Bisa diisi berdasarkan beberapa kondisi yang Anda&lt;br /&gt;rasakan.&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align=""&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Apakah Anda mendukung LKPM bila dilakukan&lt;br /&gt;penyempurnaan?&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_5_0" name="element_5" value="Sangat mendukung;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Sangat mendukung;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_5_1" name="element_5" value="Mungkin saja;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Mungkin saja;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_5_2" name="element_5" value="Tidak yakin;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Tidak yakin;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_5_3" name="element_5" value="Kemungkinan tidak;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Kemungkinan tidak;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="width:100%;padding-bottom:5px;"&gt;&lt;input id="element_5_4" name="element_5" value="Sangat tidak mendukung apapun;" class="validate[required]"  type="radio" /&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&amp;nbsp;Sangat tidak mendukung apapun;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear:both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align=""&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Hal lain yang ingin Anda sampaikan terkait dengan&lt;br /&gt;LKPM?&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;textarea id="element_6" name="element_6" cols="50" rows="20" class="validate[optional] "&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;Ajukan usul (pendapat) yang dapat menyempurnakan&lt;br /&gt;keberadaan LKPM dengan cara menulis di dalam kotak&lt;br /&gt;jawaban di atas. Setelah selesai, click tombol&lt;br /&gt;kirim di bawah ini. Dengan demikian berarti Anda&lt;br /&gt;telah berpartisipasi dalam memberi masukan bagi&lt;br /&gt;penyempurnaan iklim investasi Indonesia.&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" align="left"&gt;&lt;input name="element_counts" value="7" type="hidden" /&gt;&lt;input  value="Kirim" type="submit" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Powered by&lt;/font&gt;&lt;span style="position: relative; padding-left: 3px; bottom: -5px;"&gt;&lt;img src="http://www.emailmeform.com/builder/images/footer-logo.png" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;EMF &lt;/font&gt;&lt;a style="text-decoration:none;" href="http://www.emailmeform.com" target="_blank"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;PHP Form&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-8971151728435619162?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8971151728435619162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/8971151728435619162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/kolom-ini-merupakan-forum-interaksi.html' title='Jajak Pendapat  LKPM'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-4014413813803973477</id><published>2010-02-02T14:13:00.078+07:00</published><updated>2012-01-06T08:30:18.484+07:00</updated><title type='text'>HIMPUNAN PERATURAN PENANAMAN MODAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FyRFwTr_I/AAAAAAAAAD4/JKveLIJ0CTI/s1600-h/Lambang+FPMPNG.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FyRFwTr_I/AAAAAAAAAD4/JKveLIJ0CTI/s400/Lambang+FPMPNG.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436251863141036018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Di bidang penanaman modal, hierarki peraturan penanaman modal  sudah dikeluarkan mulai dari tingkat legislatif maupun eksekutif. Di tingkat eksekutif tingkatannya mulai dari pemerintah pusat maupun daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Di tingkat pusat, mulai dari presiden sampai tingkat menteri  dan yang setingkat (seperti kepala lembaga pemerintahan non-departemen) juga telah banyak mengeluarkan aturan tentang investasi. Sementara di tingkat pemerintah daerah, peraturan tentang penanaman modal yang dikeluarkan mulai dari pemerintahan daerah tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota bahkan sampai tingkat di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. UNDANG-UNDANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.sjdih.depkeu.go.id/fulltext/1983/7tahun%7E1983UU.htm"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;lihat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13297494/UUNomor10Tahun1995TentangKepabeanan.PDF.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13297543/UNomor23Tahun1997TentangPengelolaanLingkunganHidup.PDF.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564472/UUNo13Th2003Ketenagakerjaan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564485/UUNo13Th2003Penjelasan.pdf.html"&gt;penjelasannya&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564523/UUNo32Th2004PemerintahanDaerah.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564526/UUNo32Th2004Penjelasannya.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;penjelasannya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564461/UUNo17Th2006PerubahanUU10Th1995Kepabeanan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564530/UUNo25Th2007PenanamanModal.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564529/UUNo26Th2007PenataanRuang.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564525/UUNo40Th2007PerseroanTerbatas.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564483/UUNo11Th.2008InformasidanTransaksiElektronik.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564477/UUNo12Th2008PerubahanKeduaUUPemerintahanDaerah.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564481/UUNo14Th2008KeterbukaanInformasiPublik.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564528/UUNo36PerubahanKeempatUUPPH1983.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564527/UUNo36Th2008Penjelasannya.pdf.html"&gt;penjelasannya&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564479/UUNo20Th2008UMKM.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564524/UU_39_2008_KementerianNegara.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang&lt;/span&gt;-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564475/UUNo4Th2009Minerba.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564521/UUNo25Th2009PelayananPublik.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. PERATURAN PEMERINTAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1997 Tentang Kemitraan;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564401/PPNo44Tahun1997Kemitraan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564399/PPNo27Th1999AMDAL.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13297933/mor65Tahun2005TentangPedomanPenyusunanPenerapanSPM.PDF.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Pemerintah Daerah; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13298000/tangPedomanPembinaanPengawasanPenyelenggaraanPemda.PDF.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Pelaksanaan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dan Informasi Laporan Pelaksanaan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;( dan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564604/PP_no_3_th_2007_lampiran.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;penjelasannya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau Daerah-Daerah Tertentu;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;( dan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564603/PPNo1Th2007Lampiran.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;penjelasannya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/12647108/PP38Tahun2007PembagianUrusanPemerintahan.doc.html"&gt;download&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/12647109/PenjelasanPP38Tahun2007.doc.html"&gt;penjelasan&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564398/PPNo41Th2007OrganisasiPerangkatDaerah.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Pemerintahan Daerah;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564394/PPNo6Th2008PedomanEvaluasiPenyelenggaraanPemda.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pemberian Insentif Dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal Di Daerah;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13298241/PeraturanPemerintahNo.45Tahun2008.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal Di Bidang-Bidang Usaha Tertentu Dan/Atau Daerah-Daerah Tertentu;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564605/PPNo62Th2008PerubahanPP1Th2007.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.filefactory.com/file/a20b284/n/PP_No_62_Th_2008_Lampiran_1.pdf"&gt;lampiran 1 &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564602/PPNo62Th2008Lampiran2.pdf.html"&gt;lampiran 2&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Kawasan Industri; &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564400/PPNo24Th2009KawasanIndustri.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. KEPUTUSAN PRESIDEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keputusan Presiden Nomor 75 Tahun 1995 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564375/KeppresNomor75Tahun1995PenggunaanTKAPendatang.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 2000 Tentang Kantor Perwakilan Perusahaan Asing;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564371/KeppresNo90Th2000KantorPerwakilanPerusahaanAsing.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. PERATURAN PRESIDEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2007 Tentang Kriteria Dan Persyaratan Penyusunan Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2007 Tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2007 Tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010 Tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal;&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13297402/PerpresNomor36Tahun2010TentangDNI.PDF.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2007 Tentang Badan Koordinasi Penanaman Modal;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13297330/PPerpresNomor90Tahun2007TentangBKPM.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/12591172/PP27Th2009TentangPelayananTerpaduSatuPintu.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. PERATURAN/KEPUTUSAN MENTERI DAN YANG SETINGKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Standarisasi Sarana Dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13297247/Permendagri-No.07-2006.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 90/SK/2007 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 4/P/2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 90/SK/2007 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal&lt;/span&gt;;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Menteri Keuangan Nomor 176/PMK.011/2009 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Mesin Serta Barang Dan Bahan Untuk Pembangunan Atau Pengembangan Industri Dalam Rangka Penanaman Modal&lt;/span&gt;; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564378/keuNo176-PMKTh2009PembebasanbeaMasukPenanamanModal.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Tata Cara Pelaksanaan, Pembinaan Dan Pelaporan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Bidang Penanaman Modal;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564372/PERKA_BKPM_NO_11_TAHUN_2009.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor  12 Tahun 2009 Tentang Pedoman Tata Cara Permohonan Penanaman Modal;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564374/PERKA_BKPM_NO_12_TAHUN_2009.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor  13 Tahun 2009 Tentang Pedoman Dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564377/PERKA_BKPM_NO_13_TAHUN_2009.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor  14 Tahun 2009 Tentang Sistem Pelayanan Informasi Dan Perizinan Investasi Secara Elektronik; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564376/PERKA_BKPM_NO_14_TAHUN_2009.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 7 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala BKPM Nomor 13 Tahun 2009 Tentang Pedoman Dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal; &lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.filefactory.com/file/b157653/n/PERKA_BKPM_NO_7_TAHUN_2010.pdf"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564369/PERKABKPMNO7TAHUN2010.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peraturan Kepala Badan Koordinasi  Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 Tentang  Pelimpahan Dan Pedoman Penyelenggaraan Dekonsentrasi Bidang Pengendalian  Pelaksanaan Penanaman  Modal Tahun Anggaran 2012&lt;/span&gt; (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/18100492/PerkaBKPMNomor10Tahun2011TentangDekonDalakPM2012.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-4014413813803973477?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4014413813803973477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4014413813803973477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/himpunan-peraturan-penanaman-modal.html' title='HIMPUNAN PERATURAN PENANAMAN MODAL'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FyRFwTr_I/AAAAAAAAAD4/JKveLIJ0CTI/s72-c/Lambang+FPMPNG.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-1874796158315620854</id><published>2010-02-02T14:10:00.071+07:00</published><updated>2011-01-07T09:54:18.954+07:00</updated><title type='text'>FORMULIR PELAYANAN PENANAMAN MODAL</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3Fx8Fzcc3I/AAAAAAAAADw/W8WJcNK3Nl8/s1600-h/Lambang+FPMPNG.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3Fx8Fzcc3I/AAAAAAAAADw/W8WJcNK3Nl8/s400/Lambang+FPMPNG.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436251502376940402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Layanan penanaman modal dapat dinikmati investor melalui SPIPISE sehingga bersifat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;online&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;digital&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;paperless&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;. Namun jika penanam modal lebih menyukai pelayanan manual, maka ia harus mengisi data yang dimiliki pada setiap jenis formulir atau surat permohonan yang disesuaikan dengan tujuannya. Lalu masih ada pula pengajuan layanan penanaman modal yang tetap dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan surat pengantar atau surat permohonan yang juga disesuaikan pada tujuan dan kegunaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;A. Layanan perizinan dan non-perizinan penanaman modal:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Pendaftaran (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564169/1FORMULIRPENDAFTARANPENANAMANMODALINDOENG.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Izin Prinsip (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564165/3FORMULIRIZINPRINSIPPENANAMANMODAL.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Izin Prinsip Perluasan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564167/5FORMULIRIZINPRINSIPPERLUASAN.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Laporan Perubahan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564163/8AFORMULIRLAPORANPERUBAHAN.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Izin Prinsip Perubahan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564162/9FORMULIRIZINPRINSIPPERUBAHAN.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir KPPA (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564194/11FORMULIRKPPA.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Izin Usaha Di Luar Kawasan Industri (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564189/13formIUT.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Izin Usaha Di Dalam Kawasan Industri (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564187/14formIUTkawasan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Izin Usaha Merger (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564193/15formMERGER.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Permohonan Fasilitas Impor Mesin (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564185/17permohonanBM.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Permohonan Perubahan/Penambahan Fasilitas Impor Mesin (&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.ziddu.com/download/10564211/19permohonanperbhanBM.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Perpanjangan Waktu Pengimporan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564212/21formperpanjangnBM.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Permohonan Fasilitas Impor Barang Dan Bahan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564210/23formbahanbaku.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Permohonan Perubahan/Penggantian Persetujuan Fasilitas Atas Impor Barang Dan Bahan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564205/25FormPerubahanBahanBaku.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Perpanjangan Waktu Pengimporan Barang Dan Bahan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564209/27formperpanjangnBB.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Permohonan Fasilitas Pajak Penghasilan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564224/29FormPPHBahan.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Angka Pengenal Importir Produsen (APIP) (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564218/31formAPIP.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir RPTKA (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564216/33formRPTKA.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir IMTA dan TA.01 (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564223/35formIMTATA01.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Kuasa (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564249/38SuratKuasa.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564253/39SuratKuasa.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;english&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Kuasa Substitusi (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564254/40SuratKuasaSubtitusi.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564248/41SuratKuasaSubtitusi.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;english&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Persetujuan Hak Substitusi (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564252/42SuratKuasaHAkSubtitusi.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564251/43SuratKuasaHAkSubtitusi.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;english&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;B. Layanan Pengendalian Pelaksanaan Penanaman modal:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Penugasan Penanggung Jawab Pengisian LKPM perusahaan (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278339/LampiranIIIBSuratPenugasanPenangungJawabLKPM.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Laporan Kegiatan Penanaman Modal (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278336/LampiranIIIFormLKPMTahapPembangunan.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt; LKPM Triwulan&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278337/LampiranIIIAFormLKPMSudahAdaIUT.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt; LKPM Semester&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Laporan Tahunan Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278426/04.LampiranIVLaporanTahunanKPPA.DOC.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Pemberitahuan Laporan Realisasi Impor (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278428/05.LampiranVLaporanRealisasiImporAPIP.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Permohonan BAP (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278423/08.LampiranVIIIpermohonanBAP.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Kuasa Permohonan Pembatalan Pendaftaran Penanaman Modal/Izin Prinsip Penanaman Modal/Persetujuan Penanaman Modal (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278437/10.LampiranXSuratKuasaPermohonanPembatalan.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Permohonan Pembatalan Pendaftaran Penanaman Modal/Izin Prinsip Penanaman Modal/Persetujuan Penanaman Modal atau Izin Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278439/11.LampiranXIPermohonanPembatalan.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Kuasa Permohonan Pencabutan Pendaftaran Penanaman Modal/Izin Prinsip Penanaman Modal/Persetujuan Penanaman Modal dan/atau Izin Usaha/Izn Usaha Tetap (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278443/13.LampiranXIIISuratKuasaPermohonanPencabutan.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Permohonan Pencabutan Pendaftaran Penanaman Modal/Izin Prinsip Penanaman Modal/Persetujuan Penanaman Modal dan/atau Izin Usaha/Izin Usaha Tetap (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278442/14.LampiranXIVPermohonanPencabutan.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Permohonan Pencabutan Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278441/BentukPermohonanPembatalanPembatasanKegiatanUsaha.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Permohonan Pembatalan Sanksi Pembekuan Kegiatan Usaha dan/atau Fasilitas Penanaman Modal (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278470/BentukPermohonanPembatalanPembekuanKegiatanUsaha.doc.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Permohonan Pembatalan Sanksi Pembekuan Kegiatan Usaha dan/atau Fasilitas Penanaman Modal (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13278469/mbatalanSanksiAdministratifPembekuanKegiatanUsaha.DOC.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;C. Layanan SPIPISE:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Kuasa Untuk Memperoleh Hak Akses (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564138/LampiranISuratKuasaHakAkses.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Formulir Permohonan Hak Akses Layanan SPIPISE (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564140/LampiranIIpermohonanhakakses.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Surat Permohonan Penggunaan SPIPISE oleh PDPPM, PDKPM atau Instansi Teknis (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10564136/LampiranIVpermohonanpenggunaanSPIPISE.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;); &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-1874796158315620854?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1874796158315620854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1874796158315620854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/formulir-pelayanan-penanaman-modal.html' title='FORMULIR PELAYANAN PENANAMAN MODAL'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3Fx8Fzcc3I/AAAAAAAAADw/W8WJcNK3Nl8/s72-c/Lambang+FPMPNG.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-1700685756042614438</id><published>2010-02-02T14:08:00.045+07:00</published><updated>2010-09-17T13:22:05.835+07:00</updated><title type='text'>KANTOR LAYANAN PENANAMAN MODAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FxkqAYAzI/AAAAAAAAADo/4L-PFv8HV2A/s1600-h/Lambang+FPMPNG.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FxkqAYAzI/AAAAAAAAADo/4L-PFv8HV2A/s400/Lambang+FPMPNG.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436251099777991474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Investor (penanam modal) dapat memperoleh informasi dan layanan penanaman modal melalui:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;A. Kantor Penanaman Modal Nasional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal {Jalan Jenderal Gatot Subroto No.44, Jakarta 12190, Telp. (62-21) 5252008, 5254981, 5253866, Fax. (62-21) 5254945, 5253866, &lt;a href="http://www.bkpm.go.id/"&gt;http://www.bkpm.go.id&lt;/a&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Investasi Dan Promosi, Provinsi Nanggroe Aceh  Darussalam {Jalan Jenderal A. Yani No.39, Banda Aceh 23122, Telp.  (62-651) 23170, 22697, Fax. (62-651) 23171, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.nad.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.nad.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Sumatera Utara: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Investasi Dan Promosi, Provinsi Sumatera Utara  {Jalan Imam Bonjol No.11, Medan 20112, Telp. (62-61) 4564447, 4532081,  Fax. (62-61) 4564155, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.pempropsu.go.id/"&gt;http://www.sumutprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Sumatera Barat: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi, Provinsi  Sumatera Barat {Jalan Setia Budi No.15, Padang, Telp. (62-751) 811343,  811341, Fax. (62-751) 811342, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.sumbar.go.id/"&gt;&lt;span style=""&gt;http://www.sumbarprov.go.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Riau: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Dan Promosi Daerah, Provinsi Riau  {Gedung Perkantoran 9 Lantai, Lt.3, Jalan Jenderal Sudirman No.460,  Pekanbaru, Telp. (62-761) 20212, 20213, Fax. (62-761) 33738,&lt;/span&gt;&lt;span new="" times=""  style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.riau.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.riau.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Kepulauan Riau: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Dan Promosi Daerah, Provinsi  Kepulauan Riau {Jalan Wiratnot No.3, Tanjung Pinang, Tel. (62-771)  28855, 314477, Fax. (62-771) 28855, &lt;a href="http://www.kepriprov.go.id/"&gt;&lt;span times="" new="" style=""&gt;http://www.kepriprov.go.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Sumatera Selatan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Daerah, Provinsi Sumatera Selatan  {Jalan Jenderal Sudirman No.90 Km.4,5, Palembang 30128, Telp. (62-711)  411199, 411107, Fax. (62-711) 411199, &lt;span times="" new=""&gt;&lt;a href="http://www.sumselprov.go.id/" target="_blank"&gt;&lt;span times="" new=""&gt;http://www.sumselprov.go.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Bengkulu: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, Provinsi  Bengkulu {Jalan Batanghari No.108, Padang Harapan, Bengkulu, Telp.  (62-736) 22044, Fax. (62-736) 21092, &lt;a href="http://www.bengkulu.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.bengkulu.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Jambi: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, Provinsi Jambi  {Jalan RM. Noor Atmadibrata No.1-A, Jambi, Telp. (62-741) 669352, Fax.  (62-741) 60450, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.pempropjambi.net/" target="_blank"&gt;&lt;span times="" new=""&gt;http://www.pempropjambi.net&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Lampung: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Daerah, Provinsi Lampung {Jalan Cut  Mutiah No.25, Bandar Lampung 35211, Telp. (62-721) 482768, Fax.  (62-721) 482372, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.lampung.go.id/"&gt;http://www.lampungprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Bangka Belitung: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, Provinsi Bangka  Belitung {Jalan Merdeka No.4, Pangkal Pinang 33126, Telp. (62-717)  437706, 439223 ext.209-211-213, 424123, 537706, Fax. (62-717) 431694, &lt;a href="http://www.babelprov.go.id/"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;cite&gt;http://www.babelprov.go.id&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi DKI Jakarta: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Dan Provinsi, Provinsi DKI Jakarta  {Jalan MT Haryono, Kav.45-46, Jakarta Selatan, Telp. (62-21) 7949660,  Fax. (62-21) 7949567,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span times="" new="" roman="" lang="EN-GB"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.jakarta.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.jakarta.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Jawa Barat: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Promosi Dan Penanaman Modal Daerah,  Provinsi Jawa Barat {Jalan Sumatera No.50, Bandung 40115, Telp. (62-22)  4237369, Fax. (62-22) 4237081, &lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.jabar.go.id/"&gt;http://www.jabarprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Jawa Tengah: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Daerah, Provinsi Jawa Tengah {Jalan  Mgr. Soegiopranoto No.1, Semarang 50131, Telp. (62-24) 3547438,  3541487, Fax. (62-24) 3549560, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.jawatengah.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.jawatengah.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi DI Yogyakarta: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Kerja Sama Dan Penanaman Modal, Provinsi DI  Yogyakarta {Jalan Komplek Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta 55213, Telp.  (62-274) 562811, 552521, Fax. (62-274) 586712, &lt;a href="http://www.pemda-diy.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.pemda-diy.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Jawa Timur: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal, Provinsi Jawa Timur {Jalan Jagir  Wonokromo No.352, Surabaya 60244, Telp.( 62-31) 8410877, 8418676, Fax.  (62-31) 8412363, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.jatim.go.id/"&gt;http://www.jatimprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Banten: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, Provinsi Banten  {Jalan Veteran No.45, Serang 42112, Telp. (62-254)200855, Fax.  (62-254)  224657, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://.www.banten.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.banten.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Bali: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal, Provinsi Bali {Jalan DI Panjaitan  No.5, Denpasar 80235, Telp. (62-361) 237991, 229593, Fax. (62-361)  236037, 731711, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.bali.go.id/"&gt;http://www.baliprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Kalimantan Barat: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal, provinsi Kalimantan Barat {Jalan  Sultan Syahrir No.17, Pontianak 78116, Telp. (62-561) 743491, 768002,  Fax. (62-561) 769472, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.kalbar.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.kalbar.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Kalimantan Selatan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, Provinsi  Kalimantan Selatan {Jalan Pangeran Samudera No.40, Banjarmasin 70111,  Telp. (62-511) 3354154, Fax. (62-511) 4368012, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.kalsel.go.id/"&gt;http://www.kalselprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Kalimantan Tengah: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Daerah, Provinsi Kalimantan Tengah  {Jalan Tjilik Riwut Km.5,5, Palangka Raya 73112, Telp. (62-536) 31456,  31416, Fax. (62-536) 3231454, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.kalteng.go.id/"&gt;http://www.kalteng.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Kalimantan Timur: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perijinan Dan Penanaman Modal Daerah, Provinsi  Kalimantan Timur {Jalan Basuki Rahmat No.56, Samarinda 75117, Telp.  (62-541) 743235, 743487, Fax. (62-541) 736446, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.kaltim.go.id/"&gt;http://www.kaltimprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Sulawesi Utara: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal, Provinsi Sulawesi Utara  {Jalan Tujuh Belas Agustus, Manado 95119, Telp. (62-431) 3335898,  865559. ext 144,178, Fax. (62-431) 856703, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.sulut.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.Sulut.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Sulawesi Tengah: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Promosi Dan Penanaman Modal Daerah, Provinsi  Sulawesi Tengah {Jalan Pramuka No.23, Palu 94111, Telp. (62-451) 421807,  424325, Fax. (62-451) 424325, 4218071,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.sulteng.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.sulteng.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Sulawesi Tenggara: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Dan Penanaman Modal  Daerah, Provinsi Sulawesi Tenggara {Jalan Mayjen S. Parman No.41,  Kendari 93121, Telp. (62-401) 312724, 3122061, Fax. (62-401) 329672,  3129572, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.sultra.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.sultra.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Sulawesi Selatan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Promosi Dan Penanaman Modal Daerah, Provinsi  Sulawesi Selatan {Jalan Jenderal Urip Sumoharjo No.269, Makassar 90231,  Telp. (62-411) 453614, Fax. (62-411) 423478, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.sulsel.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.sulsel.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Gorontalo: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Investasi Daerah, Provinsi Gorontalo {Jalan Dewi  Sartika No.10, Gorontalo, Telp. (62-435) 827767, Fax. (62-435) 827744,  827767,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.gorontaloprov.go.id/"&gt;http://www.gorontaloprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Nusa Tenggara Barat: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal, Provinsi Nusa Tenggara Barat  {Jalan Udayana No.4, Mataram, Telp. (62-370) 631060, 632632, Fax.  (62-370) 634926, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.ntb.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.ntb.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Nusa Tenggara Timur: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, Provinsi Nusa  Tenggara Timur {Jalan Basuki Rahmat No.1, Kupang 85117, Telp. (62-380)  833213, 8030664, Fax. (62-380) 833213, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.nttprov.go.id/"&gt;http://www.nttprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Maluku: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Daerah, Provinsi Maluku {Jalan  Pengeringan Pantai Waihaong No.1, Ambon 97214, Telp. (62-911) 353421,  Fax. (62-911) 310165, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.malukuprov.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.malukuprov.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Maluku Utara: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, Provinsi Maluku  Utara {Jalan Saleh Effendi, Kelurahan Kampung Pisang, Ternate, Telp.  (62-921) 328559, 328080, Fax. (62-921) 328559, 328080, &lt;a href="http://www.malutprov.go.id/"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;cite&gt;http://www.malutprov.go.id&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Papua: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal, Provinsi Papua {Jalan  Dr. Sam Ratulangi No.32, Jayapura 99112, Telp. (62-967) 533600, 531332,  Fax. (62-967) 536943, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.papua.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.papua.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Provinsi Papua Barat: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Biro Perekonomian Dan Investasi, Provinsi Irian Jaya  Barat {Jalan Siliwangi No.1, Manokwari, Telp. (62-986) 213065, Fax.  (62-986) 213124, &lt;a href="http://www.papuabaratprov.go.id/"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;cite&gt;http://www.papuabaratprov.go.id&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Provinsi Sulawesi Barat:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;Badan Promosi Penanaman Modal  Daerah, Provinsi Sulawesi Barat {Jalan Gatot Subroto No.30, Mamuju,  Telp. (62-426) 21358, Fax. (62-426) 213124, &lt;a href="http://www.sulbarprov.go.id/"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;cite&gt;http://www.sulbarprov.go.id&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;};&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Kantor PTSP Nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PEMERINTAH PUSAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PTSP BKPM {Jalan Jenderal Gatot Subroto No.44, Jakarta 12190, Telp. (62-21) 5252008, 5254981, 5253866, Fax. (62-21) 5254945, 5253866, &lt;a href="http://www.bkpm.go.id/"&gt;http://www.bkpm.go.id&lt;/a&gt;};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI SUMATERA UTARA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Labuhanbatu {Jl. SM. Raja No.16, Rantau Prapat, Labuhanbatu, Telp. (62-624) 21828};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu, Kota Tanjungbalai {Jl. Gereja No.2, Tanjung Balai, Telp. (62-623) 62043};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mandailing Natal {Jl. Willem Iskandar, Penyabungan, Telp. (62-636) 321632, Fax.(62-636) 321706};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kabupaten Deli Serdang {Jl. Karya Asih No.3 Lubuk Pakam 20514, Telp/Fax (62-61) 77211057/7952283};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI SUMATERA BARAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Pesisir Selatan {Jl. H Salim, Painan, Telp. (62-756) 22687, Fax. (62-756) 22687};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kabupaten Pasaman Barat {Jl. Simpang Empat, Talu Km.1, Kampung Cibudak, Simpang Empat, Pasaman Barat};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kota Bukittinggi {Jl. Jenderal Sudirman No.27-29, Bukittinggi};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI LAMPUNG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Daerah Provinsi Lampung {Jl. Cut Mutia No.25, Bandar Lampung Telp. (62-721) 482372, 483156, 4820028};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Tengah {Jl. Negara No.127, Gunung Sugih, Telp. (62-725) 528267};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Metro {Jl. KH Arsyad No.01, Kota Metro Lampung, Telp. (62-725) 49638};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kota Bandar Lampung {Jl. Way Pengubuan No.3, Pahoman, Bandar Lampung, Telp. (62-721) 265723};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI JAMBI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kabupaten Tanjung Jabung Barat {Jl. Jenderal Sudirman, Kuala Tungkal, Telp. (62-742) 21131};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan terpadu Kabupaten Merangin {Jl. Jenderal Sudirman No.01, Bangko, Telp. (62-746) 21551};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Muara Tebo {Kompleks Perkantoran Km.12, Muara Tebo, Telp. (62-744) 2166, 2165};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI BENGKULU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bengkulu {Jl. Batang Hari No.108, Padang Harapan, Telp. (62-736) 22044};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kaur {Jl. Samsul Bahrun, Padang Kempas Bintuhan, Telp. (62-739) 61303};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Unit Pelayanan Satu Atap Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara {Jl. Jenderal Sudirman No.1 Agramakmur, Telp (62-)521018,522521, Fax. (62-) 521073};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI SUMATERA SELATAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Sumatera Selatan {Jl. Jenderal Sudirman No.90, Km.4,5, Telp. (62-711) 411007};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan Kabupaten Musi Rawasi {Jl. Lintas Sumatera Komplek Perkantoran Pemkab Musi Rawas, Muara Beliti 31661};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Ogan Komering Ilir {Jl. Letjen Yusuf Singadekane No.1, Muara Bar, Telp. (62-712) 322869};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Kota Lubuklinggau {Jl. Garuda Merah, Kelurahan Lubuklinggau Barat II, Telp. (62-733) 322173};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI KEPULAUAN RIAU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Kota Batam {Jl. Basuki Rahmat, Tanjung Pinang, Telp. (62-771) 317813};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan dan Penanaman Modal Daerah Kepulauan Anambas {Jl. Imam Bonjol No.33, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI RIAU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bengkalis {Jl. Antara Bengkalis Riau, Telp. (62-766) 23615, Fax. (62-766) 23615};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Terpadu Kota Pekanbaru {Jl. Cut Nyak Dien No.3, Pekanbaru, Telp. (62-761) 28262, Fax. (62-761) 42003};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Kabupaten Bangka {Jl.Diponegoro No.4 Sungailiat, Telp. (62-717)95698};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BP3MD/Bidang Promosi Investasi &amp;amp; Penanaman Modal Kabupaten Bangka Selatan {Komplek Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan Gunung Namak Toboali 33183};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI BANTEN&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Serang {Jl. Jenderal Sudirman No.5 Serang, Telp. (62-254) 203720};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Serang {Jl. Brigjen KH. Syam'un No.7 Serang, Telp. (62-254)216402};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pandeglang, Telp. (62-253)201030};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI DKI JAKARTA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Promosi DKI Jakarta {Jl. MT Haryono Kav. 45-46, Jakarta, Telp. (62-21)7949660, Fax. (62-21)7949567};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI JAWA BARAT&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Tasikmalaya {Jl. Otto Iskandar Dinata No.2, Tasikmalaya, Telp. (62-265) 2352359};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Ciamis {Jl. Jenderal Sudirman No.16, Ciamis, Telp. (62-265)2352359};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Cimahi {Jl. Rd. Demang Hardjakusumah, Cimahi, Telp. (62-22)6632601};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sukabumi (Jl. Raya Cibinong Km.7, Cisaat, Sukabumi (62-266)237527};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Sumedang {Jl. Prabu Geusan Ulun No.36, Sumedang, Telp. (62-261)205657};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Cirebon {Jl. Laut Arafuru Dan Jl.Siliwangi No.109, Cirebon, Telp. (62-231)232587, Fax. (62-231)211838};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Purwakarta {Jl. Veteran No.139 Purwakarta, Telp. (62-264)8224794};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Bogor {Jl. Kapten Muslihat No.21 Bogor, Telp. (62-251)8356167};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI JAWA TENGAH&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Pemerintah Kabupaten Kendal {Jl. Soekarno-Hatta No.124, Kendal, Telp. (62-294) 384022};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Kudus {Jl. RM. Sosrokatono No.39, Kudus (62-291)438137};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kota Magelang {Jl. Letnan Tukiyat No.26 Kota Mungkid, Magelang (62-293)788249};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sukoharjo {Jl. Kyai Mawardi No.1 Sukoharjo, Telp. (62-271) 593068 ext. 154, Fax. (62-271) 593335};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perizinan Terpadu, Kabupaten Sragen {Jl. Raya Sukowati No.255, Sragen, Telp. (62-271) 892348, Fax. (62-271) 894433};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Pemerintah Kota Tegal {Jl. Ki Gede Sebayu No.3 Tegal, Telp. (62-283)356101, 355619};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Purworejo {Jl. Urip Sumoharjo No.6, Purworejo, Telp.(62-275) 325202};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Wonogiri, Jl. Pemuda I No.5, Wonogiri, Telp. (62-273) 5328180};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pekalongan {Jl. Sindoro No.1 Kalen, Pekalongan, Telp. (62-285)381992};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kabupaten Temanggung {Jl. Jendral Sudirman 146 Temanggung, Telp.(62-293) 491151};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Boyolali {Jl. Kates No.51, Boyolali, Telp. (62-276) 321678};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Blora {Jl. Pemuda No.15-A Blora, Telp. (62-296)531528};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Klaten {Jl. Pramuka No.4, Klaten Tengah, Telp. (62-272) 322118};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Unit Terpadu Kabupaten Rembang {Jl. Gatot Subroto No.8, Rembang, Telp. (62-295) 693069, Fax. (62-295) 693480};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Karanganyar {Jl. Lawu, Karanganyar, Telp. (62-271) 495269, Fax (62-271) 494027};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas {Jl. Jenderal Sudirman No.540, Purwokerto, Telp. (62-281) 627965};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Magelang {Jl. Letnan Tukiyat No.20 Kota Mungkid, Magelang, Telp. (62-293)788249};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Kebumen {Jl. Veteran No.22, Kebumen, Telp. (62-287) 385912, 385925, e-mail: layanan@kppt.kebumenkab.go.id};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupten Banjarnegara {Jl. Pemuda No.78 Banjarnegara, Telp. (62-286)591012};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal Kabupaten Wonosobo {Jl. Sindoro No.2, Wonosobo, Telp. (62-286)321345, Fax. (62-286) 321183};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Brebes {Jl. Jenderal Soedirman No.111, Brebes, Telp. (62-283)671026};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Grobogan {Jl. Pangeran Diponegoro No.2, Purwadadi, Telp. (62-292) 426480};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Purbalingga {Jl. Mayor Jenderal Sungkono, Km.2, Purbalingga, Telp. (62-281) 891235};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pati {Jl. Tombronegor No.1, Pati 59111, Telp. (62-295)381196, Fax. (62-295)381196};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kota Salatiga {Jl. Yos Sudarso No.16, Salatiga, Telp.(62-298) 315399};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Pekalongan {Jl. Majapahit No.8, Pekalongan, Telp. (62-285) 432086, 925600, Fax. (62-285) 420428};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI DI YOGYAKARTA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal serta Pelayanan Perizinan Kabupaten Sleman {Jl. Parasamya, Sleman, Telp. (62-274) 868405, Fax. (62-274)868945};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dinas Perizinan Kota Yogyakarta {Kompleks Kepatihan Danurajen, Yogyakarta, Telp.(62-274) 562811, 512243, 512655};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dinas Perizinan Kabupaten Bantul dan Dinas Perindagkop Kabupaten Bantul {Jl. Gajah Mada 1 Bantul Dan Jl. Prof.Dr. Supono, SH, Bantul, Telp. (62-274)367867, 367866, 367407};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal dan Kantor Pelayanan Terpadu Pemerintah Kabupaten Kulon Progo {Jl. KH. A Dahlan Wates, Jl. Wates Purworejo Km.1};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagian Administrasi Perekonomian Setda (PDKPM) dan Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Gunung Kidul {Jl. Brigjend Katamso No.1 Wonosari, Telp. (62-274)391089};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI JAWA TIMUR&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu {Jl. Pahlawan No.116, Surabaya, Telp. (62-31) 3577691, 3577692, Fax. (62-31)3577693};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto {Jl. Jawa No.31, Telp. (62-321) 327926, Fax. (62-321) 327926};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BAPPEDA Ponorogo {Jl. Aloon-Aloon No.4, Telp. (62-352) 481845};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Pasuruan {Jl. Hayam Wuruk 14, Pasuruan, Telp. (62-343)428883, Fax. (62-343) 426508};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kabupaten Tulungagung {Jl. Mastrip 24 Tulungagung 66233, Telp. (62-355)321162};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik {Jl. DR. Wahidin Sudiro Husodo No.245, Gresik, Telp. (62-31) 3930729, Fax. (62-31) 3930731};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Sampang {Jl. KH. Wahid Hasyim No.143, Telp. (62-323) 322022};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tim Koordinasi Pengembangan Penanaman Modal Kabupaten Blitar {Jl. Sudanco Supriyadi No.17, Telp. (62-342) 801201};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan terpadu Kabupaten Lumajang {Jl. Panjaitan No.89 Lumajang, Telp. (62-334) 889822, Fax. (62-334) 894444};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Sidoarjo {Jl. Pahlawan No.141, Sidoarjo, Telp. (62-31) 8953472};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagian Penanaman Modal &amp;amp; Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Bangkalan {Jl. Sukarno Hatta No.35, Telp. (62-31) 3098570};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Ngawi {Jl. MH Thamrin No.33, Telp. (62-351) 749032, Fax. (62-351) 747340};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Kabupaten Pacitan {Jl. Gatot Subroto No.73 Pacitan, Telp. (62-357) 884368, 885734};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kabupaten Kediri {Jl. Soekarno Hatta No.01 Kediri, Telp. (62-354) 686099};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI KALIMANTAN BARAT&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Kalimantan Barat {Jl. Sutra Syahrir No.17, Pontianak, Telp. (62-561) 743491, 768002, Fax. (62-561) 769472};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Singkawang {Jl. Jenderal Sudirman No.25-A Singkawang, Telp. (62-562) 636023};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Sambas {Jl. Gusti Hamzah No.16 Sambas, Telp. (62-562) 392327};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Pontianak {Jl. Rahadi Osman No.3 Pontianak, Telp. (62-561) 738517, Fax. (62-561) 738517};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Melawi {Jl. Lintas Baru Km.2 Nanga Pinoh, Telp. (62-568) 22061};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Bengkayang {Jl. Guna Baru Rangkang, Kantor Bupati Satu Atap, Telp. (62-562) 441553807, Fax. (62-562) 441808, 441507};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI KALIMANTAN TENGAH&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kabupaten Gunung Mas {Jl. Brigjen Katamso No.17, Kuala Kurun, Telp. (62-537) 3032766};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI KALIMANTAN SELATAN&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan terpadu (KP2T) Kabupaten Hulu Sungai Tengah {Jl. Ganesya No.1, Telp. (62-517) 44433};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan pelayanan Perizinan Terpadu Kota Banjarbaru {Jl. P Suriansyah No.16, Banjarbaru, Telp. (62-511) 4789937};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Penanaman Modal Kabupaten Banjarmasin {Jl. RE Martadinata No.1, Telp. (62-511) 3363317, Fax. (62-511) 3363856};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI KALIMANTAN TIMUR&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah Provinsi Kalimantan Timur {Jl. Basuki Rahmat No.59 Samarinda 75112, Telp. (62-541) 743235, 743487, Fax. (62-541) 736446};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Balikpapan {Jl. Jenderal Sudirman RT.01 No.1 Balikpapan 76100, Telp. (62-542) 421500, 421500, Fax. (62-542) 422941};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Samarinda {Jl. Kesuma Bangsa No.86 Samarinda, Telp. (62-541) 203650};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Bontang {Jl. MT Haryono No.31 Bontang, Telp. (62-548) 20594, Fax. (62-548) 20598};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Bulungan {Jl. Kolonel H Soetadji No. 47 Tanjung Selor, Telp. (62-552) 23412, Fax. (62-552) 22779};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Berau {Jl. DR Murjani I No.104 Tanjung Redeb, Telp. (62-554) 24355, 24356};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Paser {Jl. RA Kartini No.56 Tanah Grogol 76211, Telp. (62-543) 21196};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Kutai Barat {Jl. Imam Bonjol No.187 Simpang Raya-Barong Tongkok 75576 Sendawar, Telp. (62-545) 4043969, Fax. (62-545) 4043969};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara {Jl. Muso Bin Salim No.06 Tenggarong 75512, Telp. (62-541) 661122, Fax. (62-541) 664881};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI SULAWESI UTARA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Minahasa {Jl. Raya Lowu II Tondano, Telp (62-431) 3174679};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Manado {Jl. Balai Kota No.1 Manado, Telp. (62-431) 863203, Fax. (62-431) 864203};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Kepulauan Talaud {Jl. Bukit Batu Melonguane Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Kepulauan Talaud, Melonguane};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI SULAWESI TENGAH&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Promosi dan Penanaman Modal Provinsi Sulawesi Tengah {Jl. Pramuka No.23 Palu, Telp. (62-451) 21111, 424325, Fax. (62-451) 421807};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Palu {Jl. Balai Kota Selatan No.1, Palu, Telp. (62-451) 428787, 428334};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI SULAWESI SELATAN&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Sulawesi Selatan {Jl. Jenderal Sudirman Urip Sumoharjo No. 269, Telp. (62-411) 453614, Fax. (62-411) 423478};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bappeda dan Penanaman Modal Kabupaten Pinrang {Jl. Bintang Pinrang, Telp. (62-421) 921066};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kabupaten Jeneponto {Jl. Pahlawan No.12 Bontosunggu};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI SULAWESI BARAT&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Sistem Pelayanan Satu Atap Kabupaten Mamuju {Jl. Ahmad Kirang No.39, Mamuju, Telp. (62-462) 21092};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI MALUKU&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Unit Pelayanan terpadu Satu Pintu BPMD Provinsi Maluku {Jl. Pengeringan Pantai Waihaong, Ambon, Telp. (62-911) 310165};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terapdu Kabupaten Buru {Jl. A Yani No.10, Namlea, Telp. (62-913) 21900, Fax. (62-913) 21772, 21752, 21164};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal Provinsi NTB {Jl. Udayana No.4 Mataram, Telp. (62-370) 632632, Fax. (62-370) 634926};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal Kabupaten Lombok Timur {Jl. Udayana No.4 Mataram, Telp. (62-370) 632632, 631060, Fax. (62-370) 634926};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Badan Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa {Jl. Garuda No.96 Sumbawa Besar, Telp. (62-371) 23629, Fax. (62-371) 21294};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Bima {Jl. Sukarno Hatta No.2, Raba-Bima 84113, Telp. (62-374) 646441};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Mataram {Jl. Pejanggik No.16 Mataram, Telp. (62-370) 634321, 633575};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Bappeda dan Penanaman Modal (c.q. Kantor Unit PTSP) Kabupaten Flores Timur {Jl. IIe Nopo Kelurahan Pukentobi Wangi Bao Larantuka, Flores Timur};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Kabupaten Manggarai Barat {Jl. Utama Wae Mata, Gang Sakura, Labuan Bajo, Flores, NTT};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROVINSI BALI&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Bali {Jl. Raya Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar 80235, Telp. (62-361) 243804, 256905};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Karangasem {Jl. Gajah Mada Amlapura, telp. (62-363) 23564};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Penanaman Modal Kabupaten Klungkung {Jl. RA Kartini No.33 Semarapura, Telp. (62-366) 24626};&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Buleleng {Jl. Ngurah Rai No.72, Singaraja, Telp. (62-362) 22063, 27719};&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Kantor Perwakilan Penanaman Modal Luar Negeri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tokyo-Jepang: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Indonesia Investment Promotion Centre (&lt;a href="http://www.bkpm.go.id/index.php/micro/site/15/home"&gt;IIPC Tokyo&lt;/a&gt;, Fukoku Seimei Building 23F 2-2-2, Uchisaiwai-cho Chiyoda-ku Tokyo 100-0011, Japan                       &lt;/span&gt;                                                                                               &lt;span style="font-size:130%;"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Los Angeles-Amerika Serikat:Indonesia Investment Promotion Centre (&lt;a href="http://www.bkpm.go.id/index.php/micro/site/13/home"&gt;IIPC USA&lt;/a&gt;, 4727 Wilshire Blvd., Suite 101 Los Angeles, CA 90010 USA                       &lt;/span&gt;                                                                                               &lt;span style="font-size:130%;"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sydney-Australia: Indonesia Investment Promotion Centre&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Singapura: Indonesia Investment Promotion Centre (&lt;a href="http://www.bkpm.go.id/index.php/micro/site/1/home"&gt;IIPC Singapore&lt;/a&gt;, 8 Temasek Boulevard, Suntec Tower 3 #33-03, Singapore 038988                                                                                                                      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;London-Inggris: Indonesia Investment Promotion Centre:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Taiwan: (&lt;a href="http://www.bkpm.go.id/index.php/micro/site/14/home"&gt;KDEI Taiwan&lt;/a&gt;, 6F, No. 550 Rui Guang Rd., Neihu District, Taipei 11492, Taiwan                       &lt;/span&gt;                                                                                               &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-1700685756042614438?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1700685756042614438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/1700685756042614438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/kantor-penghubung-penanaman-modal.html' title='KANTOR LAYANAN PENANAMAN MODAL'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FxkqAYAzI/AAAAAAAAADo/4L-PFv8HV2A/s72-c/Lambang+FPMPNG.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-625657451077090931</id><published>2010-02-02T12:04:00.041+07:00</published><updated>2010-08-27T10:27:45.311+07:00</updated><title type='text'>PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FxPOuO8WI/AAAAAAAAADg/EiNv-fxEufo/s1600-h/Lambang+FPMPNG.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FxPOuO8WI/AAAAAAAAADg/EiNv-fxEufo/s400/Lambang+FPMPNG.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436250731676889442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Pengendalian pelaksanaan penanaman modal merupakan upaya mengevaluasi kegiatan penanaman modal. Kegiatan ini meliputi pemantauan, pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas proyek investasi sesuai hak,  kewajiban dan tanggung jawab yang dimiliki investor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Evaluasi penanaman modal merupakan sarana untuk mencapai kelancaran dan ketepatan pelaksanaan penanaman modal. Sasaran lain yang ingin dicapai adalah pengumpulan data realisasi penanaman modal yang lebih akurat. Oleh karena itu, kegiatan pengendalian pelaksanaan penanaman modal ini lebih menekankan diri untuk:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Memperoleh data perkembangan realisasi penanaman modal serta informasi masalah dan hambatan yang dihadapi perusahaan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Membimbing dan memfasilitasi penyelesaian masalah dan hambatan yang dihadapi perusahaan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Mengawasi pelaksanaan kegiatan proyek penanaman modal sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk pula mengawasi penggunaan fasilitas fiskal serta melakukan koreksi terhadap penyimpangan yang dilakukan perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menjadi seorang penanam modal merupakan profesi yang sangat penting karena terlibat langsung dalam peningkatan ekonomi suatu bangsa. Begitu  dihargainya sosok investor sehingga keberadaannya diberikan hak, kewajiban dan tanggung jawab. Semua penghargaan itu tentunya untuk menciptakan komitmen yang tinggi ketika melibatkan diri pada konstelasi iklim penanaman modal di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.   Hak investor:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Memperoleh kepastian hukum dan perlindungan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Mendapatkan informasi yang terbuka tentang bidang usaha yang dijalankan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Mendapatkan pelayanan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Memperoleh berbagai bentuk fasilitas fiskal dan kemudahan sesuai dengan peraturan yang ada;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;II.  Kewajiban penanam modal:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia (WNI) melalui pelatihan kerja sesuai ketentuan yang berlaku;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menyelenggarakan pelatihan dan melakukan alih teknologi kepada tenaga kerja Indonesia (WNI) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;bila perusahaannya memperkerjakan tenaga kerja asing, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt; sesuai ketentuan yang berlaku;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menyampaikan LKPM;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi usahanya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Mengalokasikan dana secara bertahap untuk pemulihan lokasi yang memenuhi standar kelayakan lingkungan hidup bila &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;perusahaannya mengusahakan sumber daya alam yang tidak terbarukan, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;sesuai peraturan yang berlaku;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;III. Tanggung jawab investor:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menjamin tersedianya modal yang berasal dari sumber yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan yang berlaku;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menanggung dan menyelesaikan segala kewajiban dan kerugian jika investor menghentikan atau menelantarkan proyek investasinya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menciptakan iklim usaha persaingan yang sehat, mencegah praktik monopoli dan lainnya yang dapat merugikan negara;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menjaga kelestarian lingkungan hidup;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Menciptakan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kesejahteraan pekerja;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Evaluasi penanaman modal dilakukan secara preventif dan korektif (termasuk represif). Secara preventif, pengendalian pelaksanaan penanaman modal dilakukan dengan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Pemantauan kompilasi, yakni verifikasi serta evaluasi dari LKPM dan berbagai sumber lainnya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Melakukan pembinaan dengan cara penyuluhan tentang aturan penanaman modal. Pembinaan juga dilakukan dengan cara memberikan konsultasi dan bimbingan pelaksanaan penanaman modal sesuai ketentuan perizinan yang dimiliki penanam modal. Pembinaan lainnya dengan cara memberikan bantuan dan memfasilitasi investor yang mengalami masalah, kendala dan hambatan ketika merealisasikan proyek penanaman modalnya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Melakukan pengawasan dengan cara meneliti dan mengevaluasi terhadap informasi pelaksanaan ketentuan penanaman modal beserta fasillitas yang telah diberikan kepada proyek investasi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara meninjau ke lokasi proyek penanaman modal secara langsung. Pengawasan selanjutnya dilakukan dengan menindaklanjuti penyimpangan terhadap ketentuan penanaman modal yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Kegiatan pemantauan dilakukan oleh intansi penanaman modal pusat maupun daerah sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki. Hal ini bisa dilihat  dari kewenangan (dalam memproses Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal dan Izin Usaha) yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan kegiatan pembinaan dilakukan secara berjenjang oleh  instansi penanaman modal di tingkat pusat maupun daerah sesuai kewenangan (maupun pelimpahan kewenangan) yang dimilikinya. Terhadap permasalahan teknis yang dialami oleh investor, instansi teknis terkait juga dapat melakukan kegiatan pembinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instansi penanaman modal  tingkat kabupaten/kota dapat melakukan kegiatan pengawasan kepada perusahaan di dalam wilayahnya sendiri.  Sedangkan terhadap perusahaan yang berlokasi di lintas kabupaten/kota, maka kewenangan pengawasannya berada di pundak instansi penanaman modal provinsi. BKPM bertugas mengawasi penggunaan fasilitas fiskal oleh investasi yang masih menjadi kewenangan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pelaksanaan kegiatan evaluasi harus dimulai dengan langkah koordinasi dengan intansi berwenang terkait di masing-masing tingkatannya. Termasuk pula jika akan mengadakan kegiatan pengawasan di lokasi proyek, maka perusahaan yang bersangkutan harus diberitahukan dahulu lewat surat resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kegiatan evaluasi dapat berangsung mendadak bila ditemui situasi yang memaksa, seperti pencemaran lingkungan, permintaan perusahaan sendiri atau instansi berwenang terkait maupun karena pengaduan masyarakat. Terhadap situasi seperti itu, baik BKPM maupun instansi penanaman modal tingkat provinsi dapat melakukan kegiatan pemantauan, pembinaan dan pengawasan tanpa melalui koordinasi terlebih dahulu dengan instansi berwenang setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Jika di dalam kegiatan evaluasi preventif banyak ditemui persoalan krusial yang merugikan masyarakat dan negara, kegiatan evaluasi dapat dilanjutkan secara korektif (represif). Instansi penanaman modal nasional sesuai tingkat kewenangannya dapat membatalkan surat perizinan penanaman modal yang telah dikeluarkan.  Pembatalan surat perizinan tersebut meliputi Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal atau Izin Pendirian Kantor Perwakilan Perusahaan Asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap yang lebih tinggi, evaluasi represif dilakukan dalam bentuk pencabutan izin usaha penanaman modal. Instansi penanaman modal nasional sesuai tingkat kewenangannya dapat melakukan pencabutan terhadap Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip Penanaman Modal, Persetujuan Penanaman Modal atau Izin Pendirian Kantor Perwakilan Perusahaan Asing yang tengah merealisasikan proyek investasinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Namun demikian evaluasi represif dalam kategori rendah dapat berupa sanksi administratif. Ini diberikan  kepada perusahaan yang melalaikan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai investor serta menyalahgunakan fasilitas penanaman modal. Sanksi yang dikeluarkan oleh instansi penanaman modal nasional sesuai tingkat kewenangannya ini dapat berupa peringatan tertulis. Jika peringatan tertulis itu diabaikan dapat dilanjutkan dengan pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha (beserta fasilitas penanaman modalnya) sampai pencabutan kegiatan usaha (beserta fasilitas penanaman modalnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara normatif, peranan investor dalam mematuhi kegiatan evaluasi penanaman modal adalah menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal. LKPM yang merupakan bagian dari kegiatan pemantauan adalah bentuk pertanggungjawaban tertulis perusahaan yang dibuat secara periodik. Perusahaan yang telah mendapat Pendaftaran Penanaman Modal dan/atau Izin Prinsip Penanaman Modal dan/atau Persetujuan Penanaman Modal dan/atau Izin Usaha wajib menyampaikan LKPM. Penyampaian LKPM yang dilakukan secara berkala tersebut ditujukan ke Kepala BKPM (c.q. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal), Kepala PDPPM dan Kepala PDKPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang kegiatan penanaman modalnya masih dalam tahap pembangunan wajib menyampaikan LKPM setiap triwulan. Tahapan penyampaiannya tersebut harus mengikuti pola:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;LKPM triwulan pertama disampaikan paling lambat setiap 5 April pada tahun yang bersangkutan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;LKPM triwulan kedua disampaikan paling lambat setiap 5 Juli pada tahun yang bersangkutan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;LKPM triwulan ketiga disampaikan paling lambat setiap 5 Oktober pada tahun yang bersangkutan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;LKPM triwulan keempat disampaikan paling lambat setiap 5 Januari pada tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Selanjutnya terhadap perusahaan yang mengajukan Izin Usaha sebelum ketentuan periode penyampaian LKPM tersebut, maka laporannya cukup menceritakan posisi realisasi akhir proyek investasinya sesuai tanggal pengajuan Izin Usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, bagi perusahaan yang telah memiliki Izin Usaha hanya diwajibkan menyampaikan LKPM setiap semester, dengan pola:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;LKPM semester pertama disampaikan paling lambat setiap akhir Juli pada tahun bersangkutan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;LKPM semester kedua disampaikan paling lambat setiap akhir Januari pada tahun berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Selanjutnya penyampaian LKPM harus ditujukan kepada setiap PDKPM di kabupaten/kota apabila sebuah perusahaan memiliki proyek penanaman modal yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Dan bagi perusahaan yang memiliki beberapa bidang usaha, maka di dalam LKPM harus merinci masing-masing realisasi investasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perusahaan yang berlokasi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau kawasan ekonomi khusus harus menyampaikan LKPM ke badan pengelola (badan pengusahaan kawasan) yang bersangkutan. Selanjutnya penyampaian LKPM tersebut juga ditembuskan kepada Kepala BKPM (c.q. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal), Kepala PDPPM dan Kepala PDKPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya bagi perusahaan yang melakukan penggabungan perusahaan (merger), maka menyampaian LKPM dilakukan oleh perusahaan penerus (surviving company). Tentu saja laporan yang diuraikan pada LKPM harus memuat seluruh kegiatan penanaman modal hasil penggabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk yang diterbitkan BKPM dikenakan kewajiban untuk menyampaikan laporan realisasi impor per triwulan dengan pola penyampaian laporan yang sama dengan LKPM. Laporan realisasi impor harus dilengkapi dengan rekaman Pemberitahuan Impor Barang (PIB) sesuai surat persetujuan fasilitasnya  dari Direktorat Jenderal Bea Cukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Karena begitu tingginya frekwensi penyampaian LKPM, sehinga kepada setiap perusahaan penanaman modal wajib untuk menunjuk petugas yang khusus menangani soal itu. Namun demikian, pekerjaan yang dilakukan oleh penanggung jawab perusahaan yang bertugas mengoordinasikan LKPM juga tidak terlalu rumit. Hai itu karena dalam penyampaian LKPM telah tersedia pilihan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; dengan SPIPISE ke: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nswi.bkpm.go.id/portal/wps/portal/internet/home"&gt;http://www.nswi.bkpm.go.id/portal/wps/portal/internet/home&lt;/a&gt; &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt; dengan cara mengajukan hak akeses terlebih dahulu melalui e-mail: pusdatin@bkpm.go.id;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Melalui surat elektronik ke: &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:lkpm@bkpm.go.id"&gt;lkpm@bkpm.go.id&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt; ;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Ditujukan langsung ke Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Kantor BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kavling 44, Jakarta 12190, telepon (+6221) 5202046, 5225839, 5225838 dan 5275268. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Kira-kira seperti  itu gambaran tentang birokrasi LKPM di dalam peta iklim investasi Indonesia. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-625657451077090931?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/625657451077090931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/625657451077090931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/pengendalian-pelaksanaan-penanaman.html' title='PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FxPOuO8WI/AAAAAAAAADg/EiNv-fxEufo/s72-c/Lambang+FPMPNG.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-3244092061316361792</id><published>2010-02-01T16:13:00.018+07:00</published><updated>2010-09-06T05:16:14.133+07:00</updated><title type='text'>SISTEM PELAYANAN INFORMASI DAN PERIZINAN INVESTASI SECARA ELEKTRONIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3Fw7ythE-I/AAAAAAAAADY/1_ANseQUmCc/s1600-h/Lambang+FPMPNG.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3Fw7ythE-I/AAAAAAAAADY/1_ANseQUmCc/s400/Lambang+FPMPNG.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436250397740176354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;SPIPISE bertujuan untuk mewujudkan layanan perizinan dan non-perizinan yang mudah, cepat, tepat, transparan dan akuntabel. Begitu efektifnya tujuan yang ingin dicapai, sehingga sistem elektronik ini akan menciptakan integrasi data dan layanan (perizinan dan non-perizinan)  sehingga mampu meningkatkan keselarasan kebijakan dalam layanan antar-instansi pemerintah pusat dan daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;SPIPISE memiliki 3 (tiga) menu utama, yakni: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Informasi Penanaman Modal&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pelayanan Penanaman Modal&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pendukung&lt;/span&gt;. Pada menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Informasi Penanaman Modal&lt;/span&gt;, masyarakat dapat mengakses:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peraturan perundang-undangan penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Potensi dan peluang penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Daftar bidang usaha tertutup dan daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jenis, tata cara proses permohonan, biaya dan waktu pelayanan perizinan dan non-perizinan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tata cara pencabutan perizinan dan non-perizinan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tata cara penyampaian laporan kegiatan penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tata cara pengaduan terhadap layanan penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Data referensi yang digunakan dalam layanan perizinan dan non-perizinan penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Data perkembangan penanaman modal, kawasan industri, harga utilitas, upah dan tanah;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Informasi perjanjian internasional di bidang penanaman modal;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pelayanan Penanaman Modal&lt;/span&gt;, investor akan  disuguhi informasi tentang:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pelayanan perizinan dan nonperizinan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pelayanan penyampaian LKPM;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pelayanan pencabutan serta pembatalan perizinan dan nonperizinan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pelayanan pengenaan dan pembatalan sanksi;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aplikasi antar-muka antara SPIPISE dan sistem pada instansi teknis serta intansi terkait lainnya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penelusuran proses pelayanan permohonan perizinan dan non-perizinan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jejak audit (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;audit trail&lt;/span&gt;);&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pendukung&lt;/span&gt;, informasi yang tersaji berupa:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengaturan penggunaan jaringan elektronik;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengelolaan keamanan sistem elektronik dan jaringan elektronik;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengelolaan informasi yang ditampilkan National Single Window for Investment (NSWi);&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengaduan terhadap pelayanan perizinan dan non-perizinan dan masalah dalam penggunaan SPIPISE;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pelaporan perkembangan penanaman modal dan perangkat analisis pengambilan keputusan yang terkait dengan penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengelolaan pengetahuan sebagai pendukung analisis dalam pengambilan putusan pengembangan kebijakan penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyediaan panduan penggunaan SPIPISE.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk menghindari penyalahgunaan informasi SPIPISE akan membatasi sebagian hak akses masyarakat. Investor dapat dengan bebas mengakses keseluruhan isi pada menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Informasi Penanaman Modal&lt;/span&gt;. Pada menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pelayanan Penanaman Modal&lt;/span&gt;, masyarakat hanya dapat mengakses pada sub-menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pelayanan Perizinan dan Non-perizinan&lt;/span&gt;, khususnya pada pilihan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pendaftaran Penanaman Modal&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pendukung&lt;/span&gt;, masyarakat dapat mengakses dengan bebas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sub-menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Panduan Penggunaan SPIPISE&lt;/span&gt; serta &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sub-menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pelayanan Pengaduan Terhadap Pelayanan Perizinan Non-Perizinan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bersifat digital (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;paperless&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;), pengaduan yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;disampaikan melalui SPIPISE tetap harus direspon dalam waktu yang cepat. Secara otomatis SPIPISE akan mengirimkan tembusan pengaduan tersebut kepada BKPM dan instansi daerah yang berwenang menangani penanaman modal. Setelah menerima tembusan pengaduan, BKPM dan instansi daerah harus merespon dalam waktu 2 (dua) hari kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor dapat meminta hak akses kepada BKPM atau instansi daerah yang berwenang di bidang penanaman modal  dan telah mengoperasikan  sistem tersebut.  Dokumen yang  harus dibawa untuk mengajukan hak akses berupa dokumen perusahaan dan dokumen penanggung jawab sebagai pimpinan perusahaan bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan SPIPISE, Komunikasi elektronik dapat dilakukan oleh penyelenggara SPIPISE melalui e-mail atau akun (yang diperoleh ketika mengajukan hak akses) penanam modal. SPIPISE juga mampu mencetak nomor perusahaan dan secara otomatis akan diberikan kepada investor. Syaratnya perusahaan investor tersebut harus memiliki badan hukum ketika memproses perizinan dan nonperizinan penanaman modalnya. Namun kepada penanam modal yang belum memiliki badan hukum, nomor perusahaan akan diberikan kemudian pada saat memperoleh Izin Prinsip Penanaman Modal (Izin Usaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelengkapan berkas (dokumen) pendukung yang dibutuhkan dalam mengajukan Pendaftaran Penanaman Modal dapat dikirim secara elektronik. Namun untuk dokumen tertentu yang tidak dimungkinkan,  pengirimannya secara manual ke alamat  PTSP nasional yang menjadi tujuan investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemrosesan selesai, surat perizinan dan nonperizinan secara elektronik langsung disampaikan ke e-mail atau akun penanam modal. Sementara dokumen cetak (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;hard copy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;) perizinan dan nonperizinan yang telah ditandatangi kepala instansi penanaman modal yang bersangkutan  dapat diambil oleh investor. Jika dalam waktu 14 (empat belas) hari dokumen tersebut tidak diambil, kantor PTSP akan mengirimnya ke alamat korespondensi penanam modal melalui pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika PTSP nasional mengalami hambatan koneksi dengan jaringan SPIPISE, permohonan perizinan dan nonperizinan penanaman modal tetap berlangsung manual melalui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;front office&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;back office&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; di masing-masing PTSP. Tenggang waktu pemrosesan tetap berjalan seperti biasa yang dihitung setelah berkas permohonan perizinan dan nonperizinan diterima dengan benar dan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan (realisasi) penanaman modal, SPIPISE dapat memberikan layanan penyampaian LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal). Sistem LKPM yang diiformulasikan secara elektronik sanggup melakukan pencabutan, pembatalan perzinan dan nonperizinan, pengenaan sanksi dan pembatalan sanksi penanaman modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berlangsung secara elektronik, Penyampaian LKPM tetap memberikan tanda terima yang dikirim langsung ke e-mail atau akun investor, sepanjang berkas dinyatakan lengkap. Namun demikian instansi penanaman modal nasional sesuai kewenangan dan tingkatannya tetap  menerima layanan LKPM secara manual. Jika investor menyampaikan LKPM-nya berbentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;hardcopy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, maka data tersebut tetap dimasukkan ke dalam SPIPISE&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-size:78%;"&gt; FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-3244092061316361792?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3244092061316361792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3244092061316361792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/02/sistem-pelayanan-informasi-dan.html' title='SISTEM PELAYANAN INFORMASI DAN PERIZINAN INVESTASI SECARA ELEKTRONIK'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3Fw7ythE-I/AAAAAAAAADY/1_ANseQUmCc/s72-c/Lambang+FPMPNG.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-4529669535139532802</id><published>2010-01-31T21:39:00.040+07:00</published><updated>2011-08-10T13:03:02.231+07:00</updated><title type='text'>PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PENANAMAN MODAL</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Pe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;merintah  mendorong pendirian kantor PTSP untuk membantu investor memperoleh  kemudahan layanan secara cepat. Kesederhanaan, keringanan dan kemudahan  layanan yang diinginkan Pemerintah terhadap keberadaan PTSP, termasuk  dalam memberikan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Layanan  semua jenis perizinan penanaman modal (termasuk penanaman modal dengan  skema kerja sama Pemerintah atau pemerintah daerah dengan badan usaha)  sampai investor dapat merealisasikan proyek investasinya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Layanan non-perizinan penanaman modal  (termasuk penanaman modal dengan skema kerja sama Pemerintah atau  pemerintah daerah dengan badan usaha) yang meliputi penerbitan  rekomendasi, termasuk rekomendasi visa izin tinggal terbatas, pemberian  fasilitas fiskal, insentif, kemudahan lainnya dan informasi penanaman  modal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Layanan pengaduan masyarakat tentang hambatan pelayanan PTSP penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Layanan kemudahan pelaksanaan kegiatan  penanaman modal, termasuk memberikan bantuan atau fasilitasi pelayanan  perizinan dan non-perizinan yang terkait dengan pelaksanaan penanaman  modal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Supaya  seluruh PTSP  Nasional (provinsi,kabupaten dan kota) memiliki kinerja  layanan yang terukur (mencapai tingkat kesempurnaan layanan tertentu),  pemerintah memberikan kriteria sebagaimana tolok ukur yang telah  ditetapkan. Standar kualifikasi perlu diberlakukan terhadap seluruh PTSP  untuk memperoleh standar Nasional PTSP yang meliputi aspek sumber daya  manusia, tempat, sarana dan prasarana, media informasi, mekanisme kerja  yang efektif, layanan pengaduan serta keberadaan SPIPISE. Dengan  kualifikasi tersebut, seluruh PTSP di wilayah Negara Kesatuan Republik  Indonesia akan memiliki standar minimal yang wajib dipenuhi yang  tentunya selaras dengan tolok ukur yang telah ditetapkan Pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melalui  standar kualifikasi yang ditetapkan, Pemerintah menjadikan PTSP  memiliki 4 kategori kualifikasi, yakni Bintang 4, Bintang 3, Bintang 2  dan Bintang 1. Penyelenggara PTSP yang lembaganya tidak memenuhi standar  kualifikasi yang telah ditetapkan Pemerintah tersebut, digolongkan  sebagai PTSP Non-Penanaman Modal. Terhadap PTSP yang tidak memenuhi  syarat sebagai PTSP Penanaman Modal, Pemerintah akan melakukan pembinaan  secara intens.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PTSP tingkat provinsi berkualifikasi Bintang 4 memiliki kinerja layanan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya dengan berbasis SPIPISE;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Menerima dan melaksanakan pelimpahan  urusan pemerintahan di bidang penanaman modal yang lebih luas dari  kualifikasi Bintang 3 yang merupakan kewenangan Pemerintah yang  ditetapkan oleh Kepala BKPM berdasarkan hak substitusi;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PTSP tingkat provinsi berperingkat Bintang 3 memiliki kinerja layanan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya dengan berbasis SPIPISE;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Menerima dan melaksanakan pelimpahan  urusan pemerintah di bidang penanaman modal tertentu yang merupakan  kewenangan Pemerintah yang ditetapkan oleh Kepala BKPM berdasarkan hak  substitusi;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PTSP tingkat provinsi berperingkat Bintang 2 memiliki kinerja layanan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya dengan berbasis SPIPISE;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Menerima bimbingan pelaksanaan kewenangan pelayanan yang merupakan kewenangan Pemerintah dari Pemerintah;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PTSP tingkat provinsi berperingkat Bintang 1 memiliki kinerja layanan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya dengan berbasis SPIPISE;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PTSP tingkat kabupaten/kota yang berkualifikasi Bintang 4 memiliki kinerja layanan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayani perizinan dan non-perizinan yang sudah menjadi kewenangannya dengan berbasis SPIPISE; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Menerima dan melaksanakan penugasan  urusan pemerintah di bidang penanaman modal yang lebih luas dari  kualifikasi bintang 3 yang merupakan kewenangan Pemerintah yang  ditetapkan oleh Kepala BKPM berdasarkan hak substitusi; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PTSP tingkat kabupaten/kota berperingkat Bintang 3 memiliki kinerja layanan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya dengan berbasis SPIPISE;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Menerima dan melaksanakan penugasan  urusan pemerintahan di bidang penanaman modal tertentu yang merupakan  kewenangan Pemerintah yang ditetapkan oleh Kepala BKPM berdasarkan hak  substitusi;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PTSP tingkat kabupaten/kota berperingkat Bintang 2 memiliki kinerja layanan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya dengan berbasis SPIPISE;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Menerima bimbingan pelaksanaan  kewenangan pelayanan yang merupakan kewenangan Pemerintah dari  Pemerintah dan/atau pemerintah provinsi;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PTSP tingkat kabupaten/kota berperingkat Bintang 1 memiliki kinerja layanan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya dengan berbasis SPIPISE;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejalan  dengan keberadaan PTSP Nasional serta kewenangan memproses perizinan,  maka kewenangan melayani permohonan fasilitas fiskal dan non-fiskal juga  mengikutinya. Penanam modal yang membutuhkan layanan fasilitas fiskal  dan non-fiskal yang menjadi kewenangan Pemerintah dapat mengajukan ke  PTSP BKPM. Kepada investor yang membutuhkan layanan insentif daerah dan  kemudahan penanaman modal daerah lainnya dapat mengajukan ke PTSP yang  berwenang di masing-masing daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam soal penyeragaman kinerja layanan, seluruh PTSP Nasional harus menggunakan mekanisme &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;front office&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (FO) dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;back office&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  (BO). Investor juga berhak mengajukan permohonan perizinan dan  non-perizinan penanaman modal secara manual maupun lewat SPIPISE ke  seluruh PTSP Nasional sesuai dengan tingkat kewenangannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kinerja  layanan PTSP Nasional menggunakan standar waktu pemrosesan. Layanan  penerbitan perizinan dan non-perizinan harus mampu diselesaikan paling  lambat 10 (sepuluh) hari kerja. Waktu pemrosesan itu tentunya dimulai  sejak berkas permohonan diterima secara lengkap dan benar. Namun jangka  waktu penerbitan perizinan dan non-perizinan yang terkait dengan tata  ruang, lingkungan hidup, keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat  ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-4529669535139532802?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4529669535139532802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/4529669535139532802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/01/surat-permohonan.html' title='PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PENANAMAN MODAL'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-3550012349903737038</id><published>2010-01-31T15:14:00.021+07:00</published><updated>2011-02-17T21:00:55.032+07:00</updated><title type='text'>BIROKRASI PENANAMAN MODAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FwEMWxcFI/AAAAAAAAADI/Lr7OiLOcS7U/s1600-h/Lambang+FPMPNG.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FwEMWxcFI/AAAAAAAAADI/Lr7OiLOcS7U/s400/Lambang+FPMPNG.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436249442551427154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Dari segi kepemilikan (asal) modal untuk mendirikan perusahaan, pemerintah membagi kegiatan penanaman modal yang berusaha di wilayah negara Republik Indonesia ke dalam PMA (penanaman modal asing) dan PMDN (penanaman modal dalam negeri).  PMA merupakan kegiatan menanam modal oleh investor asing yang menggunakan modal asing baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian (dengan cara berpatungan bersama investor dalam negeri). Sementara PMDN adalah kegiatan menanam modal oleh penanam modal dalam negeri dengan modal keseluruhannya dari dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Penanaman modal asing dan penanaman modal yang menggunakan modal asing sampai saat ini kewenangan perizinannya masih berada di pundak pemerintah (pusat). Hal tersebut meliputi penanaman modal asing yang dilakukan oleh pemerintah negara lain. Juga termasuk penanaman modal asing yang dilakukan oleh warga negara asing atau badan usaha asing. Termasuk pula penanaman modal yang menggunakan modal asing yang berasal dari pemerintah negara lain. Keterlibatan pemerintah dalam kewenangan perizinan tersebut bisa karena aliran modal yang masuk adalah akibat perjanjian yang dibuat oleh pemerintah dan pemerintah negara lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Legalitas badan usaha PMA hanya bisa berbentuk perseroan terbatas  (PT) yang  berlokasi di Indonesia. Berbeda dengan PMDN yang badan usahanya boleh tidak berbadan hukum atau usaha perseorangan, maupun berbadan hukum berdasarkan hukum  yang berlaku. Jika sudah memenuhi persyaratan di atas, investor akan memperoleh layanan berupa;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Pelayanan Perizinan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Pelayanan Non-perizinan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Perizinan adalah bentuk persetujuan untuk melakukan penanaman modal. Pelayanan persetujuan ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai kewenangannya yang diatur oleh peraturan yang berlaku. Jenis pelayanan perizinan penanaman modal meliputi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Pendaftaran penanaman Modal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin Prinsip Penanaman Modal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin Usaha, Izin Usaha Perluasan, Izin Usaha Merger (Penggabungan Perusahaan) Penanaman Modal dan Izin Usaha Perubahan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin lokasi;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Persetujuan Pemanfaatan Ruang;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin Mendirikan Bangunan (IMB);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin Gangguan (UUG/HO);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Tanda Daftar Perusahaan (TDP);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Hak atas tanah;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin-izin lainnya dalam rangka pelaksanaan penanaman modal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Non-perizinan adalah bentuk kemudahan pelayanan, fasilitas fiskal, dan informasi mengenai penanaman modal sesuai aturan yang berlaku. Jenis pelayanan non-perizinan meliputi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Fasilitas bea masuk atas impor mesin;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Fasilitas bea masuk atas impor barang dan bahan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Usulan untuk mendapatkan fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) badan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Angka Pengenal Importir Produsen (API-P); Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA); Rekomendasi Visa Untuk Bekerja (TA.01);&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA);&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Insentif daerah;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Layanan informasi dan layanan pengaduan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika seorang investor akan berinteraksi dengan birokrasi penanaman modal di Indonesia, maka langkah yang sebaiknya dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melihat peluang bidang usahanya. Caranya dengan menyesuaikan rencana bidang usahanya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menentukan tempat layanan (kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu-PTSP)  untuk pemrosesan perizinan penanaman modal. Jika  akan memproses perizinan penanaman modal yang ruang lingkupnya lintas provinsi, bidang usaha penting, serta penanaman modal yang menggunakan modal asing maka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kantor PTSP BKPM dapat menjadi pilihannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Sementara kantor PTSP daerah (sesuai wilayah proyek) dapat memproses perizinan penanaman modal yang menggunakan modal dalam negeri atau bidang usaha lainnya yang mendapat pelimpahan dari BKPM. Apabila pemrosesan perizinan dan non-perizinan tidak saling berkaitan, investor dapat mengajukan permohonan perizinan melalui SPIPISE (Sistem Pelayanan Informasi Dan Perizinan Investasi Secara Elektronik)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-3550012349903737038?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3550012349903737038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3550012349903737038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/01/ykeyd1e8dc96e09658b7html.html' title='BIROKRASI PENANAMAN MODAL'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FwEMWxcFI/AAAAAAAAADI/Lr7OiLOcS7U/s72-c/Lambang+FPMPNG.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-3582146554623986360</id><published>2010-01-31T12:31:00.037+07:00</published><updated>2010-07-30T19:32:26.553+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT DATANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://i933.photobucket.com/albums/ad178/gatotsubyargowijayadi/Kumpulan%20Logo/assalaamualaikum11.gif" width="60%" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FviBsoJwI/AAAAAAAAADA/zGMJF6Br4xA/s1600-h/Lambang+FPMPNG.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 50px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S3FviBsoJwI/AAAAAAAAADA/zGMJF6Br4xA/s400/Lambang+FPMPNG.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436248855574750978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tata kelola pemerintahan yang baik merupakan komitmen negara untuk melayani kebutuhan rakyatnya dengan efisien. Jika  itu disiapkan secara cermat, suatu negara dengan sangat sukarela harus menciptakan sistem administrasi pemerintahan yang memiliki tanggung jawab tinggi kepada publik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah tuntutan masyarakat dun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ia, gagasan g&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ood governance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; sangat memprioritaskan hak asasi manusia serta kepastian hukum di dalam sistem pemerintahannya. Semangat ini kemudian melahirkan masyarakat madani  yang dapat berperan sebagai pengawas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;pelaksanaan konsep kebijakan publik. Tugasnya adalah menjaga agar negaranya mampu melakukan tata kelola administrasi pemerintahannya secara optimal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Penanaman Modal bermaksud memberikan apresiasi terhadap kebijakan publik di bidang layanan penanaman modal langsung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt; (direct investment)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;. Hanya sebagian kecil memang yang dapat dilakukan, namun keinginan untuk menggapai  keterlibatan masyarakat; keterbukaan dan transparansi; daya tanggap; akuntabilitas; serta efisiensi dan efektivitas  dalam layanan penanaman modal, setidaknya dapat dijalankan secara kolektif.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan ini penting, karena untuk menciptakan negara yang ramah, transparan, terbuka dan bersahabat dengan kegiatan penanaman modal  tidak dapat dikerjakan sendirian. Antara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;shareholders&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; investasi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;stakeholders&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; investasi harus  saling bergandengan tangan dan bersikap positif serta kritis dalam mewujudkan iklim investasi Indonesia yang tentunya dapat bertarung di tataran internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sarana diskusi, Forum Penanaman Modal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;akan menjadi ajang tukar pendapat bagi siapapun yang ingin berbuat baik dalam menyempurnakan kinerja layanan publik di bidang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;direct investment&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;. Demi mencapai itu semua, kami berupaya menyediakan ruang bagi  pihak-pihak yang ingin mengutarakan permasalahan, memberikan pendapat maupun menyampaikan solusi bagi kepentingan iklim investasi di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, silakan tulis semua pendapat atau persoalan tentang penanaman modal yang Anda miliki melalui "kotak komentar" pada posisi paling bawah di halaman ini. Setelah merasa cukup, pilih tombol "Poskan Komentar", maka tulisan Anda akan menjadi masalah bersama yang dapat dikomentari oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang persoalan yang Anda sampaikan merupakan fakta dalam kinerja layanan penanaman modal, jika merasa perlu, silakan tidak mencantumkan identitas Anda (pada "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;select profil&lt;/span&gt;", pilih "beri komentar sebagai" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anonymous&lt;/span&gt;). Namun demikian kami tetap berupaya meneruskan tulisan itu kepada pihak yang  berwenang terkait agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan konkret. Karena itu, selamat bergabung dengan FORUM PENANAMAN MODAL!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;FitriWeningtyas&amp;amp;GitaIndrawanti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-3582146554623986360?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/feeds/3582146554623986360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/01/assalaamualaikum-warahmatullahi.html#comment-form' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3582146554623986360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/3582146554623986360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/01/assalaamualaikum-warahmatullahi.html' title='SELAMAT DATANG'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i933.photobucket.com/albums/ad178/gatotsubyargowijayadi/Kumpulan%20Logo/th_assalaamualaikum11.gif' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-544419683768922576</id><published>2010-01-31T01:23:00.005+07:00</published><updated>2011-08-16T09:26:17.906+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" href="http://www.emailmeform.com/builder/styles/dynamic.php?t=post" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" href="http://www.emailmeform.com/builder/theme_css/7ia5rm1885obP05F5hn4ydcY" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.4.4/jquery.min.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;if (typeof jQuery == 'undefined'){&lt;br /&gt;    document.write(unescape("%3Cscript src='http://www.emailmeform.com/builder/js/jquery-1.4.4.min.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E"));&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jqueryui/1.7.2/jquery-ui.min.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;if (typeof $.ui == 'undefined'){&lt;br /&gt;    document.write(unescape("%3Cscript src='http://www.emailmeform.com/builder/js/jquery-ui-1.7.2.custom.min.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E"));&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.emailmeform.com/builder/js/dynamic.php?t=post&amp;t2=0&amp;use_CDN=true"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="emf-container-outer"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div id="emf-container"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div id="emf-logo"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;a title="Powered by EmailMeForm"&gt;EmailMeForm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;form id="emf-form" class="topLabel" enctype="multipart/form-data" method="post" action="http://www.emailmeform.com/builder/form/7ia5rm1885obP05F5hn4ydcY" name="emf-form"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div id="emf-form-instruction" class="emf-head-widget"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div id="emf-form-title" class="emf-bold"&gt;&lt;br /&gt;          FORM HUBUNGI KAMI&lt;br /&gt;        &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div id="emf-form-description"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;      &lt;ul&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li id="emf-li-0" class="emf-li-field emf-field-text data_container" style="text-align:left"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;label class="emf-label-desc" for="element_0"&gt;Nama &lt;span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-div-field"&gt;&lt;br /&gt;            &lt;input id="element_0" name="element_0" value="" size="30" type="text" class="validate[required]" /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-clear"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li id="emf-li-1" class="emf-li-field emf-field-email data_container" style="text-align:left"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;label class="emf-label-desc" for="element_1"&gt;Alamat Email &lt;span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-div-field"&gt;&lt;br /&gt;            &lt;input id="element_1" name="element_1" class="validate[required,custom[email]]" value="" size="30" type="text" /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-clear"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li id="emf-li-2" class="emf-li-field emf-field-radio data_container" style="text-align:left"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;label class="emf-label-desc" for="element_2"&gt;Website yang sedang dikunjungi &lt;span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-div-field"&gt;&lt;br /&gt;            &lt;div class="one_column"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;input id="element_2_0" name="element_2" value="Forum Penanaman Modal" class="validate[required]" type="radio" /&gt;&lt;label class="padleft-w5" for="element_2_0"&gt;Forum Penanaman&lt;br /&gt;              Modal&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;            &lt;div class="one_column"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;input id="element_2_1" name="element_2" value="Forum PTSP Nasional" class="validate[required]" type="radio" /&gt;&lt;label class="padleft-w5" for="element_2_1"&gt;Forum PTSP Nasional&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;            &lt;div class="one_column"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;input id="element_2_2" name="element_2" value="Ilmu Penanaman Modal" class="validate[required]" type="radio" /&gt;&lt;label class="padleft-w5" for="element_2_2"&gt;Ilmu Penanaman Modal&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;            &lt;div class="one_column"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;input id="element_2_3" name="element_2" value="SPIP Penanaman Modal" class="validate[required]" type="radio" /&gt;&lt;label class="padleft-w5" for="element_2_3"&gt;SPIP Penanaman Modal&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;            &lt;div class="one_column"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;input id="element_2_4" name="element_2" value="Widyaiswara Indonesia" class="validate[required]" type="radio" /&gt;&lt;label class="padleft-w5" for="element_2_4"&gt;Widyaiswara&lt;br /&gt;              Indonesia&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;            &lt;div class="one_column"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;input id="element_2_5" name="element_2" value="COKRONEGARAN" class="validate[required]" type="radio" /&gt;&lt;label class="padleft-w5" for="element_2_5"&gt;COKRONEGARAN&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;            &lt;div class="one_column"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;input id="element_2_6" name="element_2" value="ZAHROTUN" class="validate[required]" type="radio" /&gt;&lt;label class="padleft-w5" for="element_2_6"&gt;ZAHROTUN&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;            &lt;div class="emf-clear"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-clear"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li id="emf-li-3" class="emf-li-field emf-field-select data_container" style="text-align:left"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;label class="emf-label-desc" for="element_3"&gt;Pekerjaan &lt;span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-div-field"&gt;&lt;br /&gt;            &lt;select id="element_3" name="element_3" class="validate[required]"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="" selected="selected"&gt;&lt;br /&gt;                Pengusaha Asing&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="Pengusaha Lokal"&gt;&lt;br /&gt;                Pengusaha Lokal&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="Konsultan/Notaris"&gt;&lt;br /&gt;                Konsultan/Notaris&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="Pegawai Pemerintah"&gt;&lt;br /&gt;                Pegawai Pemerintah&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="Pelajar/Mahasiswa"&gt;&lt;br /&gt;                Pelajar/Mahasiswa&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="Guru Sekolah"&gt;&lt;br /&gt;                Guru Sekolah&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="Dosen Perguruan Tinggi"&gt;&lt;br /&gt;                Dosen Perguruan Tinggi&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="Lembaga Swadaya Masyarakat"&gt;&lt;br /&gt;                Lembaga Swadaya Masyarakat&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;              &lt;option value="Swasta/Pribadi"&gt;&lt;br /&gt;                Swasta/Pribadi&lt;br /&gt;              &lt;/option&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/select&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-clear"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li id="emf-li-4" class="emf-li-field emf-field-textarea data_container" style="text-align:left"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;label class="emf-label-desc" for="element_4"&gt;Pendapat/Argumen/Komentar &lt;span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-div-field"&gt;&lt;br /&gt;            &lt;textarea id="element_4" name="element_4" cols="45" rows="45" class="validate[required]"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;          &lt;div class="emf-clear"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;        &lt;li id="emf-li-post-button" class="left"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;input value="Kirim Pesan" type="submit" /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/ul&gt;&lt;input name="element_counts" value="5" type="hidden" /&gt; &lt;input name="embed" value="forms" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/form&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;//&lt;![CDATA[&lt;br /&gt;EMF_jQuery(function(){EMF_jQuery('body').append('&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align:center"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Powered by&lt;\/font&gt;&lt;span style="position: relative; padding-left: 3px; bottom: -5px;"&gt;&lt;img src="http://www.emailmeform.com/builder/images/footer-logo.png" /&gt;&lt;\/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;EMF &lt;\/font&gt;&lt;a style="text-decoration:none;" href="http://www.emailmeform.com/" target="_blank"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Forms Online&lt;\/font&gt;&lt;\/font&gt;&lt;\/a&gt;&lt;br&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;a style="line-height:20px;font-size:70%;text-decoration:none;" href="http://www.emailmeform.com/report-abuse.html?http://www.emailmeform.com/builder/form/7ia5rm1885obP05F5hn4ydcY" target="_blank"&gt;Report Abuse&lt;\/a&gt;&lt;\/div&gt;&lt;\/font&gt;');})&lt;br /&gt;//]]&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;//&lt;![CDATA[&lt;br /&gt;var EMF_Safari_Captcha = (function(){&lt;br /&gt;        this.isChrome = (/chrome/.test(navigator.userAgent.toLowerCase()));&lt;br /&gt;        this.isSafari = !this.isChrome &amp;&amp; (/safari/.test(navigator.userAgent.toLowerCase()));&lt;br /&gt;        this.process_captcha = function(){&lt;br /&gt;                EMF_jQuery('a#captcha_code_refresh').trigger('click');&lt;br /&gt;                get_valid_captcha();&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;        this.firstTimeSession = true;&lt;br /&gt;        this.safari_submit_session_form = function(){&lt;br /&gt;                if (this.firstTimeSession) {&lt;br /&gt;                                this.firstTimeSession = false;&lt;br /&gt;                                EMF_jQuery("#safari_sessionform").submit();&lt;br /&gt;                                setTimeout('process_captcha()',2000);&lt;br /&gt;                }&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;        return this;&lt;br /&gt;})();&lt;br /&gt;EMF_jQuery(function(){&lt;br /&gt;        EMF_jQuery("#emf-form").validationEngine({&lt;br /&gt;                validationEventTriggers:"blur",&lt;br /&gt;                scroll:true&lt;br /&gt;        });&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        EMF_jQuery("#emf-form ul li").mousedown(highlight_field_on_mousedown);&lt;br /&gt;        EMF_jQuery("#emf-form ul li input, #emf-form ul li textarea, #emf-form ul li select").focus(highlight_field_on_focus);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        var form_obj=EMF_jQuery("#emf-container form");&lt;br /&gt;        if(form_obj.length&gt;0 &amp;&amp; form_obj.attr('action').indexOf('#')==-1){&lt;br /&gt;                form_obj.attr('action', form_obj.attr('action')+document.location.hash);&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;});&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMF_jQuery(window).load(function(){&lt;br /&gt;        var parent_url = decodeURIComponent(document.location.hash.replace(/^#/, ''));&lt;br /&gt;        XD.postMessage(get_frame_height(), parent_url, parent);&lt;br /&gt;});&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;//]]&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-544419683768922576?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/544419683768922576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/544419683768922576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2010/01/nama-email-pesan-image-verification.html' title=''/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3731397554254932919.post-7684495106005195036</id><published>2009-07-21T08:07:00.009+07:00</published><updated>2010-10-18T13:47:50.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemblokiran Kegiatan Impor'/><title type='text'>Cara Mengajukan Permohonan Pembukaan Pemblokiran Kegiatan Impor Secara Nasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah dapat memblokir kegiatan impor perusahaan PMDN maupun PMA jika didapati tidak aktif menjalankan kegiatan impornya selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut. Periode ketidakaktifan tersebut dihitung sejak penerbitan Surat Pemberitahuan Registrasi (SPR) yang dikeluarkan Pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun apabila perusahaan penanaman modal asing (PMA) atau penanaman modal dalam negeri (PMDN)  akan mulai kembali melakukan kegiatan impornya maka harus membuka pemblokiran tersebut  dengan cara mengajukan permohonan Surat Rekomendasi Pembukaan Blokir Impor. Surat permohonan tersebut diajukan ke Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia dengan syarat melampirkan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Surat permohonan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salinan Surat Pemblokiran dari Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan Republik Indonesia;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salinan Angka Pengenal Importir Terbatas;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salinan SP dan/atau IUT;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nomor Pokok Wajib Pajak;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laporan Kegiatan Penanaman Modal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dokumen Impor yang terdiri dari Pemberitahuan Impor Barang (PIB), Invoice, Packing List dan Bill of Landing (B/L);&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya  berdasarkan rekomendasi untuk pembukaan pemblokiran kegiatan impor, perusahaan dapat kembali melakukan kegiatan impor secara nasional untuk menunjang kegiatan perusahaannya.  Surat rekomendasi untuk pembukaan pemblokiran kegiatan impor tersebut akan menganulir surat pemblokiran dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang sebelumnya telah dijatuhkan ke perusahaan. (Tim Editor)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3731397554254932919-7684495106005195036?l=forum-penanaman-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7684495106005195036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3731397554254932919/posts/default/7684495106005195036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forum-penanaman-modal.blogspot.com/2009/07/perusahaan-bisa-saja-melakukan.html' title='Cara Mengajukan Permohonan Pembukaan Pemblokiran Kegiatan Impor Secara Nasional'/><author><name>FORUM PENANAMAN MODAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05120038743652979511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dJPXOwgB2LI/S2rShs7dB1I/AAAAAAAAABI/j8_QrdC09II/S220/Lambang+FPM+gambar.jpg'/></author></entry></feed>
